OK

Cara Mengqodho Sholat Fardhu Sesuai Ajaran Islam, Beserta Hukum dan Niatnya

28/06/2022 by Maskah Alghofar

cara mengqodho sholat

Sholat fardhu yang terlewat tetap bisa dikerjakan dengan cara mengqodho sholat sesuai dengan ajaran Islam. Cek hukum dan niatnya di sini!

Salat merupakan rukum Islam kedua yang wajib dipatuhi dan dikerjakan umat muslim.

Namun, dalam prosesnya ada saja perkara dunia yang membuat manusia lalai dan lupa.

Meski begitu, Allah SWT selalu memberikan kemudahan kepada hamba-Nya dalam beribadah.

Termasuk untuk perkara salat terlewat yang bisa dikerjakan dengan cara mengqodho sholat.

Keringanan ini diberikan untuk umat muslim yang terlupa atas ketidaksengajaan dan halangan sesuai syariat.

Berikut ini hukum, niat, dan tata cara mengqodho sholat fardhu yang bisa kamu lakukan saat terlupa.

Cara Mengqodho Sholat Fardhu 

cara mengqodho sholat

Sumber: Pikiranrakyat.com

Tata cara qodho sholat bisa dilakukan sesuai dengan aturan dan syariat Islam.

Baik untuk cara mengqodho sholat asar di waktu maghrib atau cara mengqadha shalat maghrib di waktu isya.

Adapun yang harus diperhatikan adalah sebagaimana berikut.

1. Segera Dilakukan Saat Teringat

Mengutip dari laman Muslim.or.id, mengqodho sholat harus dilakukan ketika seseorang sadar dan teringat dari lupa.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من نامَ عن صلاةٍ فليصلِّها إذا ذَكرَها

“Barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat” (HR. Al Bazzar 13/21, shahih).

2. Salat Sekaligus Jika yang Terlupa Lebih dari 1 Waktu

Lantas, bagaimana jika salat yang terlewat lebih dari 1? Apakah  cara mengqodho sholat dzuhur dan lainnya dilakukan pada waktunya?

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dikutip dari Muslim.or.id, semuanya bisa dikerjakan sekaligus tanpa menunggu waktu salatnya tiba.

“Dikerjakan semuanya sekaligus. karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika terlewat beberapa shalat pada saat perang Khandaq beliau mengerjakan semuanya sebelum maghrib.”

“Dan demikianlah yang semestinya dilakukan setiap orang yang terlewat shalatnya, yaitu mengerjakan semuanya sekaligus tanpa menundanya.”

Pada dasarnya, cara mengqodho sholat tidaklah rumit, yakni setiap orang yang teringat dari lupa harus segera berwudhu dan salat.

Niat Mengqodho Sholat 

orang salat di masjid

Sumber:Learnreligions.com

Sebenarnya tidak ada lafal niat yang khusus untuk cara mengqodho sholat.

Bahkan, jika salat yang ditinggalkan lebih dari satu, maka setelah salam, bisa berdiri kembali untuk mengqodho sholat selanjutnya.

1. Niat Mengqodho Sholat Subuh

“Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati qodho’an lillaahi ta’aalaa.”

“Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Cara Mengqodho Sholat Dzuhur

“Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

“Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu zuhur sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Ta’ala.”

3. Niat Sholat qodho’ Ashar

“Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

“Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Taala.

4. Niat Cara Mengqodho Sholat Magrib

“Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.”

“Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga rakaat dengan menghadap kiblat, serta qodho karena Allah Taala.”

5. Niat Mengqodho Sholat Isya

“Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qodho’an lilaahi ta’aalaa.

“Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat serta qodho karena Allah Taala.”

Hukum Mengqodho Sholat 

Hukum shalat fardhu atau 5 waktu merupakan ibadah yang wajib dilakukan setiap umat Islam.

Melansir dari NU Online, jumhur ulama sepakat meninggalkan sholat fardhu, baik sengaja atau karena ada udzur yang syar’i, kewajiban untuk menggantinya tetap berlaku.

“Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan sholat. Yang disebut menyia-nyiakan sholat adalah mereka yang menunda sholat, hingga masuk waktu sholat berikutnya.”

“Siapa yang ketiduran hingga telat sholat maka hendaknya dia mengerjakannya ketika bangun.” (HR. Muslim)