OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Jenis Bunga KPR dan Metode Perhitungan Biayanya

10 September 2022 · 4 min read Author: Nik Nik Fadlah

bunga kpr

Ingin membeli rumah dengan sistem KPR? Agar tidak salah langkah, cari tahu dulu suku bunga KPR yang ditetapkan, yuk!

Memiliki rumah impian saat ini menjadi lebih mudah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diberikan oleh perbankan. 

Bukan hanya membeli rumah saja, melalui fasilitas ini pun kamu dapat memperbaiki rumah. 

Sesuai dengan namanya, fasilitas ini memang menggunakan sistem cicilan dalam jangka waktu tertentu yang disesuaikan dengan perjanjian. 

Dengan fasilitas ini, kamu juga bisa menyicil biaya dengan tambahan jenis suku bunga yang dibebankan pada nasabah.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah berbagai jenis suku bunga KPR yang wajib kamu pahami.

Mengenal Suku Bunga KPR

jenis bunga kpr

Sumber: Idxchannel.com

Fasilitas KPR tidak terlepas dari suku bunga yang dihadirkan. Jenis suku bunga ini memiliki besaran yang bervariasi. 

Umumnya, suku bunga yang berlaku adalah jenis suku bunga tetap atau mengambang. Biasanya, jenis suku bunga tersebut akan dibayarkan selama periode waktu yang telah dijanjikan. 

Pada dasarnya, besaran suku bunga akan dibebankan bersama dengan sisa angsuran pokok nilai pembiayaan dibayarkan tiap bulannya. 

Kenapa Penting Memahami Suku Bunga KPR dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

Secara garis besar, besaran cicilan yang dibayarkan tiap bulannya berasal dari penghasilan bulanan. 

Dengan memahami suku bunga, kamu bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik hingga mengetahui total nilai aset yang harus dibayarkan.

Ada dua metode yang digunakan dalam perhitungan suku bunga.

Pertama, metode efektif yang dilakukan dengan cara mengalikan sisa pokok pinjaman dengan bunga yang berlaku.

Kedua, metode flat yang dilakukan dengan cara melakukan perhitungan dari total pokok pinjaman awal. 

Jenis-jenis Suku Bunga KPR

metode perhitungan suku bunga kpr

Sumber: Tribunnews.com

Nah, berikut ini adalah jenis suku bunga dalam KPR.

1. Suku Bunga Mengambang (Floating)

Suku bunga mengambang atau floating adalah bunga yang diterapkan kepada debitur dengan mengikuti fluktuasi suku bunga acuan. 

Dengan kata lain, suku bunga menjadi tidak tetap alias bisa berubah selama jangka waktu peminjaman. Ini bergantung dari tingkat bunga yang ditetapkan oleh pihak bank.

Misalnya saja, pada awal perjanjian bunga yang disepakati adalah 8 persen. Selama jangka waktu peminjaman bunga dapat turun menjadi 7 persen atau naik menjadi 12 persen.

Tentunya, bank akan menginformasikan penurunan atau kenaikan suku bunga terlebih dahulu.

Adapun kelebihan suku bunga ini adalah memberikan keuntungan bagi nasabah jika tren suku bunga menurun.

Namun, suku bunga ini pun juga memiliki kekurangan, misalnya saja pembayaran cicilan bisa berubah yang mana dapat memengaruhi perencanaan keuangan.

2. Suku Bunga Terbatas (Capped)

Suku bunga ini sebenarnya hampir sama dengan jenis suku bunga KPR mengambang, yang membedakan adalah terdapat batasan. 

Sebagai contoh, apabila kamu mendapatkan suku bunga capped sebesar 10 persen, bunga yang dikenakan dapat bergantung sesuai dengan tren pasar. Tapi, angka maksimalnya sebesar 10 persen.

Apabila suku bunga di pasaran menyentuh angka 12 persen, maka kamu hanya akan dikenakan sebesar 10 persen.

Lain halnya jika suku bunga di pasaran menurun. Apabila suku bunga menurun sebut saja menjadi 8 persen, maka bunga yang dibebankan pada nasabah juga ikut turun menjadi 8 persen.

3. Suku Bunga Tetap (Fixed)

Sesuai dengan namanya, suku bunga ini bersifat tetap alias tidak berfluktuasi selama jangka waktu tertentu. 

Singkatnya, perubahan dalam pasar tidak akan memengaruhi besaran bunga pinjaman. 

Lalu, bagaimana jika suku bunga tetap telah selesai dalam jangka waktu tertentu?

Jika demikian, maka pihak bank akan menggunakan jenis suku bunga mengambang dan mengikuti perubahan pasar.

Jenis suku bunga KPR tetap memiliki banyak keuntungan. Di antaranya, perencanaan keuangan tidak akan terganggu hingga cocok digunakan pada pembayaran jangka pendek.

Meski begitu, suku bunga ini juga memiliki kekurangan, yakni nilai angsurannya terkadang lebih tinggi dibandingkan dengan bunga floating.

4. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)

Jenis suku bunga ini biasanya digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang dikenakan oleh pihak bank kepada nasabah. 

Oleh karena itu, besarannya sangat bergantung dan ditetapkan oleh masing-masing bank. Namun biasanya, disesuaikan dengan risiko debitur.

Metode Perhitungan Bunga KPR

1. Metode Perhitungan Efektif

Metode ini dilakukan dengan cara menghitung jumlah bunga yang ditentukan berdasarkan perkalian tingkat suku bunga dengan sisa pinjaman pokok. 

Jadi, saldo pokok pinjaman akan berkurang selama masa pinjaman. 

2. Metode Perhitungan Flat

Pada metode ini, pihak bank akan menghitung besaran bunga berdasarkan pokok pinjaman di masa awal, bukan berdasarkan sisa pinjaman. 

3. Metode Perhitungan Anuitas

Metode perhitungan anuitas memiliki tujuan untuk memudahkan nasabah dalam hal membayar cicilan per bulannya.

Dalam metode ini, jumlah angsuran pokok dan bunga yang dibayar akan sama setiap bulannya. 

Biasanya, porsi bunga pada masa awal akan sangat besar. Sementara, angsuran pokoknya akan lebih kecil. 

Itulah informasi mengenai jenis suku bunga KPR dan metode perhitungannya.

Semoga artikel ini dapat membantu Property People, ya!

Baca juga ulasan artikel gaya hidup, kabar properti hingga inspirasi desain, hanya di artikel.rumah123.com.

Bila kamu ingin cari rumah impian, yuk temukan beragam rekomendasi terbaiknya di Rumah123.com, karena kami #AdaBuatKamu.

Rekomendasi terbaik untuk memiliki apartemen di kawasan Depok, Jawa Barat, pastinya LRT City Cibubur.


Tag: ,


Nik Nik Fadlah

Content Writer

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan yang kini menjadi penulis di Rumah123 dan Berita 99. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA