lrt bandara ngurah rai- rumah123.com Ilustrasi Bandara. Bali Berencana Membangun LRT yang Menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai dengan Kawasan Wisata Kuta. Pembangunan Diproyeksikan Selesai Pada 2022 Mendatang (Foto: Rumah123/Getty Images/REA Adobe Experience Manager)

Bali akan memiliki moda transportasi massal kereta layang LRT pada 2022. LRT akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan wisata Kuta.

Sejumlah daerah di Indonesia mulai berkeinginan memiliki transportasi massal berbasis rel. Saat ini, baru Jakarta yang memiliki LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) dan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu). Palembang, Sumatera Selatan juga sudah memiliki LRT.

Daerah lainnya yang ingin membangun transportasi publik seperti LRT atau MRT adalah Surabaya (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat), Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga Medan (Sumatera Utara).

Baca juga: Ada Proyek LRT Jabodebek, Tiga Rute Transjakarta Non BRT Dialihkan

Provinsi Bali juga tidak mau ketinggalan untuk memiliki untuk memiliki transportasi serupa. Laman berita online CNNIndonesia.com melansir bahwa Bali akan memiliki LRT pada 2022.

Rute LRT Bali ini akan menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai dengan kawasan wisata Kuta. Jarak rute kedua kawasan ini adalah 4,75 kilometer.

Pembangunan LRT Bandara Ngurah Rai Akan Melibatkan Korea Selatan

Pembangunan proyek LRT Bandara Ngurah Rai ini akan melibatkan investor asal Korea Selatan yaitu Korea Rail Network Authority (KRNA) dan juga lembaga Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND). KRNA juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Sumatera Utara untuk membangun LRT di Medan.

Kedua lembaga ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan Nindya Karya (Persero). Kerja sama pembangunan LRT ini juga melibatkan PT Angkasa Pura I (AP I) Persero. Angkasa Pura I merupakan pengelola Bandara Ngurah Rai. Baik Nindya Karya maupun Angkasa Pura I merupakan BUMN atau badan usaha milik negara.

Pembangunan LRT ini akan memakan waktu 1,5 hingga 2 tahun. Biaya pembangunan mencapai USD 400 juta atau setara dengan Rp5 triliun.

Baca juga: Pilihan Transportasi Massal untuk Surabaya: MRT, LRT Atau ART?

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Haedar A Karim menyatakan LRT akan dibangun di bawah tanah. Masyarakat Bali meminta LRT dibangun di bawah tanah. Rencananya, LRT Bandara Ngurah Rai ini ada di bawah tanah sedalam 30 meter.

Angkasa Pura meminta Bandara Ngurah Rai ini menjadi pusat transportasi untuk penumpang sehingga mengurangi kemacetan yang terjadi di area parkir bandara. Satu stasiun lainnya berada di Kuta.

Nantinya, LRT Bandara Ngurah Rai ini diharapkan bisa menjadi transportasi publik tunggal yang mengantar dari dan ke Bandara Ngurah Rai.

LRT Jadi Transportasi Publik yang Mempermudah Penumpang ke Bandara

Sejumlah bandara di Indonesia memiliki sederetan transportasi massal berbasis rel. PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura bekerja sama untuk membangun Kereta Bandara Kualanamu di Medan dan Kereta Bandara Soekarno Hatta di Banten, Tangerang.

Selain itu, ada juga Kereta Bandara Adi Soemarmo di Solo dan juga Kereta Bandara Yogyakarta, serta Bandara Minangkabau di Padang, Sumatera Utara.

Transportasi berbasis rel seperti LRT juga ada di Palembang. LRT Palembang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin dengan kota Palembang dan juga kawasan olahraga Jakabaring.

LRT Palembang ini didesain melayang. Kereta layang ini sudah beroperasi sejak pertengahan 2018 saat pergelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. LRT ini menjadi LRT pertama di Indonesia. Sejak beroperasi, LRT Palembang telah mengangkut 2 juta penumpang.

Baca juga: LRT Jakarta Berencana Bangun Rute Pulogadung-Kebayoran Lama

Bagikan:
1352 kali