atap bitumen

Atap menjadi salah satu fondasi yang penting dalam sebuah bangunan, termasuk rumah. 

Salah satu yang kerap digunakan ialah atap yang terbuat dari aspal atau dikenal dengan nama genteng bitumen. 

Penggunaan atap bitumen ini biasanya ditemukan pada kota-kota besar. 

Yuk, kenalan dengan 7 jenis genteng bitumen beserta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini:

Apa Itu Genteng Bitumen?

Genteng bitumen merupakan salah satu jenis genteng yang terbuat dari bahan bitumen atau aspal. 

Bahan ini kemudian dicampurkan dengan bahan lainnya seperti alga coating, pasir batu, dan fiberglass

Campuran bahan genteng ini menghasilkan kualitas yang baik sehingga banyak digunakan oleh rumah-rumah di Indonesia. 

Genteng atau atap bitumen ini memiliki struktur bergelombang yang berfungsi sebagai saluran udara agar tak terjadi pengembunan. 

Kelebihan Genteng Bitumen

1. Daya Tahan Sangat Baik

Genteng bitumen dikenal karena daya tahannya yang sangat kuat, mulai dari menahan api, air, hingga angin topan. 

Daya tahannya tersebut membuat genteng ini cocok untuk cuaca Indonesia yang beriklim tropis dan cenderung memiliki cuaca ekstrem.

2. Penggunaan Jangka Panjang

Saat kamu membeli atap untuk sebuah hunian biasanya terdapat garansi pemakaian. 

Untuk atap  bitumen, garansi umum yang digunakan biasanya mencapai 20-30 tahunan. 

Tak heran, jika banyak bangunan-bangunan yang menggunakan atap ini untuk meningkatkan keamanan yang baik. 

3. Bobot yang Ringan

Atap ini memiliki material yang cukup ringan sehingga cocok diaplikasikan pada bangunan rumah. 

Pengaplikasian bitumen di sebuah rumah selalu berkaitan dengan aplikasi atap baja ringan sehingga selalu padu. 

4. Jenis Genteng Bitumen yang Beragam

Bitumen juga memiliki jenis dan padu padan warna yang cukup banyak. 

Variasi warna yang banyak tersebut juga bisa menyesuaikan desain eksterior rumah sehingga terlihat senada. 

5. Cocok untuk Berbagai Jenis Rumah

Jenis atap ini juga cocok diaplikasikan pada berbagai gaya rumah. 

Tak hanya itu, meski memiliki desain yang sederhana, atap ini terlihat sangat estetis dengan bentuk ukiran-ukiran tegas berbentuk lurus. 

Kelemahan Genteng Bitumen

1. Harga Tergolong Mahal

Dengan segala kelebihannya, genteng bitumen cenderung memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan jenis lainnya. 

Meski begitu, harga tersebut cukup sepadan dengan kualitas dan fungsinya yang berjangka panjang. 

2. Proses Pemasangan yang Agak Rumit

Proses pemasangan genteng bitumen juga tergolong cukup rumit. 

Hal itu membuat pemasangan genteng ini tidak bisa dilakukan oleh semua tukang bangunan. 

Untuk itu, kamu harus menggunakan tukang bangunan yang andal dan terlatih untuk instalasi atap ini. 

3. Perlengkapan Instalasi yang Banyak

Instalasi atap ini membutuhkan sedikit ubahan konstruksi atap.

Untuk mempermudah pemasangan instalasi, dibutuhkan multipleks baru dengan bahan khusus yang sesuai dengan bitumen.

4. Perawatan Cukup Mahal

Genteng bitumen juga dikenal dengan perawatannya yang cukup mahal. 

Sebab, kamu perlu memanggil tukang khusus apabila terjadi kerusakan pada atap bitumen. 

Jenis Genteng Bitumen

Onduline

atap onduline

Genteng bitumen tipe onduline memiliki karakter dengan adanya sepuluh gelombang. 

Tipe yang satu ini merupakan salah satu yang paling sering dipakai. 

Bahan baku genteng ini berasal dari serat organik yang dicampur dengan bitumen. 

Setelah itu melewati proses pemanasan dan pengepresan yang tinggi untuk menghasilkan atap yang ringan dan kokoh. 

Onduvilla

Jenis bitumen yang satu ini cenderung mirip dengan gentang yang terbuat dari tanah liat. 

Bahan bakunya terbuat dari teknologi tinggi serta memenuhi standar European Norm EN 534. 

Beberapa di antaranya adalah serat selulosa, bitumen, serta resin yang tahan dengan dengan tekanan dan suhu panas. 

Genteng bitumen tipe Onduvilla yang memenuhi standar European Norm EN 534 memiliki keunggulan ketahanan terhadap air, cuaca panas, hingga cuaca ekstrem.

Guttapral

guttapral

Genteng bitumen tipe Guttapral juga dikenal dengan sebutan atap Gutta atau genteng Gutta. Atap jenis ini memiliki bentung gelombang dan biasanya per lembar memiliki sepuluh gelombang. 

Bahan-bahan yang digunakan pun cukup ramah lingkungan, mulai dari serat selulosa dan bitumen. 

Warna-warna yang dimiliki berupa warna natural seperti merah, cokelat, biru, hijau dan hitam. Atap tipe ini merupakan atap yang fleksibel, sehingga dapat dipasang pada atap melengkung.

Ondura

Ondura memiliki bentuk lembaran yang bergelombang untuk menghasilkan atap yang tahan terhadap cuaca. 

Sistem pewarnaan pada atap aspal Ondura ini memiliki pigmentasi yang baik sehingga tahan sinar ultraviolet. 

Selain itu, tipe ini dibuat dengan menggunakan bahan serat organik yang dicampur dengan bitumen. 

CTI

genteng cti

Atap bitumen CTI mempunyai struktur yang bergelombang namun mempunyai saluran udara yang berfungsi mengurangi pengembunan. 

Struktur pada atap bitumen CTI juga dikenal tahan terhadap air. 

GAF

Atap bitumen GAF (General Aniline & Film) menjadi favorit banyak rumah di Amerika. 

Sebab, perubahan iklim dingin dan panas di negara tersebut cukup ekstrem. 

Untuk itu, kualitas cenderung lebih kokoh menghadapi berbagai cuaca ekstrem. 

Cana

bitumen cana

Cana memiliki ukuran yang presisi sehingga memberikan hasil pemasangan yang lebih rapi. 

Genteng yang satu ini didatangkan langsung dari Korea dengan beragam pilihan model. Keunggulan jenis genteng yang satu ini adalah sifatnya yang self-adhesive sehingga memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan atap sejenisnya.

Semoga informasi seputar genteng bitumen ini bisa bermanfaat untukmu ya!

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti West Senayan hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
705 kali