Lawang Sewu, Semarang Merupakan Bangunan Peninggalan Zaman Hindia Belanda (Rumah123/Okezene.com)

Nama Lawang Sewu sudah terkenal hingga ke luar Semarang. Gedung ini memang berada di ibu kota provinsi Jawa Tengah tersebut.

Lawang Sewu dikenal sebagai gedung yang memiliki banyak pintu. Gedung ini juga mempunyai banyak jendela.

Baca juga: Yuk, Tengok Rumah Berdesain Burung Hantu di Korea Selatan

Masyarakat Semarang menamainya Lawang Sewu atau “Seribu Pintu”, meski sebenarnya pintu di sini tidak sampai seribu. Namun, karena pintunya memang banyak, masyarakat memberi julukan tersebut.

Selain itu, gedung ini juga dikenal berhantu. Acara uji nyali tempat berhantu pernah dilangsungkan di sini oleh sebuah stasiun televisi beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Gara-gara Hantu, Presiden Brasil Kabur dari Istana!

Bahkan, ada film bertemar horor berjudul Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak yang dirilis pada 2007 lalu. Mungkin kamu pernah menontonnya.

Sebenarnya, gedung ini merupakan kantor perusahaan kereta api pertama di Hindia Belanda. Gedung ini dibangun mulai 1904 silam.

Baca juga:  Milenial Sampe Lansia Ga Takut Beli Rumah Berhantu

Arsitek asal Belanda, Cosman Citroen mendesain bangunan ini. Gaya arsitekturnya adalah New Indies Style atau gaya Hindia Belanda yang baru. Gaya ini muncul pada akhir 1800-an dan awal 1900-an.

Pada jaman pendudukan Jepang, gedung ini sempat menjadi penjara. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan ini kembali menjadi gedung perusahaan kereta api.

Baca juga:  Agen Properti Dituntut Gara-gara Jual Rumah Berhantu

Di era pemerintaha Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, gedung ini direnovasi lantaran mengalami kerusakan parah. Lawang Sewu pun berubah menjadi destinasi wisata.

Sayangnya, memang tidak banyak bangunan peninggalan Belanda yang masih terjaga. Padahal gedung seperti ini memiliki gaya arsitektur khas perpaduan Belanda dan negeri jajahannya, Indonesia.

Bagikan: 953 kali