Tak sekadar jadi bangunan tempat tinggal semata, setiap sudut rumah adat Batak bolon ternyata syarat akan nilai-nilai budaya. Simak ulasan lengkapnya, yuk!

Suku Batak merupakan salah satu suku asli Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara. 

Salah satu suku terbesar di Nusantara ini dikenal dengan adat dan budayanya yang mengakar kuat serta memiliki banyak pesona yang membedakannya dengan suku lainnya. 

Mulai dari nama-nama keluarga yang khas, ragam variasi kuliner yang lezat, tutur bahasa yang unik, hingga rumah adat Batak yang penuh filosofis seperti rumah bolon. 

Rumah bolon yang juga kerap dijadikan sebagai objek pariwisata paling mudah ditemukan di Pulau Samosir. 

Di sana kamu bisa menemukan dua jenis rumah Batak Bolon yang memiliki dekorasi bernama Jabu Batara Siang dan yang tidak memiliki dekorasi, Jabu Ereng. 

Bukan sekadar rumah tradisional semata, nilai budaya di struktur bangunan unik ini juga tak kalah menarik untuk diulas. 

Ciri Khas Rumah Adat Batak Bolon 

Berbagai karakteristik unik yang ada di rumah bolon merupakan cerminan dari unsur-unsur budaya dari suku Batak. 

1. Desain Rumah Bolon 

Rumah adat Batak Bolon Sumber: Wikipedia

Model arsitektur rumah bolon berbentuk panggung segi empat dengan dua bangunan utama yang terpisah untuk keperluan tempat tinggal disebut dengan ruma, serta area penyimpanan stok padi atau sopo

Tinggi bangunan dengan tanah berkisar 1,75 meter dengan struktur tangga di bagian tengah yang dibuat untuk dapat diakses dengan lebih mudah oleh para penghuni dan tamu yang datang. 

2. Pondasi 

Jenis fondasi bangunan tipe cincin yang digunakan di rumah adat Batak ini memanfaatkan batu untuk tumpuan kolom kayu yang ditempatkan di bagian atasnya. 

Dasar pondasi biasa diisi dengan batu ojahan yang kemudian ditimpa dengan tiang berdiameter 42-50 cm. 

18 tiang rumah Bolon yang dipakai juga menjadi lambang kebersamaan dan kekuatan yang membuat struktur hunian jadi lebih tahan gempa. 

2. Atap Rumah Adat Batak 

Rumah adat Batak Bolon

Pada bagian alas penutup digunakan material daun rumbia atau ijuk yang memang jumlahnya melimpah di daerah sekitar. 

Bentuk atap rumah adat Batak ini dibuat seperti pelana kuda atau punggung kerbau, dengan tujuan untuk menghalau terpaan angin kencang. 

Di bagian ujung depan dan belakang rumah bolon juga dibuat lancip yang ternyata menjadi doa masyarakat suku Batak agar penghuninya selalu dilimpahkan kesuksesan. 

Atap rumah juga sering dijadikan tempat untuk menyimpan barang-barang berharga karena dianggap sebagai bagian paling suci.  

3. Ukiran Rumah Adat Suku Batak 

Ini dia elemen desain arsitektur rumah Batak yang paling menonjol dan kaya akan filosofi, yaitu ukiran yang dikenal dengan nama “gorga”. 

Gorga bisa ditemukan di bagian dalam maupun luar rumah Bolon dengan beberapa bentuk khas seperti dikutip dari Traverse: 

- Gorga berbentuk cicak: Cicak menggambarkan bahwa suku Batak dapat hidup dan beradaptasi di manapun mereka berada. Walaupun suku Batak jauh dari tanah asalnya, mereka diharapkan tetap menjalin persaudaraan dengan sesama sukunya.

- Gorga berbentuk kerbau: Ukiran kerbau melambangkan tanda terima kasih terhadap hewan tersebut. Kerbau diyakini telah membantu kehidupan manusia.

- Gorga berbentuk ular: Hewan ular memiliki kaitan erat dengan kepercayaan suku Batak. Rumah yang dimasuki ular diyakini dapat mendatangkan keberkahan.

4. Dinding 

Rumah adat Batak Bolon Sumber: Wisata Danau Toba

Selanjutnya ada bagian dinding rumah Batak yang dirancang sedemikian hati-hatinya dengan sisi yang cukup miring untuk sumber sirkulasi udara dari luar ke dalam. 

Dinding dieratkan dengan pengikat khusus bernama ret-ret yang merupakan campuran antara ijuk dan rotan. 

Ret-ret ini juga memiliki bentuk unik yaitu dua kepala cicak dengan posisi yang bertolak belakang dengan makna kesetaraan antara anggota keluarga dan rasa saling menghormati. 

Temukan beragam informasi menarik lainnya di artikel.rumah123.com!

Intip juga proyek properti terbaru di Dramaga Cantik Residence!

Bagikan:
1167 kali