isi baterai mobil listrik

Baterai mobil listrik merupakan salah satu elemen yang sangat penting pada mobil listrik, mengingat baterai merupakan ekosistem keseluruhan dari kendaraan.

Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik pun kian meningkat sehingga lokasi pengisian baterai mobil listrik akan terus diperbanyak di wilayah Jawa-Bali.

Tak melulu mengisi listrik di stasiun pengisian, kamu juga bisa melakukan pengisian mobil listrik di rumah.

Pasalnya, melakukan isi ulang daya mobil listrik ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, justru cenderung lebih mudah dan praktis.

Lantas apa saja yang harus kamu perhatikan serta perbandingan antara mengisi baterai mobil listrik dan isi bensin? Simak pembahasannya bersama-sama!

Hal yang harus kamu ketahui sebelum mengisi baterai mobil listrik di rumah 

Sebelum kamu berencana untuk membeli mobil listrik, ada beberapa hal dan pertimbangan yang perlu kamu ketahui sebagai berikut : 

1. Mengetahui posisi stop kontak terdekat 

Untuk memudahkan kamu saat melakukan pengisian, ada baiknya jika kamu mencari tahu posisi stop kontak terdekat di rumah.

Stop kontak listrik bisa kamu hubungkan langsung pada beberapa bagian, khususnya di garasi maupun carport rumah. 

Selain kedua lokasi tersebut, kamu juga bisa menggunakan kabel roll untuk mengalirkan listrik apabila stop kontak tidak terjangkau. 

2.  Pastikan daya listrik saat isi baterai mobil listrik 

Tak hanya sekadar membeli mobil listrik, kamu juga harus mengetahui daya listrik rumah dengan cermat.

Perlu diketahui, daya listrik rumah untuk mengisi daya mobil listrik minimal adalah 2,200 VA dengan pengecasan energi minimal.

Sementara, untuk pengecasan optimal dibutuhkan daya hingga 7,000 - 7,700 VA dengan memakan waktu antara 7 sampai dengan 8 jam.

Besaran daya listrik akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan pengisian sehingga kamu harus mengetahuinya secara mendalam.

Jika kamu tinggal di rumah dengan daya listrik sekitar 2,200 VA maka waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh dari 0% berkisar antara 22 - 24 jam. 

3.  Mengetahui penempatan wall charging di rumah 

Selain mengisi baterai mobil listrik dengan charger portable, kamu juga akan mendapatkan bonus berupa wall charger yang siap ditanam di rumah.

Penanaman wall charging pastinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan garasi maupun carport rumah supaya proses pengisian menjadi lebih praktis.

Tak hanya sekadar penempatan wall charging, kebutuhan pengisian daya juga nantinya akan terkoneksi oleh sambungan listrik rumah.

Sebelum kamu menempatkan wall charging di rumah, sebaiknya kamu memikirkan skala prioritas terlebih dahulu antara pengisian daya dan listrik rumah tangga. 

4.  Menambah daya listrik jika diperlukan 

Jika kebutuhan listrik rumahan serta pengisian baterai mobil listrik sudah melebihi kapasitas, maka pertimbangan yang sangat penting adalah menambah daya listrik.

Dalam hal ini, penambahan daya listrik juga harus menggunakan perhitungan cermat supaya daya listrik yang digunakan bisa efektif dan efisien.

Sebagai contoh, kamu bisa menaikkan daya dari 7,700 VA menjadi 10,000 VA supaya dapat membagi beban dengan baik.

Selain cara tersebut, kamu juga bisa menyiapkan listrik khusus yang hanya digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik secara terpisah.

Adapun, listrik rumah yang kamu bayar bisa bersifat abonemen sementara biaya isi baterai listrik dilakukan melalui token. 

Dengan memisahkan kedua hal tersebut bisa menjadi solusi yang cermat dan mampu mengurangi beban listrik maupun biaya secara signifikan.

Membandingkan mengisi baterai mobil listrik dengan mengisi bensin 

garasi mobil - rumah123.com

Meski mobil listrik memiliki harga yang lebih mahal, namun harus diingat jika biaya dalam satuan operasionalnya jauh lebih terjangkau.

Pasalnya untuk mengisi mobil listrik, kamu pun cukup mengetahui Tarif Dasar Listrik (TDL) yang disesuaikan yakni sekitar Rp1,450 per KwH.

Jika dikalkulasikan dengan kapasitas baterai mobil listrik maka perhitungannya adalah sebagai berikut : 

Kapasitas baterai mobil listrik : 39,60 kilowatt 

Tarif dasar listrik per KwH : Rp1,450 per KwH 

Perhitungan : Rp1,450 x 39,60 kilowatt : Rp57,420 

Biaya per kilometer : 39,60 kilowatt x 10 kilometer per KwH = 396 kilometer : Rp57,420 

Total biaya per kilometer : Rp145 

Biaya isi baterai mobil listrik tersebut bisa kamu bandingkan dengan mengisi bensin secara penuh dengan asumsi perhitungan berikut ini: 

Kapasitas penuh tangki bensin : 45 liter 

Harga bahan bakar oktan 92 : Rp9,000 

Konsumsi bahan bakar : 12 Kilometer per liter

Perhitungan : 45 liter x Rp9,000 = Rp405,000

Biaya per kilometer : Rp405,000 : (45 x 12) = Rp405,000 : 540 = Rp750 

Berdasarkan perhitungan tersebut, biaya isi baterai mobil listrik pastinya jauh lebih terjangkau dibandingkan jika kamu melakukan pengisian bensin setiap minggu.

Tak hanya sekadar lebih terjangkau, kamu pun bisa mengisi baterai secara penuh sehari-hari dengan keterisian optimal dan siap untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. 

Dengan perhitungan tersebut, kamu tidak perlu khawatir akan tingginya biaya listrik yang diakibatkan oleh pengisian daya mobil listrik sehingga sangat menguntungkan.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang proses pengisian baterai mobil listrik di rumah serta perbandingannya dengan mengisi bensin.

Yuk, temukan tips dan trik menarik seputar kebutuhan rumah tangga selengkapnya di Rumah123.

"Berencana investasi properti? Kamu bisa cari tahu Puri Lembana Bandung selengkapnya."

Bagikan:
5715 kali