kpr tapera Sumber: Bisnis.com

Perhitungan pelunasan KPR dipercepat merupakan salah satu keputusan yang sangat penting, terlebih kebutuhan pangan dan ekonomi yang semakin meningkat.

Untuk diketahui, saat penghasilan seseorang sudah mulai meningkat dalam taraf kemakmuran tertentu, maka pelunasan KPR dipercepat menjadi solusi untuk mengurangi hutang bank.

Tak hanya sekadar melunasi rumah pertama, keputusan tersebut juga kerap dilakukan apabila seseorang yang sudah berkecukupan.

Adapun, pertimbangan dalam memperhitungkan pelunasan KPR dipercepat dari berbagai hal, baik usaha sampingan maupun saat debitur memperoleh bonus yang menjanjikan.

Lantas, bagaimana perhitungan pelunasan KPR dipercepat secara efektif dan efisien untuk mengurangi hutang jangka panjang? Simak pembahasannya bersama-sama!

Macam-Macam Cara Perhitungan Pelunasan KPR Dipercepat yang Wajib Kamu Tahu! 

Supaya kamu merasa lebih tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi beban cicilan melalui langkah sebagai berikut : 

1. Pastikan Kamu Sudah Mengetahui Sisa Pokok dan Bunga 

Sebelum melunasi KPR, pastikan kamu mengetahui jenis bunga KPR yang kamu gunakan baik bunga tetap maupun anuitas.

Apabila dalam masa proses kredit bunga KPR sudah pada bunga anuitas, maka harus diketahui jika sistem tersebut telah bekerja.

Adapun, bunga anuitas merupakan sistem pembayaran cicilan dimana angsuran bersifat tetap setiap bulannya dengan komposisi antara pokok dan bunga. 

Perlu kamu ketahui, pembayaran angsuran dalam beberapa tahun pertama mempunyai komposisi bunga yang lebih besar dari pokok angsuran.

Sebagai contoh, kamu mempunyai pinjaman KPR di sebuah bank swasta senilai Rp300 juta dengan bunga 8,75% anuitas dan bunga floating 13% selama 10 tahun maka angsuran per bulannya adalah : Rp3,274,800. 

Selama setahun pertama, angsuran yang kamu bayarkan senilai Rp39,297,600 dengan komposisi bunga senilai Rp22,312,500, sementara pokok yang dibayarkan selama setahun Rp16,985,100.

Kemungkinan jumlah nominal pokok pinjaman kamu sesungguhnya masih memiliki jumlah yang sangat besar.

Oleh sebab itu, melunasi pinjaman KPR dengan pokok yang besar cenderung berisiko karena besaran jumlah penalti.

Beberapa bank menyebutkan jika jumlah penalti di atas 1% dari sisa hutang, namun ada juga yang lebih sehingga harus dipastikan terlebih dahulu.

2.  Gunakan Tabungan Sebagai Perhitungan Pelunasan 

Apabila kamu melakukan proses pengajuan KPR di perbankan konvensional dengan bunga anuitas membuat pokok pinjaman kamu tergerus dengan lambat.

Jika kamu sudah memiliki penghasilan sampingan maupun bonus yang besar, tak ada salahnya untuk menabung sebagai cara melunasi pokok pinjaman KPR.

Misalnya jika kamu memiliki pinjaman KPR sebesar Rp225 juta dengan bunga 7,5% anuitas dan bunga floating selama 11,7% selama 12 tahun maka angsuran bulanannya adalah : Rp2,250,000.

Selama setahun, nominal yang kamu bayarkan senilai Rp27 juta, dengan komposisi bunga sebesar Rp14,550,000 dan angsuran pokok sebesar Rp12,450,000.

Bandingkan jika kamu menabung Rp1,5 juta selama per bulan, maka kamu sudah mencapai Rp18 juta.

Bukan tak mungkin perhitungan pelunasan KPR dipercepat tersebut bisa dilakukan dari waktu yang diperkirakan.

Meski demikian, kamu tetap harus memperhitungkan biaya penalti yang sudah ditentukan oleh kreditur.

3. Gunakan Tabungan dan Obligasi 

Apabila kamu memiliki uang tunai yang tidak digunakan, tak ada salahnya untuk mengalokasikan pada tabungan berjangka dan obligasi.

Pasalnya, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) memiliki tingkat bunga dan bagi hasil yang besar daripada bunga tabungan dan bagi hasil yang besar dibandingkan persentase nilai inflasi tahunan.

Sebagai contoh, kamu menyimpan obligasi senilai Rp25 juta dengan bunga imbalan senilai 9,5 persen per tahun maka bisa memperoleh : 

Rp25,000,000 x 9,5% per tahun : Rp2,375,000 per tahun, maka selama 3 tahun memperoleh total Rp25,000,000 + Rp7,125,000 = Rp32,125,000.

Dengan demikian, kamu bisa mengkombinasikan hasil pendapatan tabungan tetap kamu per bulan, sehingga percepat pelunasan bisa dilakukan.

4. Over Kredit ke Bank Syariah 

rumah syariah

Selain menabung, proses perhitungan pelunasan KPR dipercepat bisa kamu lakukan melalui restrukturisasi hutang KPR.

Kamu bisa melakukan over kredit ke Bank Syariah setelah pokok hutang dan bunga bank telah dibayarkan terlebih dahulu, sehingga nominal yang diperoleh menjadi lebih elastis.

Ketika kamu melunasi pinjaman di Bank Konvensional masih tersisa sebanyak Rp100 juta.

Dengan jangka waktu 24 bulan dan margin 6,5%, bank syariah hanya mengambil keuntungan senilai Rp16,512,000, dan bisa kamu lunasi selama 24 bulan senilai Rp4,854,666.

5. Nilai Inflasi 

Perlu diketahui, setiap tahunnya seluruh negara memiliki tingkat inflasi sehingga perhitungan pelunasan KPR dipercepat menjadi salah satu keputusan yang harus dicermati.

Apabila angsuran bulanan Rp4,5 juta per bulan tahun ini pastinya berbeda dengan Rp4,5 juta di tahun 2024, sehingga cicilan tidak boleh melebihi 30% dari penghasilan bulanan.

Jika tidak ada beban yang harus ditanggung, maka akan sangat melegakan pihak debitur  meski harus membayar sedikit penalti pelunasan.

Meski demikian, nominal penalti pelunasan bisa disesuaikan sehingga nominalnya menjadi lebih kecil dan elastis pasca potongan biaya lainnya.

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai proses perhitungan pelunasan KPR dipercepat supaya kamu bisa membeli rumah selanjutnya, maupun terbebas dari hutang.

Temukan tips dan trik menarik seputar finansial dan keuangan keluarga, selengkapnya di Rumah123. 

"Berencana cari properti idaman? Kamu bisa cek Kingspoint Private Residence selengkapnya."

Bagikan:
1019 kali