tips investasi- rumah123.com Ilustrasi Hunian Berkonsep Transit Oriented Development, Keberadaan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Bisa Menaikkan Harga Properti (Foto: Rumah123/Getty Images)

Infrastruktur dan jaringan transportasi terus bertambah. Keberadaan LRT ternyata juga berimbas kepada kenaikan harga properti.

Saat ini, pembangunan infrastruktur memang terus dilakukan. Pemerintah membangun ribuan kilometer jalan tol.

Jakarta akan memiliki jaringan jalan tol yang saling terkoneksi, mulai dari tol dalam kota dan juga Jakarta Outer Ring Road 2. Jawa akan memiliki Trans Jawa, Sumatera akan mempunyai Trans Sumatera. Kalimantan akan memiliki jalan tol pertama.

Baca juga: Tips Investasi: Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Beli Properti

MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) fase I telah selesai. MRT fase II mulai dikerjakan. LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jakarta menunggu waktu operasi secara komersial.

LRT Jabodebek dijadwalkan selesai dibangun pada 2020. LRT Jabodebek ini memiliki tiga rute yang sedang dibangun yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Dukuh Atas.

Keberadaan LRT membuat permintaan properti di sepanjang jalur kereta ringan ini bertumbuh. Salah properti yang berada di jalur LRT adalah Royal Sentul Park.

Baca juga: Tips Investasi: 3 Lokasi Utama Kalau Mau Beli Properti Sewaan

Adhi Commuter Properti membangun kawasan mixed use Royal Sentul Park. Superblok ini merupakan bagian dari transit oriented development (TOD) LRT City.

Royal Sentul Park berdiri di atas lahan seluas 14,8 hektare. Nantinya, ada delapan tower apartemen, dua tower perkantoran, tower rumah sakit, universitas, dan lainnya.

Apartemen di Royal Sentul Park memiliki jumlah lantai 34. Nantinya, ada 10 ribu unit apartemen. Selain itu, ada kawasan komersial yang terdiri dari lifestyle mall, shopping arcade, culinary street, thematic shop house, community plaza, dan lainnya.

Baca juga: Tips Investasi Properti: Pertumbuhan Sewa Properti Indonesia Bisa Capai 10 Persen

Pengembangan konsep TOD diwujudkan dengan green connectivity pada second ground floor yang memberikan fasilitas kepada pejalan kaki dan pengguna sepeda dengan konsep two level experience.

Pejalan kaki dan pengguna sepeda bisa lalu lalang dengan menyenangkan. Mereka tidak bercampur dengan kendaraan bermotor yang mempunyai akses tersendiri.

Harga Properti Naik dengan Rencana Keberadaan LRT

Royal Sentul Park telah melakukan topping off tower pertama. Saat ini, perusahaan pengembang sudah menjual lebih dari 900 unit apartemen.

Developer menawarkan beragam tipe unit hunian yaitu studio, 1 bedroom, dan 2 bedroom. Harga unit apartemen studio dipasarkan mulai dari Rp407 jutaan. Sejak dipasarkan mulai dari 2017, harga rata-rata unit apartemen sudah naik 20%. Untuk apartemen tipe studio kenaikan mencapai Rp100 jutaan.

Para penghuni Royal Sentul Park memiliki kemudahan akses untuk menuju stasiun LRT. Hal ini menjadi nilai tambah dari konsep pengembangan TOD.

Baca juga: Tips Investasi: 50,9 Persen Penyewa Ingin Hunian Dekat dengan Supermarket

“Transportasi massal maupun TOD itu konsep lifestyle modern kota-kota yang ada di dunia dan juga sudah kita mulai di kawasan Jabodetabek,” ujar Project Marketing Manager Royal Sentul Park Annisa Rizky Fadlillah.

“Kita bisa lihat kereta komuter, moda raya terpadu (MRT), hingga nanti LRT menjadi lifestyle bertransportasi masyarakat modern perkotaan yang akan menggantikan kendaraan pribadi,” kata Annisa lagi.

“Oleh karena itu kami sangat percaya diri dengan progres proyek ini dan terbukti 70 persen konsumen kami adalah penghuni yang memang akan memanfaatkan transportasi masal maupun seluruh sarana dan fasilitas di kawasan ini,” lanjutnya.

Infrakstruktur dan Jaringan Transportasi Berimbas Pada Kenaikan Properti

Keberadaan infrastruktur dan juga jaringan transportasi tentunya berimbas pada kenaikan properti. Secara umum, hal ini memang memiliki keterkaitan.

“Ya, karena permintaan pemilik properti juga naik,” ujar Senior Associate Director Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia, Aldi Garibaldi.

Aldi memaparkan kalau permintaan properti dari pasar sekunder meningkat, maka harga permintaan juga akan naik. Dia memberikan ilustrasi saat MRT mulai beroperasi. Harga permintaan properti di sepanjang jalur transportasi massal ini naik.

Bagi mereka yang ingin berinvestasi properti sudah seharusnya mencari tahu properti yang dibeli memiliki konektivitas yang baik, punya jaringan infrastruktur dan juga jaringan transportasi massal.

Baca juga: Tips Investasi: Dampak Pembangunan Infrastruktur Terhadap Kenaikan Harga Properti

Bagikan: 1843 kali