Rumah adat Sumatera Utara terdiri dari beragam jenis. Masing-masing mempunyai ciri khas dan keunikannya tersendiri baik dari segi arsitektur maupun desain.

rumah adat sumatera utara

Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 33 kabupaten dan kota yang terbagi menjadi 25 kabupaten dan 8 kota.

Setidaknya terdapat 11 etnis atau suku bangsa di Provinsi Sumatera. 

Etnis terbesar di Sumut adalah suku Batak (Karo, Simalungun, Tapanuli atau Toba, Mandailing dan Pakpak) sebanyak 44,75 persen. 

Kemudian, suku pendatang dari Pulau Jawa (Betawi, Banten, Sunda, Jawa dan Madura) sebanyak 33,40 persen.

Suku-suku di Sumatera Utara umumnya mempunyai rumah adat mereka sendiri. 

Rumah adat Sumatera Utara terdiri dari beragam jenis. 

Masing-masing mempunyai ciri khas dan keunikannya tersendiri, baik dari segi arsitektur, desain, ataupun fiturnya.

Yuk, cari tahu delapan rumah adat dari Sumatera Utara berikut ini:

Rumah Adat Karo

rumah adat sumatera utara Sumber: Tribunnews

Rumah adat Karo juga dikenal sebagai rumah adat Siwaluh Jabu.

Nama tersebut mengartikan bahwa rumah adat Karo dihuni oleh delapan keluarga. 

Mereka memiliki peran masing-masing dalam kehidupan rumah tangga.

Rumah adat Karo terdiri dari Jabu Jahe (hilir) dan Jabu Julu (hulu). 

Masing-masing jabu terbagi lagi menjadi dua dan menghasilkan beberapa jabu.

Rumah Adat Bolon

rumah adat sumatera utara Sumber: Wikipedia.org

Rumah adat Bolon diakui secara nasional sebagai simbol rumah adat Sumatera Utara. 

Dengan bentuk persegi panjang,rumah adat ini terbuat dari material yang berasal dari alam.

Umumnya, rumah adat Bolon dihuni oleh empat hingga enam keluarga. 

Mereka hidup bersama dengan beberapa hewan ternak yang dipelihara di kolong rumah.

Rumah Adat Mandailing

rumah adat sumatera utara Sumber: Media Indonesia

Rumah adat Mandailing dihuni oleh suku Mandailing yang tinggal berbatasan dengan wilayah Provinsi Riau.

Dalam bahasa lokal, rumah adat Mandailing disebut sebagai Bagas Godang. 

Bagas mempunyai makna rumah, sementara Godang bermakna banyak.

Secara struktur, rumah adat Mandailing memiliki bentuk yang cukup berbeda dengan rumah adat Sumatera Utara lainnya. 

Baca Juga: Rumah Adat Betawi, Hunian Khas Penduduk Asli Jakarta yang Penuh Filosofi

Rumah Adat Pakpak

rumah adat sumatera utara Sumber: Pariwisatasumut.net

Rumah adat Pakpak mempunyai bentuk yang khas di mana bangunan terbuat dari material kayu dan atapnya dari ijuk.

Rumah adat yang juga disebut sebagai Jerro ini merepresentasikan budaya Pakpak yang khas dalam setiap bagian bangunannya.

Bila dilihat secara umum, rumah adat Pakpak memiliki karakteristik dan bentuk yang tak jauh berbeda dengan rumah adat lainnya.

Rumah Adat Melayu

rumah adat sumatera utara Sumber: Detik.com

Suku Melayu di Sumatera Utara kebanyakan tinggal di berbagai kabupaten di kota Medan.

Etnis ini juga memberikan pengaruh dalam kesenian serta bentuk banguan tradisional Sumatera Utara.

Bagian atap rumah ini terbuat dari ijuk, sementara dinding dan lantainya terbuat dari papan kayu. 

Rumah panggung ini identik dengan warna kuning dan hijau, terutama di bagian pegangan tangga dan balkonnya.

Rumah Adat Nias

rumah adat sumatera utara Sumber: Sering Jalan

Rumah adat Nias masih menjadi bagian dari rumah adat Sumatera Utara namun berasal dari Kepulauan Nias.

Dalam istilah setempat, rumah adat Nias disebut dengan nama Omo Sebua atau Omo Hada.

Umumnya rumah adat Nias terbuat dari tiang kayu nibung berukuran besar. 

Atapnya berasal dari rumbia dan berbentuk lonjong seperti telur.

Baca Juga: Ternyata Ini Arti Filosofi Rumah Adat Bali yang Kaya Unsur Budaya

Rumah Adat Angkola

rumah adat sumatera utara Sumber: Pariwisata Sumut

Banyak yang mengira suku Batak Angkola dan suku Batak Mandailing adalah satu suku yang sama.

Padahal keduanya tak sama dan memiliki rumah adat yang berbeda.

Meski nama rumah adatnya sama, yaitu Bagas Godang. 

Rumah adat Angkola umumnya terbuat dari dinding dan lantai papan serta atap dari ijuk. 

Tak hanya itu, rumah adat ini biasanya juga didominasi dengan warna hitam.

Rumah Balai Batak Toba

rumah adat sumatera utara

Rumah Balai Batak Toba terbagi atas dua bagian yaitu jabu parsakitan dan jabu bolon.

Berdasarkan fungsi, Jabu parsakitan adalah tempat penyimpanan barang. 

Tempat ini terkadang dipakai sebagai tempat untuk sesuatu yang terkait dengan hal-hal adat.

Sedangkan Jabu bolon adalah rumah keluarga besar. 

Tempat ini tidak memiliki sekat atau kamar sehingga keluarga tinggal dan tidur bersama.

Semoga informasi di atas bisa membuatmu mengenal berbagai rumah adat di Sumatera Utara. 

Jangan lupa untuk dapatkan informasi dan artikel menarik lainnya di Rumah123.com.

Bagikan:
3355 kali