bencana alam di indonesia

Bencana alam di Indonesia yang terjadi sepanjang 2020 sebanyak 2.929, sudah seharusnya kamu mengetahui dan memahami mitigasi bencana.

Dalam tiga pekan pertama Januari 2021 ini, sudah terjadi 185 bencana, seperti dikutip dari kanal berita online Detik.com

Sejumlah bencana alam yang terjadi dan menjadi pemberitaan di media adalah gunung meletus, tanah longsor, dan juga banjir. 

Beberapa kawasan di Indonesia dilanda banjir, namun yang memang dalam skala besar adalah banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan. 

Erupsi gunung berapi juga terjadi di Gunung Sinabung (Sumatera Utara) dan Gunung Semeru (Jawa Timur).

Gempa besar berkekuatan 6,2 skala Richter juga terjadi di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Belum lagi, longsor yang terjadi di Sumedang, Jawa Barat yang menyebabkan korban jiwa dan rumah yang rusak. 

Bencana alam yang terjadi di Indonesia pada awal 2021 ini belum menghitung gelombang pasang di Manado, Sulawesi Utara atau angin kencang di Wonogiri, Jawa Tengah. 

Indonesia memang rawan bencana alam, sudah seharusnya kamu memahami mitigasi bencana

Situs properti Rumah123.com sudah pernah menayangkan sejumlah artikel yang mengulas mengenai bencana alam dan juga mitigasi bencana. 

bencana alam di indonesia

Bencana Alam di Indonesia Pada 2020 

Jumlah bencana alam yang terjadi di Indonesia pada 2020 lalu mencapai 2.929, situs berita Katadata.id yang melansirnya. 

Sementara Kompas.com pernah mengutip bahwa bencana alam di Indonesia 2019 mencapai 3.721. 

Bisa dibayangkan kalau ada ribuan bencana alam yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia, bencana bisa terjadi di semua wilayah. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir kalau terjadi 1.067 bencana banjir pada 2020, bencana alam banjir yang paling mendominasi. 

Selain itu, ada 875 angin puting beliung, 573 tanah longsor, serta juga 326 kebakaran hutan dan lahan.

Bencana lainnya adalah 36 gelombang pasang dan abrasi, 29 kekeringan, 16 gempa bumi, 7 erupsi gunung. 

Sebenarnya, jenis bencana alam di Indonesia juga banyak, salah satu bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia adalah tsunami. 

Sementara contoh bencana alam yang tidak terjadi di Indonesia adalah angin tornado yang biasanya terjadi di Amerika Serikat. 

Untuk masalah penyebab bencana alam, ada bencana yang memang terjadi karena faktor alam, namun ada juga bencana alam yang disebabkan oleh manusia.

Banjir menjadi salah satu bencana alam yang juga bisa terjadi karena manusia terutama karena faktor pembangunan yang tidak melihat tata ruang. 

bencana alam di indonesia

Indonesia Rawan Bencana, Masyarakat Harus Paham Mitigasi Bencana 

Kalau pernah melihat peta rawan bencana yang dirilis oleh BNPB, seluruh wilayah Indonesia memang berpotensi terkena bencana alam. 

Jika tinggal di tepi pantai, tentunya rawan gelombang pasang, banjir, abrasi, dan tsunami, sementara tinggal di kaki gunung api, rawan longsor dan gunung meletus. 

Saat memilih tinggal di dekat hutan, ada potensi terkena kebakaran hutan atau lahan, pastinya serba salah. 

Sebagai orang yang tinggal di Indonesia, pastinya kamu memahami mitigasi bencana alias cara mengantisipasi bencana. 

1. Mengetahui Cara Menyelamatkan Diri Ketika Terjadi Bencana

Kamu memang dituntut untuk mengetahui cara menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan bencana lainnya. 

Tentunya, kamu bisa juga menyelamatkan orang-orang terdekat ketika terjadi bencana untuk mengurangi korban jiwa. 

2. Mengetahui Tata Ruang 

Kalau memilih tempat tinggal, setidaknya kamu mengetahui tata ruang mengenai wilayah yang bisa dibangun untuk rumah atau kawasan yang rawan bencana. 

Misalnya mengetahui menyiasati tanah miring longsor atau cara lainnya dalam mitigasi bencana. 

Saat kamu memilih tinggal di mana pun, ancaman bencana alam pastinya terjadi, itu pentingnya mitigasi bencana. 

Situs properti Rumah123.com selalu menyajikan artikel dan berita menarik mengenai cara mengantisipasi bencana. 

Pilihan terbaik bagi kamu yang mencari rumah tapak di Tangerang, Banten adalah Lugano Lake Park

Bagikan:
653 kali