merapikan mainan anak- rumah123.com Ada Lima Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Merapikan Mainan Anak di Rumah. Jangan Lupa Untuk Mengajak Anak-Anak Turut Berperan (Foto: Rumah123/Getty Images)

Tidak ada lagi cerita kalau mainan anak berantakan. Ada lima cara mudah yang bisa dilakukan untuk merapikan mainan anak. Yuk, bersih-bersih rumah.

Bagi kamu yang sudah menjadi mom and dad, pastinya sudah paham kalau anak-anak seringkali lupa atau mungkin malas merapikan mainan setelah bermain.

Hal biasa kalau kamu menemukan ruang bermain atau ruang tidur anak berantakan. Boneka, mobil, kereta, dan lainnya bisa bertebaran di mana-mana.

Baca juga: Mainan Ini Bikin Anak Pengen Merancang Robot, Yuk Beli!

Hmm, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengajarkan putra putri kamu untuk membereskan mainan setelah bermain. Jika kamar berantakan, kamu bisa memberitahu kepada anak-anak kalau untuk bermain lagi tentunya tidak menyenangkan.

Saat kamu meminta anak-anak membereskan dan merapikan mainan, sebenarnya kamu sedang mengajarkan anak mengenai beragam hal. Tidak menyangka kan kalau hal sepele ternyata memberikan manfaat lain.

Anak-anak bisa belajar saling membantu, mengatur mainan dan permainan menjadi aktivitas menarik yang bisa dilakukan bersama. Pelajaran itu didapatkan dengan mengatur mainan, kebanggaan memiliki mainan, kemampuan berhitung, kemampuan menyortir, keahlian mengelompokkan, dan juga kemampuan berbagi, hingga memutuskan untuk memberikan mainan yang tidak lagi terpakai.

Baca juga: Wow, Ada 25 Juta Mainan Lego Dalam Bangunan Ini

Situs properti Realestate.com.au memberikan lima tips bagaimana merapikan mainan anak-anak di rumah. Realestate.com.au merupakan situs milik REA Group Australia yang juga induk perusahaan Rumah123.com.

1. Menentukan Area Permainan

Ajak anak untuk berdiskusi dalam menentukan area permainan. Anak-anak hanya boleh bermain di area yang ditentukan. Jika dia suka menggambar atau melukis, dia hanya bisa melakukannya di area tersebut.

Anak-anak juga bisa menemukan mainan, peralatan melukis, dan lainnya dengan mudah. Semuanya berada di tempat yang sama sehingga anak-anak bisa menemukan dengan mudah.

2. Mendonasikan Mainan Ke Anak Lain Atau Panti Asuhan

Kalau koleksi mainan anak-anak sudah terlalu banyak atau ada mainan yang tidak lagi dimainkan lantaran anak sudah beranjak besar, kenapa tidak menyumbangkannya kepada tetangga, teman, atau sepupu anak.

Pilihan lainnya adalah menyumbangkan mainan tersebut ke panti asuhan atau tempat bermain umum. Siapa tahu mainan tersebut lebih berguna.

3. Menyimpan Mainan dengan Cerdas

Mainan dengan bentuk kecil bisa disimpan menggunakan kotak atau kontainer plastik. Anak-anak bisa menemukan mainan kecil dengan mudah.

Namun, mainan dengan ukuran sedang hingga besar bisa diletakkan dilantai. Kalau bisa digantung, kenapa tidak? Jika terlalu banyak, cari cara penyimpanan yang lain.

4. Menaruh Mainan Berukuran Besar Pada Tempat Khusus

Anak-anak pastinya memiliki mainan dalam bentuk besar. Anak perempuan memiliki rumah boneka dengan segala pernak perniknya. Anak laki-laki mempunyai mainan robot, kereta, dan mobil berukuran besar.

Nah, berikan tempat khusus untuk menaruh mainan dalam bentuk besar. Pastikan anak tidak memiliki mainan seperti ini dalam jumlah banyak.

5. Rutin Merapikan Mainan Setelah Bermain

Ajak anak-anak untuk mengingat kalau bermain itu belum berakhir kecuali mainan telah kembali ke tempat penyimpanan. Jadi ajarkan anak-anak untuk merapikan mainan usai bermain.

Anak perlu diberitahu jika mainan selalu dirapikan dan disimpan dengan baik, maka mainan bisa awet dan tahan lama. Pastinya kamu sering menjumpai anak menangis lantaran mainannya rusak.

Baca juga: Yuk, Bikin Storage Biar Nggak Pusing Simpan Mainan Anak

Bagikan: 1328 kali