OK

Detik-detik Kematian Soekarno: Masa Jaya Sirna, Minta Nasi Kecap Ditolak

07/03/2022 by Reyhan Apriathama

detik kematian soekarno

Kematian Soekarno menjadi salah satu sejarah yang perlu kamu ketahui secara lengkap. Simak detik-detik sebelum ajal menjemput di sini!

Presiden Soekarno diketahui wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Banyak orang yang mengenang wafatnya Soekarno, sebagai bagian dari sejarah yang tak bisa terpisahkan.

Meski Bung Karno pernah meminta dirinya agar dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, namun Presiden Soeharto menginstruksikan untuk dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

Berjasa besar dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, bukan berarti Bung Karno memperoleh perlakukan khusus di akhir kepemimpinannya.

Seperti apa detik-detik kematian Soekarno yang banyak belum terungkap? Simak pembahasannya bersama-sama!

Fakta Kematian Soekarno yang Perlu Kamu Ketahui 

Soekarno Ambruk di Istana Negara

Sumber : Anefo

Ada beberapa fakta kematian Soekarno yang perlu kamu ketahui sebagai salah satu bagian dari sejarah sebagai berikut : 

1. Penyakit Gagal Ginjal 

Kesehatan Presiden Soekarno mulai menurun sejak Agustus 1965 silam.

Untuk diketahui, kematian Soekarno disebabkan salah satunya karena penyakit gangguan ginjal.

Sebelumnya, ia juga sempat melakukan perawatan intensif di Wina, Austria pada 1961 dan 1964 silam.

Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina mengatakan jika ginjal kiri Soekarno seharusnya diangkat, namun ia menolak dan memilih proses pengobatan tradisional.

Pada akhirnya ia bertahan selama 5 tahun, sebelum kemudian menghembuskan nafas terakhir.

2. Penjagaan Ketat 

Sebelum kematian Soekarno pada 21 Juni 1970, ia juga mengalami pengasingan pada 16 Juni 1970 di Wisma Taso.

Pada kondisi tersebut, kekuasaannya juga mulai berkurang dan dikatakan dalam keadaan sekarat.

Sudah dalam keadaan sekarat, Bung Karno juga memperoleh pengawasan yang sangat ketat.

Dalam buku “Soekarno Poenja Tjerita”, dijelaskan jika keluarga juga dipersulit untuk bertemu dengan Soekarno.

Sejumlah alat penyadap juga sudah terpasang di dalam rumah.

“Rupanya singa tua yang sakit-sakitan dalam sangkar berlapis ini masih menakutkan bagi Jenderal Soeharto,” tulis buku itu.

Soekarno kemudian ditempatkan dalam sepetak kamar yang berpenjagaan berlapis di sebuah rumah sakit.

Pada Sabtu 20 Juni 1970, kesehatan Soekarno terus memburuk dan kesadaran berangsur-angsur menurun.

3. Sekadar Sarapan Nasi dan Kecap Saja Ditolak 

Salah satu momen sebelum kematian Soekarno yang banyak orang tak tahu adalah sulitnya ia ketika memperoleh makanan.

Ini dijelaskan dalam buku berjudul “Maluwi Saelan, Penjaga Terakhir Soekarno,” yang diterbitkan Kompas pada 2014 silam.

Dalam buku tersebut diceritakan jika Soekarno meminta sarapan roti bakar seperti biasanya.

Kemudian langsung dijawab pelayan, “Tidak ada roti.”

Soekarno menyahut, “Kalau tidak ada roti, saya minta pisang.” 

Dijawab, “Itu pun tidak ada.” karena lapar, Bung Karno meminta, “Nasi dengan kecap saja saya mau.”

Lagi-lagi pelayan menjawab, “Nasinya tidak ada.”

Pada akhirnya, Soekarno berangkat ke Bogor untuk mendapatkan sarapan di sana.

4. Pesan Terakhir Kematian Soekarno 

Makam Bung Karno

Sumber : Alinea.id

Ada momen dan saat terakhir kematian Soekarno yang tak bisa dilupakan oleh anak-anaknya. 

Pada hari Minggu 21 Juni 1970, Bung Karno mengalami tak sadarkan diri.

Dokter yang merawat Bung Karno, Mahar Mardjono lantas menghubungi keluarga Bung Karno untuk memberi tahu kondisi kesehatannya.

Pukul 07:00, dokter Mahar kemudian membuka kamar ruang Bung Karno.

Anak-anak Bung Karno kemudian masuk ke ruang rawat, dan mengajukan sejumlah pertanyaan ke dokter Mahar.

Meski demikian, dokter Mahar tak berani menjawab kemudian menggelengkan kepalanya sendiri.

Tak beberapa saat kemudian, suster mencabut selang makanan dan alat bantu pernapasannya.

Anak-anak Soekarno kemudian mengumandangkan takbir.

Megawati kemudian membisikkan kalimat syahadat di telinga sang ayah.

Soekarno yang masih bisa mendengarkan ucapan Megawati, berusaha mengikutinya.

“Allaaah….,” ucap Soekarno lirih seiring nafasnya yang terakhir.

5. Sosok Istri Hingga Ajal Kematian Soekarno 

Soekarno dan Hartini Resize

Sumber : Grid.id

Memiliki beberapa istri dan anak dari berbagai hasil pernikahannya, di samping Hartini Soekarno menghembuskan nafas terakhir.

Pernikahan Bung Karno dan Hartini diawali oleh pertemuan keduanya di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Saat itu, Bung Karno sedang melakukan  kunjungan kerja.

Sementara, dari sumber yang lain pertemuan di Candi Prambanan itu merupakan kelanjutan cinta pandangan pertama setelah pertemuan di rumah dinas Wali Kota Salatiga, setahun sebelumnya.

Soekarno meminang Hartini, yakni janda 29 tahun dengan lima orang anak. 

Hartini mempertahankan statusnya hingga akhir kematian Soekarno.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai detik-detik kematian Soekarno yang di akhir hidupnya tidak memperoleh perlakuan khusus sebagai kepala negara.

Temukan berbagai inspirasi menarik seputar gaya hidup selengkapnya di artikel.rumah123.com

Wujudkan rumah idaman seperti Jakarta Garden City bersama  Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!


Tag: ,


Reyhan Apriathama

Reyhan Apriathama

Seorang mas-mas penulis Rumah123.com yang suka otomotif, sepak bola, gadget, dan musik-musik lawas.