kereta api

Rencana pembangunan jaringan kereta api hingga 2030 sudah dianggarkan. Ternyata anggaran pembangunan kereta api tersebut memakan biaya yang fantastis.

Indonesia masih terus melakukan pembangunan di berbagai bidang, termasuk infrastruktur, pemerintah menargetkan setidaknya 13.000 km jalur kereta api (KA) di seluruh wilayah tanah air.

Saat ini saja, tercatat ada sekitar 6.000 km jalur KA, yang berarti dalam rentang waktu 11 tahun ke depan akan menambah lagi sekitar 7.000 km rel KA.

Namun, setiap pembangunan tentu membutuhkan anggaran pembangunan kereta api atau biaya yang tidak sedikit. Apalagi, untuk membangun jalur kereta yang begitu panjang.

Tidak hanya itu, pengadaan kereta api pun turun membuat anggaran membengkak. Lalu, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan itu semua?

Anggaran Pembangunan Kereta Api

CEO Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska), Hermanto Dwiatmoko membeberkan angka total dari anggaran pembangunan kereta api tersebut.

Total anggaran mencapai US$ 65,595 juta atau setara dengan Rp926, 742 miliar (kurs Rp14.000), ungkap Hermanto.

Nah, untuk jaringan kereta api antarkota sepanjang 9.210 km dan jaringan kereta apo perkotaan sepanjang 3.755 km memakan biaya US$30,065 juta yang setara Rp424,774 miliar.

Sedangkan untuk sarananya sendiri, Hermanto mengatakan akan membutuhkan lokomotif sekitar 5.314 unit,

Sementara untuk kendaraan pengangkut 27.949 unit, gerbong 48.364 unit dan kereta api perkotaan 6.229 unit.

“Jadi, total untuk rolling stock adalah US$35,527 juta atau setara dengan Rp502 miliar”, ujar Hermanto Dwiatmoko.

Senada dengan Hermawan, Kasubdit Lalu Lintas, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Ditjen Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (kemenhub), Yudi Karyanto.

Ia menerangkan bahwa pendanaan proyek pembangunan 13 ribu rel kereta hingga 2030 akan menggunakan dana APBN sebesar 36% dan BUMN atau private sebesar 64%.

Kemenhub pun akan menjalankan strategi yang tidak sembarangan, mengingat anggaran pembangunan kereta api yang digunakan begitu besar dan bekerjasama dengan berbagai pihak.

Saat ini saja, Indonesia dan Polandia sedang memperdalam kerja sama dalam bidang industri perkeretaapian.

Kerja sama ini mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara, yang bergerak di bidang tersebut.

Hal ini tentu saja untuk mewujudkan realisasi kesepakatan bisnis yang konkret atas kedua negara.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Grand Shamaya.

Bagikan:
298 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia