fungsi stop kontak

Di dalam sebuah rumah, terdapat banyak fungsi komponen listrik yang penting untuk diketahui.

Salah satu peralatan listrik yang sering kita gunakan adalah stop kontak.

Stop kontak berguna sebagai pengatur sekaligus penghubung antara sumber listrik dan peralatan rumah tangga yang memerlukan listrik untuk menghidupkannya.

Dalam beberapa kejadian, komponen ini bisa menyebabkan kejadian arus pendek listrik yang menyebabkan kebakaran.

Ini bisa terjadi karena minimnya pengetahuan penghuni rumah terhadap risiko yang dapat ditimbulkan dari stop kontak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui fungsi stop kontak colokan listrik dan cara kerjanya.

Yuk, langsung saja kita simak ulasan lengkap mengenai fungsi stop kontak berikut ini.

Fungsi stop kontak colokan listrik

Fungsi stop kontak (S-gala)

Fungsi stop kontak ialah menjadi alat pemutus ketika terjadi kontak di antara arus negatif, positif, dan grounding dalam instalasi komponen listrik rumah kamu.

Malah stop kontak juga bisa memutuskan arus listrik saat terjadi kontak antara tubuh manusia dengan listrik.

Pasti kamu pernah merasakan sakitnya tersengat listrik secara tidak sengaja, kan?

Fungsi stop kontak juga merupakan sebagai terminal penghubung antara arus listrik dengan perangkat elektronik rumah tangga.

Pastinya yang juga membutuhkan energi listrik.

Jadi peralatan tersebut bisa menyala, berfungsi dan digunakan sebagaimana mestinya.

Dalam sebuah rumah, ada banyak lokasi stop kontak yang dibuat ketika mendirikan bangunan.

Tempatnya pun tidak asal dibuat saja, stop kontak ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dengan peralatan listrik.

Cara kerja stop kontak colokan listrik

Fungsi stop kontak 2 (S-gala)

Stop kontak mempunyai komponen kawat plus dan netral di dalamnya.

Saat peralatan elektronik bekerja normal, maka total arus yang mengalir dalam kedua kawat tersebut bersifat sama.

Inilah yang membuatnya tidak ada perbedaan arus.

Akhirnya stop kontak bisa bekerja dengan baik dan normal.

Tapi gimana kalau kamu kesetrum?

Kawat plus akan mengalirkan arus tambahan melewati tubuh kamu hingga sampai ke tanah.

Bisa dikatakan, itu adalah cara kerja stop kontak yang paling umum dan sederhana.

Kamu tidak tahu apakah bisa terjadi insiden tersetrum pada masa mendatang.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu lebih berhati-hati ketika sedang berdekatan dan menggunakan stop kontak.

Jenis-jenis stop kontak 

Fungsi stop kontak 3 (Parisdiscoveryguide.com)

Ketika kamu bepergian ke luar negeri, pasti pernah merasakan sulitnya mencari bentuk colokan listrik yang sama dengan di Indonesia.

Alhasil, kamu harus membeli penghubung tambahan agar bisa mendapatkan arus listrik.

Terdapat banyak jenis-jenis stop kontak yang digunakan oleh berbagai negara di dunia.

Berikut ini adalah daftar singkatnya:

1) Stop kontak tipe A

2) Stop kontak tipe B

3) Stop kontak tipe C

4)Stop kontak tipe D

5)Stop kontak tipe E

6)Stop kontak tipe F

7)Stop kontak tipe G

8) Stop kontak tipe H

9) Stop kontak tipe I

10) Stop kontak tipe J

11) Stop kontak tipe K

12) Stop kontak tipe L

13) Stop kontak tipe M

14) Stop kontak tipe N

Untuk Indonesia sendiri menggunakan stop kontak tipe F dengan ciri khas 2 lubang.

Alasan kenapa setiap negara memiliki desain colokan yang berbeda beda adalah karena dari sejarah negara masing-masing dan biaya yang cukup mahal untuk mengubah seluruh jenis stop kontak di masing-masing tempat tinggal.

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai fungsi stop kontak yang penting kita ketahui.

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Dan jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
400 kali