KPR rumah

Semakin mudahnya proses KPR (Kredit Pemilikan Rumah) membuat pembelian properti terus meningkat. 

Bahkan, kini ada rumah yang menggunakan DP 0 persen sehingga kamu hanya perlu membayar cicilan per bulan. 

Meski begitu, kamu tetap harus memenuhi berbagai persyaratan agar permohonan KPR diterima. 

Misalnya, batas usia, jumlah penghasilan, hingga status kewarganegaraan. 

Bank juga berhak menolak permohonan KPR jika calon debut memiliki potensi kredit macet. 

Saat permohonan KPR ditolak, beberapa orang akan menyiasatinya dengan mengajukan KPR atas nama orang lain seperti teman maupun saudara. 

Namun, apakah mengajukan KPR dengan nama orang lain diperbolehkan?

Berikut penjelasan cara mengajukan KPR dengan nama orang lain beserta risiko yang mungkin akan kamu hadapi jika melakukannya. 

Cara Mengajukan KPR dengan Nama Orang Lain, Bolehkah?

cara mengajukan KPR dengan nama orang lain sumber: Bale Agung

Kebanyakan orang akan melakukan perjanjian di bawah tangan saat melakukan pengajuan KPR dengan nama orang lain. 

Melansir laman resmi BPHN (Badan Pembinaan Hukum Nasional), perjanjian pinjam nama merupakan salah satu jenis perjanjian innominaat.

Artinya, perjanjian pinjam nama belum ada pengaturannya secara khusus dalam KUHPerdata.

Perjanjian nominee kerap kali digunakan dalam hal penguasaan tanah di Indonesia oleh warga negara asing (WNA).

Misalnya, dalam perjanjian disebutkan bahwa hak tanah menggunakan nama dari WNI, sementara keuangannya berasal dari pihak WNA. 

Namun, hal tersebut harus dilengkapi pernyataan dari pihak WNI bahwa sebenarnya tanah hak tersebut adalah milik WNA yang bersangkutan.

Perjanjian ini juga yang biasanya digunakan untuk mengajukan KPR dengan nama orang lain. 

Selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan, mengajukan KPR atas nama orang lain bisa saja dilakukan. 

Misalnya jika kamu ingin membeli rumah dan meminjam nama saudaramu. 

Seperti kasus di atas, nantinya sertifikat rumah tersebut juga atas nama saudara yang mengajukan KPR tersebut. 

Meskipun sebenarnya uang DP (Down Payment) dan cicilan KPR setiap bulannya dibayarkan oleh kamu sendiri.

Nantinya, kamu bisa mengalihkan rumah tersebut menjadi milikmu sendiri, bukan atas nama orang lain. 

Salah satunya dengan cara melakukan take over agar cicilan KPR nantinya beralih atas nama pribadi. 

Namun, untuk melakukan itu, kamu harus melalui proses jual beli lewat notaris dan bank.

Risiko Mengajukan KPR dengan Nama Orang Lain

Meskipun dapat dilakukan, mengajukan KPR dengan nama orang lain memiliki risiko tersendiri, yaitu:

1. Permohonan KPR Ditolak Bank

cara mengajukan KPR dengan nama orang lain 2 sumber: rumahhokie.com

Risiko pertama yang biasanya dihadapi saat mengajukan KPR atas nama orang lain yakni kemungkinan terjadinya penolakan dari bank. 

Meskipun orang tersebut berpenghasilan cukup, namun hal itu belum tentu menjamin KPR dapat disetujui. 

Untuk itu, pastikan juga orang kamu pinjam namanya untuk mengajukan KPR tak memiliki riwayat buruk. 

Kamu dapat mencari tahu hal tersebut melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

2. Terjadinya Kredit Macet

cara mengajukan KPR dengan nama orang lain 3 sumber: Julo's Blog

Risiko lainnya jika mengajukan KPR dengan nama orang lain ialah terjadinya kredit macet. 

Hal ini tentu akan merugikan nama orang lain yang dipinjam untuk pengajuan KPR.

Tak hanya itu, bisa saja uang cicilan KPR yang kamu setorkan ke orang lain malah dipergunakan secara tak bertanggung jawab.

Untuk itu, akan lebih baik jika kamu menunda pembelian rumah hingga keuangan stabil dan memenuhi persyaratan.

3. Potensi Terjadinya Sengketa

Contoh Lahan Sengketa_1 Sumber : delikkalbar.com

Salah satu risiko terbesar ialah adanya kemungkinan terjadi sengketa di kemudian hari. 

Perlu diingat, meskipun kamu membayar KPR setiap bulannya, namun kepemilikan rumah tetap nama orang lain.

Untuk itu, pastikan kamu mengantisipasinya ketika KPR telah lunas. 

4. Sulit Mengajukan KPR Lagi

pengajuan kpr ditolak

Risiko terakhir mengajukan KPR dengan nama orang lain adalah kesulitan mengajukan KPR rumah kedua.

Pengajuan KPR kedua harus mempertimbangkan rasio kredit KPR pertama.

Debitur memang bisa mengajukan KPR meskipun cicilan KPR pertama belum lunas.

Meski begitu, tidak ada jaminan bahwa pengajuan kedua akan diterima oleh pihak bank. 

Terlebih lagi jika KPR rumah pertama yang menggunakan nama orang lain mengalami masalah.

Hal tersebut tentunya akan merugikan orang lain yang kamu pinjam namanya.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Trans Park Bintaro hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
408 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia