presiden indonesia yang terlupakan

Terdapat dua Presiden Indonesia yang terlupakan ketika Tanah Air meraih kemerdekaannya.

Padahal, jika menilik jasanya, kedua tokoh ini sangat berperan besar dalam upaya menjaga eksistensi bangsa.

Kedua sosok tersebut adalah Syafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.

Kendati demikian, namanya secara resmi tidak tercatat sebagai pemimpin Indonesia.

Seperti yang diketahui, sejauh ini Indonesia telah dipimpin oleh 7 Presiden.

Mereka adalah Ir. Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan kini Joko Widodo.

Lalu, bagaimana kisah 2 Presiden Indonesia yang terlupakan ini?

Simak ceritanya berikut ini!

Daftar 2 Presiden Indonesia yang Terlupakan

1. Syafruddin Prawiranegara

syafruddin prawiranegara sumber: stidnatsir.ac.id

Melansir laman Historia.id, Syafruddin Prawiranegara sempat berinisiatif membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Hal ini tentu saja bukan tanpa alasan.

Pasalnya, kala itu pemerintahan Republik Indonesia yang dipimpin Soekarno memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta.

Sialnya, pada agresi militer Belanda II, pemerintahan RI di Yogyakarta tersebut berhasil dilumpuhkan.

Maka, untuk menjaga eksistensinya di dunia internasional, Syafruddin Prawiranegara pun membentuk PDRI.

Masih menurut sumber yang sama, PDRI ini tak hanya menopang modal semangat juang, melainkan membuat Belanda kesulitan menghindari berbagai tanggapan terhadap tindakan yang hendak diajukan oleh PBB.

Namun, kala itu, Syafruddin tidak menamai dirinya ‘presiden’ tetapi ketua.

Alasan itu kemudian dikemukakan olehnya kepada harian Pelita pada tanggal 6 Desember 1978.

Menurutnya, ia belum mengetahui mandat dari Presiden Soekarno.

Padahal, andai ia mengetahui mandat tersebut, tanpa ragu ia bakal memakai istilah Presiden Republik Indonesia.

2. Mr. Assaat

mr. assaat sumber: wikipedia.org

Mr. Assaat sempat mengenyam pendidikan di sekolah Kedokteran School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).

Akan tetapi, seiring waktu, minatnya pada bidang kedokteran menipis sehingga ia pindah ke sekolah tinggi hukum Rechtshogeschool (RHS).

Usai menamatkan studinya di Belanda, ia pun mendapatkan gelar meester in de rechten (Mr).

Lalu, sekembalinya ke Tanah Air pada tahun 1939, Mr. Assaat banyak sekali terlibat dalam kegiatan organisasi pergerakan.

Tatkala Soekarno menjabat sebagai Presiden dan Moh. Hatta menjadi Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat (RIS), maka Mr. Assaat menjadi Presiden untuk sementara.

Ia bertugas menjabat Presiden RI ketika bangsa ini resmi mengadopsi bentuk serikat.

“Mr. Assaat sebagai Presiden RI, dan Ir. Soekarno sebagai Presiden RIS,” tulis Ahmad Mansyur Suryanegara dalam Api Sejarah 2.

Untuk kamu ketahui, Mr. Assaat merupakan sosok kelahiran Jorong Pincuran Landai, Agam, Sumatera Barat pada 18 September 1904 dan meninggal pada 16 Juni 1976.

Itulah kisah singkat dua sosok Presiden Indonesia yang terlupakan.

Jangan lupa untuk mengunjungi artikel.rumah123.com guna mendapatkan informasi menarik lainnya.

Kamu juga bisa mencari rumah idaman seperti Mega City Bekasi hanya di www.rumah.123.com.

Bagikan:
188 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia