keramik motif kayu Ilustrasi. Ada Enam Cara untuk Memilih Keramik Motif Kayu. Pastikan Kamu Menyelaraskan Desain Keramik dengan Desain Interior Rumah (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

Bagi kamu yang ingin memilih keramik motif kayu untuk lantai, ada enam tips yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keramik terbaik. 

Lantai kayu belum menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Cuaca tropis dan kelembaban yang tinggi menjadi segelintir alasan. 

Biasanya orang Indonesia lebih memilih lantai dari keramik atau marmer. Tengok saja rumah kamu sendiri. 

Kalau ada yang mau berbeda bisa memilih lantai semen atau beton terutama bagi mereka yang ingin memiliki rumah bergaya industrial. 

Lantai kayu jarang menjadi pilihan. Ada sejumlah orang yang mulai melirik lantai kayu. Biasanya untuk kamar tidur. 

Hal ini berbeda dengan di luar negeri seperti Amerika Serikat. Lantai kayu menjadi pilihan utama untuk seluruh lantai rumah. 

Keramik Motif Kayu Jadi Alternatif Pilihan Lantai 

Sebenarnya, lantai kayu atau parket memang bagus lantaran terlihat berbeda, alami, dan juga bisa lebih indah. 

Lantai kayu juga memunculkan kesan kehangatan dan eksotis. Semua ini menjadi sejumlah keunggulan lantai kayu. 

Namun, jika memiliki lantai kayu memang harus hati-hati lantaran mudah tergores, bisa terkena jamur, dan lainnya. 

Pemasangan lantai kayu juga tidak mudah. Begitu juga dengan perawatannya memang tidak mudah bila dibandingkan dengan lantai keramik atau marmer.

Bagi kamu yang tetap menginginkan lantai bernuansa kayu maka ada pilihan yaitu keramik motif kayu.

Ada banyak pilihan keramik motif kayu yang mirip dengan lantai kayu. Namun, perawatannya jauh lebih mudah.

Situs properti Rumah123.com akan mengulas cara memilih keramik motif kayu. Rumah123.com merupakan bagian dari 99 Group Singapura. 

Cara Memilih Keramik Motif Kayu yang Tepat untuk Hunian 

1. Mempertimbangkan Kualitas Bahan 

Langkah awal sebelum membeli keramik motif kayu adalah memilih keramik dari bahan yang berkualitas. 

Saat kamu mengunjungi toko bahan bangunan atau supermarket bahan bangunan, kamu bisa memeriksa contoh keramik yang dipajang. 

Biasanya, produsen keramik akan memajang contohnya. Kamu bisa melakukan pengecekan sederhana. 

Kamu bisa mengetuk keramik secara perlahan. Jika kamu merasakan ada rongga, maka kualitas keramik kurang baik. 

2. Memilih Warna yang Tepat 

Saat memilih keramik motif kayu, pastikan kamu memilih warna yang tepat untuk area di dalam rumah dan luar rumah. 

Pilihan warna memang menjadi hak kamu sebagai pemilik rumah. Namun, jangan sampai kamu salah memilih. 

Warna keramik yang lebih gelap sebaiknya dipilih untuk bagian luar rumah seperti beranda atau teras. 

Sementara pilihan warna yang lebih terang sebaiknya dipilih untuk bagian dalam rumah. Tetapi. Tidak ada salahnya memilih warna keramik motif kayu yang gelap untuk interior rumah. 

3. Menyelaraskan Keramik Motif Kayu dengan Desain Interior Hunian 

Setelah memilih warna yang tepat, kamu harus menyesuaikan pola keramik motif kayu dengan desain interior rumah. 

Kamu ingin memiliki rumah berdesain minimalis, klasik, eklektik, Skandinavia, shabby chic, atau lainnya. 

Jika kamu ingin memilih desain rumah minimalis maka pilihan keramik motif kayu sebaiknya yang berwarna cerah. 

Kalau kamu ingin rumah bergaya klasik, pilihlah keramik yang bermotif tegas dan warna sedikit gelap.

4. Menyesuaikan Ukuran Keramik dengan Ukuran Ruangan 

Jangan lupa untuk menyesuaikan ukuran keramik motif kayu dengan ukuran ruangan agar rumah terlihat keselarasan. 

Kalau rumah kamu berukuran cukup luas, sebaiknya memilih keramik yang berukuran besar atau sedang. 

Sebaliknya, jika rumah kamu memang terbatas, pilihlah keramik yang berukuran kecil atau sedang. 

Jika pemilihan keramik tidak sesuai dengan ukuran rumah, maka rumah bisa terkesan tidak selaras. 

5. Menyelaraskan Tekstur Keramik dengan Fungsi Ruang 

Keramik memiliki tekstur yang berbeda, tentunya tergantung dari penempatannya di dalam rumah. 

Keramik dengan tekstur halus biasanya dipasang di ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, atau ruang tidur. 

Sementara keramik dengan tekstur lebih kasar sebaiknya dipasang di teras, beranda, atau kamar mandi. 

Khusus untuk kamar mandi, pilihlah keramik dengan tekstur yang kasar sehingga tidak ada potensi terpeleset. 

6. Memilih Keramik dengan Jaminan Garansi 

Saat membeli keramik, jangan lupa untuk menanyakan garansi kepada toko atau produsen barang. 

Ketika kamu membeli keramik, pastinya dalam jumlah banyak. Kamu tidak mungkin membukanya satu persatu lantaran banyak dan berat. 

Ada potensi cacat produksi dalam salah satu kardus keramik. Kalau ada jaminan garansi, kamu bisa menukarnya. 

Jika tidak, kamu hanya bisa bersiasat dengan memasang keramik tersebut di sudut ruangan sehingga tidak terlihat berbeda.

Baca juga: Tips Bersih Rumah: 5 Cara Mudah Membersihkan Lantai Kayu

Bagikan:
3262 kali