OK

Contoh Kalimat Denotasi dan Konotasi, Beserta Penjelasan dan Ciri-Cirinya. Sudah Tahu?

04/03/2022 by Nico Nadine

contoh kalimat denotasi

Pernahkah kamu mendengar apa itu kalimat denotasi? Jika belum, yuk simak penjelasan lengkap serta contoh kalimat denotasi di sini!

Dalam Bahasa Indonesia, terdapat sebuah jenis kalimat yang disebut sebagai kalimat denotasi.

Umumnya, kalimat denotasi digunakan di kehidupan sehari-hari ketika kita sedang berbicara dengan orang lain.

Kalimat atau kata denotasi dapat diartikan sebagai kata yang memiliki arti sebenarnya.

Hal ini tentunya berbeda dengan kalimat konotasi yang memiliki arti kalimat dengan kata kiasan.

Yuk, simak penjelasan lengkap dan contoh kalimat denotasi di bawah ini!

Penjelasan Kalimat Denotasi

contoh kalimat denotatif

sumber: brainly.co.id

Kalimat denotasi adalah kalimat yang memiliki arti yang sebenarnya dan apa adanya.

Kalimat ini paling sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Denotasi adalah kebalikan dari kalimat konotasi yang memiliki arti kalimat dengan makna kias atau bukan arti sebenarnya.

Umumnya, konotasi digunakan pada pantun, cerita pendek, dan berbagai karya seni sastra lainnya.

Sementara kalimat denotasi digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan paling mudah untuk dijumpai.

Ciri-Ciri Kalimat Denotasi

Berikut adalah ciri-ciri kalimat denotasi:

-Makna kata atau kalimat sesuai apa adanya.

-Makna kalimat sesuai dengan hasil observasi.

-Makna menunjukkan langsung pada makna acuan dasarnya.

-Makna kalimat tidak ambigu dan tidak bermakna ganda.

Contoh Kalimat Denotasi dalam Kehidupan Sehari-hari

makna kalimat denotasi

sumber: slideplayer.info

Berikut adalah contoh kalimat denotasi yang bisa kamu temukan di kehidupan sehari-hari:

1. Mira terkena luka bakar karena habis bermain api.

2. Adik sedang belajar untuk persiapan ujian akhir.

3. Bunga melati di halaman sudah mekar.

4. Dira sedang sakit typhus dan merasa pahit ketika memakan kue.

5. Beras yang dibeli oleh ibu dipenuhi kutu.

6. Kulit kakak lecet karena baru saja terjatuh dari sepeda.

7. Anak-anak perumahan itu tenggelam ketika berenang di lautan.

8. Mata pelajaran nanti siang adalah Matematika.

9. Pak Dono memiliki banyak sapi perah di peternakannya.

10. Sandi dan kawan-kawannya mengikat tangan dan kaki pencuri.

11. Tanaman itu selalu disiram oleh ayah setiap pagi dan sore hari.

12. Nenek sedang menggulung tikar setelah pengajian selesai.

13. Ali menyeduh teh menggunakan air panas.

14. Kakek sedang duduk di kursi empuk yang ada di ruang tamu.

15. Kemarin rumah terasa sangat panas di siang hari.

Contoh Kalimat Denotasi dan Konotasi

Berikut adalah contoh kalimat denotasi dan konotasi yang bisa kamu ketahui:

Contoh Kalimat Konotasi

1. Meski Fahmi menduduki kursi empuk di perusahaannya, dia tidak pernah sombong.

(Kursi empuk memiliki artian jabatan yang bagus)

2. Adam sudah angkat kaki dari perusahaannya.

(Angkat kaki memiliki artian pergi atau pindah)

3. Pengalaman pahit yang dirasakan Mawar menjadi penyemangat untuk mencapai kesuksesan.

(Pahit memiliki arti hal yang tidak menyenangkan di hati)

4. Para pedagang di pasar sudah gulung tikar karena selalu merugi.

(Gulung tikar memiliki arti bangkrut)

5. Karena kelakuannya, Dini menjadi buah bibir di komplek tempat tinggalnya.

(Buah bibir memiliki arti bahan pembicaraan)

6. Bunga desa itu kini sudah menikah dengan saudagar kaya raya dari kota.

(Bunga desa memiliki arti perempuan yang paling cantik)

7. Doni memiliki sifat yang ringan tangan pada orang yang kurang mampu.

(Ringan tangan memiliki arti senang membantu)

8. Anak itu sering mengadu domba teman-teman di sekolahnya.

(Adu domba memiliki arti suka menghasut atau memfitnah)

9. Dian bisa masuk kerja meski tidak berpengalaman karena kenal dengan orang dalam.

(Orang dalam memiliki arti orang yang berwenang atau kerabat)

10. Anak itu hidup sebatang kara setelah orang tuanya meninggal.

(Sebatang kara memiliki arti sendirian).

Contoh Kalimat Denotasi

1. Andi sedang duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa.

(Kursi empuk adalah kursi yang nyaman untuk diduduki)

2. Adam merasakan pahit ketika meminum obat dari apotik.

(Pahit adalah rasa tidak sedap seperti rasa empedu)

3. Kaca milik Mira jatuh dan hancur menjadi berkeping-keping.

(Hancur adalah rusak atau tidak lagi utuh)

4. Yeni sedang menggulung tikar di masjid.

(Tikar adalah anyaman yang digunakan untuk tempat duduk)

5. Ibu Andi sudah pergi ke pasar sejak dini hari tadi.

(Dini adalah pagi hari)

Temukan informasi menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Ingin cari hunian terbaik dengan lokasi paling strategis, kamu bisa cek portal Rumah123.com.

Segera temukan rumah impian seperti di Golden Hills.

Wujudkan hunian idamanmu sekarang juga, karena kami #AdaBuatKamu!