Taaruf online kini menjadi tren. Sayangnya, banyak yang keliru dan salah langkah saat menjalaninya. Simak tata cara yang tepat sesuai syariat berikut.

taaruf online Sumber: Intagram.com/rey_mbayang

Masa pandemi Covid 19 tak menghalangi pasangan-pasangan baru untuk melangsungkan kebahagiaan mereka. 

Sebab, pernikahan di masa pandemi pun kerap menjadi solusi yang tepat dalam menghemat biaya, terlebih anggaran resepsi yang bisa mencapai ratusan juta. 

Untuk memaksimalkan aktivitas perkawinan di masa pandemi, Kantor Urusan Agama pun tetap mengizinkan hal tersebut berdasarkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. 

Pernikahan di masa pandemi pun terjadi karena dua faktor, yakni sudah direncanakan terlebih dahulu saat berpacaran atau dengan cara lain yang lebih simpel.

Cara lain tersebut yang banyak orang saat ini adalah taaruf online yang sedang happening di masyarakat. 

Dinda Hauw, salah satu selebriti yang melakukan taaruf online

Ini disebabkan karena ada satu pernikahan seorang selebriti yakni Dinda Hauw dengan sang suami yang melakukan pendekatan taaruf. 

Selain Dinda Hauw, Rizki Dangdut Academy pun juga melakukan hal yang hampir serupa. 

Tak ayal jika taaruf online pun menjadi salah satu jenis pendekatan yang baik dalam mencari jodoh.

Untuk kamu yang merasa jomblo dan siap untuk menikah, simak pembahasan taaruf online berikut ini.

Baca juga: Jangan Sampai Tak Diakui Negara, Ini Cara Mudah Mengurus Akta Nikah di Catatan Sipil

Apa itu taaruf online?

Taaruf merupakan kata yang sudah tidak asing lagi ditelinga umat Muslim. 

Secara harfiah, taaruf bisa diartikan sebagai mengenalkan diri dengan baik. 

Ada juga orang yang mengatakan jika taaruf artinya berkenalan dengan orang lain. 

Pada intinya taaruf merupakan interaksi antara dua orang atau lebih dengan maksud dan tujuan tertentu.

Kini taaruf pun berkaitan dengan kontak jodoh untuk pasangan yang sudah siap berumah tangga.

Berdasarkan ajaran Islam, taaruf memiliki banyak manfaat dan tujuan yang sangat luas. 

Umumnya, tujuan taaruf ini kerap dikaitkan untuk mencegah hal-hal negatif saat jalan berduaan.

Jika dua pasangan ini ingin saling bertemu, umumnya harus ditemani oleh orang lain, baik orang tua maupun kakak dan adik. 

Berdasarkan definisi taaruf sesungguhnya, taaruf adalah media dalam proses perjodohan.

Jika dulu taaruf kerap dipertemukan dalam kegiatan yang baik, umumnya pengajian kini taaruf online bisa dilakukan secara virtual.

CV taaruf umumnya menjadi pertimbangan penting sebelum melaksanakan proses pernikahan

Taaruf bukan hanya berkaitan dengan syariat Islam semata, namun juga berkaitan dengan kecocokan antara pasangan. 

Sebab, taaruf ini sudah merupakan jenjang yang lebih serius, sekalipun dibandingkan dengan pacaran.

Jika taaruf ini telah sukses, mereka pun akan menuju jenjang yang lebih tinggi yakni khitbah atau lamaran sampai dengan menikah. 

Dalam prosesnya, kedua belah pihak baik pria maupun wanita harus saling mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi dalam waktu yang singkat.

Umumnya, CV taaruf pun menjadi faktor mendasar sebelum menaiki jenjang yang lebih tinggi. 

CV tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepribadian pasangan satu sama lain, namun juga bisa dikaitkan dengan jenjang karier sebelum menikah.

Umumnya, proses antara taaruf, khitbah maupun akad nikah tidak membutuhkan waktu yang lama, bahkan tidak pernah lebih dari tiga bulanan.

Apabila kamu sudah merasa yakin, maka tidak ada salahnya untuk menjalani proses akad nikah yang sah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. 

Cara taaruf online, apakah melewati media sosial atau aplikasi kontak jodoh? 

Ya, selama masa pandemi keterbatasan tatap muka mungkin menjadi penghalang dalam proses taaruf.

Namun, kebutuhan  media sosial dan aplikasi kontak jodoh yang sangat tinggi menjadi hal penting dalam proses taaruf online. 

Saat ini, taaruf pun sudah sangat jamak dengan adanya penggunaan media sosial termasuk akun instagram. 

Meski demikian, selain penggunaan media sosial ada juga orang yang menggunakan aplikasi taaruf online untuk mempermudah proses pertemuan jodoh yang tepat. 

Namun harus diakui jika penggunaan tidak semua orang akan mudah untuk memahami proses taaruf online, sehingga hal ini masih menjadi pilihan opsional.

Tata cara taaruf online sesuai syariat Islam

Jika kamu berkenan untuk melaksanakan taaruf online sesuai syariat Islam, simak tahapannya berikut ini.

Niat 

Jika kamu sudah merasa yakin, maka kamu pun harus meluruskan niat untuk menikah dan beribadah.

Niat tersebut didasari atas hati bukan hawa nafsu ingin menyakiti dan mempermainkan orang lain.

Sebab, Rasulullah SAW bersabda : 

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

artinya: Kalian tidak akan beriman sampai kalian menyukai sikap baik untuk saudaranya, sebagaimana dia ingin disikapi baik yang sama. (HR. Bukhari & Muslim)

Tidak boleh berduaan 

Sebelum proses akad nikah, kedua calon pasangan baik laki-laki dan perempuan statusnya adalah milik orang lain.

Keduanya pun tidak boleh berduaan, termasuk menggunakan media video call dalam tahapan virtual. 

Sebab, jika proses virtual tersebut terjadi pada kedua belah pihak yang bukan muhrim, maka setan akan menjadi pihak ketiga yang ingin menjerumuskan manusia dalam maksiat.

Dalam sebuah hadis Rasulullah mengingatkan:

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا  

"Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya." (HR. Ahmad dan dishahihkan Syu'aib al-Arnauth).

Pertukaran biodata 

Saat proses taaruf, masing-masing pasangan baik laki dan perempuan bisa saling menceritakan biografinya secara tertulis maupun berdasarkan CV dalam bentuk soft copy.

Tulisan dan catatan biodata yang tertera harus mewakili lisan.

Meski tidak semua perlu dibuka, ada bagian yang perlu terus terang terutama data yang berkaitan dengan keluarga inti termasuk jumlah anggota keluarga.

Baca juga: Doa Membangun Rumah Menurut Islam, Wajib Dibaca Biar Berkah!

Bertemu dengan keluarga 

Jika proses taaruf telah diterima, maka tahap selanjutnya adalah nadzar.

Nadzar bisa dilakukan dengan cara datang ke rumah pengantin wanita dan menghadap langsung orang tuanya.

Jika hal ini tidak memungkinkan, tidak salah untuk menggunakan platform daring seperti google meet atau zoom.

Dari al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu'anhu, beliau menceritakan,

"Suatu ketika aku berada di sisi Nabi shallallahu'alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah seorang lelaki. Dia ingin menikahi wanita Anshar. Lantas Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bertanya kepadanya,

"Apakah engkau sudah melihatnya?"

Jawabnya, "Belum."

Lalu beliau memerintahkan,

انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا

"Lihatlah wanita itu, agar cinta kalian lebih langgeng." (HR. Turmudzi 1087, Ibnu Majah 1865 dan dihasankan al-Albani).

Dibolehkan memberi hadiah 

Hadiah sebelum pernikahan hanya boleh dimiliki oleh wanita, calon istri dan bukan keluarganya.

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَا كَانَ مِنْ صَدَاقٍ أَوْ حِبَاءٍ أَوْ عدةٍ قَبْلَ عِصْمَةِ النِّكَاحِ فَهُوَ لَهَا وَمَا كَانَ بَعْدَ عِصْمَةِ النِّكَاحِ فَهُوَ لِمَنْ أُعْطِيَهُ أَوْ حُبِىَ

"Semua mahar, pemberian, dan janji sebelum akad nikah itu milik penganten wanita. Lain halnya dengan pemberian setelah akad nikah, itu semua milik orang yang diberi". (HR. Abu Daud 2129)

Jika kedua pasangan lanjut untuk menikah, hadiah tersebut bisa menjadi mahar bagi pengantin wanita.

Sebaliknya jika proses taaruf tidak sesuai rencana, maka hadiah tersebut pun bisa dikembalikan.

Dapat disimpulkan jika taaruf online merupakan solusi yang tepat jika kamu sudah memiliki kematangan yang baik untuk menikah dan berkeluarga.

Yuk, cari tahu inspirasi keluarga menarik hanya di artikel.rumah123.com selengkapnya.

Bagikan:
2302 kali