Baja ringan dan kayu merupakan dua material yang paling banyak digunakan dalam pembangunan atap rumah.

baja ringan - rumah123.com

Dulu, kayu merupakan material yang selalu digunakan, namun kini baja ringan semakin diminati sebagai material pengganti kayu. Mana sih sebenarnya yang lebih baik? Rumah123.com membuat daftar perbandingan keduanya. Yuk, disimak!

Dampak terhadap lingkungan

Material kayu didapatkan dengan memotong pohon yang ada. Persediaan pohon pun semakin menipis dari waktu ke waktu. Sedangkan baja ringan, dibuat dari berbagai bahan dasar yang masih banyak ditemui. Apabila dilihat dari segi berkelanjutan, kayu lebih ramah lingkungan dibandingkan baja. Sebab, kayu terbuat dari material organik, sedangkan proses pembuatan baja bisa mencemari lingkungan.

Harga

Sebelum ketersediaannya semakin menipis, harga kayu jauh lebih murah dibandingkan dengan baja. Namun beberapa tahun belakangan, harga kayu mengalami fluktuasi tajam. Sedangkan baja ringan masih mudah dicari, sehingga harganya pun tak mengalami fluktuasi. Begitu juga dari segi pemasangan, rangka baja lebih mudah dan cepat proses pemasangannya. Dengan begitu, biaya pengerjaannya pun semakin murah.

Baca juga: Serba-Serbi Lantai Kayu: Kelebihan, Kekurangan, Hingga Harganya

Kualitas

Atap kayu cenderung mudah keropos dan rentan terhadap rayap. Untuk itu, kamu harus mengeluarkan kocek lebih untuk memilih kayu anti rayap. Sedangkan baja ringan lebih tahan terhadap rayap, dan dibandingkan dengan baja konvensional, baja ringan tak mudah berkarat.

Kesimpulannya, kayu dan baja ringan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pastikan bahwa kamu telah melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui mana yang paling baik untuk bangunan hunianmu.

Butuh informasi lainnya seputar rumah? Cek terus artikel-artikel Rumah123.com!

Bagikan: 321377 kali