tips mengelola THR

Salah satu hal yang dinanti saat Hari Raya Idul Fitri adalah THR. Berikut ini sejumlah tips mengelola THR yang baik di masa pandemi covid-19. 

Dalam beberapa hari ke depan, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

Ada yang berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya yaitu pandemi virus covid-19 atau virus corona. 

Saat menjalankan ibadah puasa juga berbeda karena tidak ada lagi shalat tarawih berjamaah di masjid. 

Ada himbauan untuk tidak berkumpul. Masyarakat diminta melakukan social distancing dan physical distancing

Jelang hari raya, biasanya mereka yang bekerja sebagai pegawai akan mendapatkan THR (tunjangan hari raya) sebesar satu kali gaji. 

Bagi kamu yang baru saja memperoleh THR dan juga gaji, kamu beruntung lantaran banyak yang harus merasakan dampak pandemi covid-19. 

Ada yang kehilangan penghasilan, harus rela gaji dipotong, tidak memperoleh THR, dan lainnya. 

Situs properti Rumah123.com akan memberikan tips mengelola THR yang bijak di masa pandemi covid-19. 

Tips Mengelola THR Biar Tidak Habis Begitu Saja 

Setiap pekerja pastinya menerima THR, sementara untuk bonus, tidak semua menerimanya lantaran berbagai sebab. 

Jumlah THR sebesar satu kali gaji tentunya menjadi pemasukan yang cukup besar setiap tahun. 

Untuk itu, dana THR ini harus dikelola dengan baik agar bisa disimpan, dikeluarkan secara baik, atau bahkan bisa diinvestasikan. 

1. Membayar Zakat Fitrah, Zakat Mal, Infak dan Sedekah Terlebih Dahulu 

Setelah menerima THR, sebaiknya kamu langsung menyisihkan 2,5 persen untuk zakat harta atau zakat mal. 

Jangan lupa untuk membayar zakat fitrah secepatnya dan sesuai dengan apa yang kamu makan. 

Saat membayar zakat fitrah, tentunya menyesuaikan dengan tingkatan beras yang dimakan alias berapa harganya. 

Ketika bulan Ramadan, ada baiknya kamu lebih giat dalam memberikan infak dan sedekah untuk memperbanyak pahala. 

2. Memberikan THR untuk Orang-orang Terdekat 

Biasanya, saat lebaran, kamu juga harus memberikan THR kepada orang-orang terdekat atau mereka yang bekerja untuk kamu. 

Kalau kamu memiliki ART (asisten rumah tangga), pengasuh anak, supir, atau tukang ojek langganan anak. 

Mau tidak mau, kamu juga harus ikut berbagi memberikan THR yang besar bisa disesuaikan dengan kemampuan kamu. 

Pilihan lainnya adalah memberikan parsel atau sembako untuk mereka, selain memberikan THR.

Namun, untuk ART atau pengasuh anak yang tinggal di rumah kamu, sebaiknya kamu memberikan satu bulan gaji. 

Tidak ketinggalan, kamu juga bisa memberikan THR kepada orang tua dan mertua meskipun mereka mampu. 

Orang tua dan mertua pastinya senang jika anak-anak mereka memberikan perhatian saat lebaran. 

3. Membayar Cicilan Utang 

Jika kamu memiliki cicilan utang seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). 

Atau KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), KTA (Kredit Tanpa Agunan), cicilan kartu kredit, atau lainnya. 

Coba sisihkan dari THR untuk minimal satu kali pembayaran agar kamu bisa memiliki cadangan cicilan. 

Kalau jumlah THR cukup besar, mungkin kamu bisa melunasi cicilan kartu kredit atau KTA agar tidak memberatkan pengeluaran bulanan. 

4. Menyisihkan Kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 

Biasanya, kebutuhan untuk makan pada Idul Fitri memang besar. Hal yang dimaklumi lantaran memang satu tahun sekali. 

Orang akan membeli baju lebaran terutama untuk anak-anak, keponakan, orang tua, hingga mertua. 

Belum lagi, saat lebaran nanti, kamu juga mungkin akan memberikan amplop lebaran untuk keponakan terdekat. 

Nah, bagaimana dengan makanan saat hari raya? Kamu akan mengeluarkan uang banyak untuk menyiapkan hidangan lebaran. 

5. Menabung Biaya Mudik 

Idul Fitri pada 2020 ini tentunya kamu tidak mudik atau pulang kampung ke daerah asal orang tua atau mertua. 

Adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) membuat kamu harus merayakan Idul Fitri di rumah. 

Namun, kamu bisa mengalokasikan dana THR untuk mudik pada tahun-tahun mendatang agar biaya sudah tersedia. 

Jika kamu menggunakan kereta api, bus, pesawat terbang, atau kapal laut, pastinya kamu harus memesan tiket dari beberapa bulan sebelumnya. 

6. Menyisihkan untuk Dana Darurat 

Pandemi virus corona tentunya menyadarkan kamu mengenai pentingnya memiliki dana darurat lho.

Kamu sudah memahami dana darurat? Ini merupakan pengeluaran rutin kamu selama satu bulan. 

Dana darurat berbeda dengan penghasilan satu bulan ya. Jika penghasilan kamu satu bulan adalah Rp10 juta. 

Sementara pengeluaran kamu selama satu bulan hanya Rp7 juta, maka kamu harus menyiapkan sejumlah itu. 

Idealnya, jika kamu masih lajang alias jomlo, kamu harus memiliki dana darurat sebanyak 3 bulan. 

Kalau sudah menikah dan memiliki anak, setidaknya kamu harus mempunyai dana darurat minimal 6 bulan.

7. Menyisihkan untuk Tabungan 

Kamu juga bisa mengalokasikan THR untuk tabungan sebagai alternatif lain kalau sudah memiliki dana darurat. 

Sisihkan saja beberapa persen dari THR untuk tabungan apa saja, mungkin tabungan pensiun, tabungan pendidikan anak, dan lainnya. 

Jadi biasakan untuk menabung sejumlah bagian dari THR dan tidak menghabiskannya begitu saja.

8. Melirik Investasi 

Kalau kamu telah memiliki tabungan, dana darurat, dan sudah membayar kewajiban seperti zakat, dan lainnya. 

Saatnya, untuk melirik instrumen investasi. Kamu bisa membeli reksadana, obligasi, saham, emas, atau masuk ke crowdfunding

Hal ini dilakukan agar dana THR ini bisa berkembang biak setelah diinvestasikan dan tidak habis.

Baca juga: Uang THR untuk DP Rumah, Kenapa Gak?

Bagikan:
1296 kali