OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Pembatalan Jual Beli Rumah Oleh Penjual? Simak Bagaimana Aturan Hukumnya

19 Juli 2022 · 3 min read Author: Devi Suzanti

pembatalan jual beli rumah oleh penjual

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana kalau terjadi pembatalan jual beli rumah oleh penjual, apakah ada dasar hukumnya dan cara menyelesaikan masalah yang pelik tersebut.

Mendapatkan rumah impian adalah idaman hampir semua orang, namun, hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk mewujudkannya.

Tidak jarang kamu membutuhkan banyak waktu, bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan sebuah rumah impian.

Misalnya kamu melirik rumah di pasar sekunder alias rumah bekas, kemudia menemukan properti yang cocok untuk dibeli.

Setelah mendapatkan rumah impian dan melakukan transaksi, tiba-tiba terjadi pembatalan sepihak dari penjual rumah.

Atau bisa juga saat ingin membeli rumah dari developer, namun pengembang membatalkan kesepakatan yang telah dilakukan.

Pembatalan jual beli rumah oleh penjual, pastinya disebabkan oleh banyak faktor, bukan tidak mungkin hal ini memang terjadi.

Saat transaksi jual beli antara penjual dan pembeli berlangsung segala kemungkinan pasti ada, termasuk pembatalan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan DP (down payment) atau uang muka yang sudah diserahkan kepada penjual, apakah akan hangus?

Apakah ada hukum atau sanksi untuk pihak yang membatalkan proses jual beli tersebut, nah, Rumah123.com akan membahasnya untuk kamu.

Rumah123.com akan membahasnya dengan mengutip dari berbagai sumber, salah satunya situs Hukumonline.

Seandainya Terjadi Pembatalan Jual Beli Rumah Oleh Penjual

Perjanjian Pengikat Jual Beli (PPJB) biasanya dilakukan ketika seseorang melakukan jual beli rumah, adapun dalam PPJB akan memuat beberapa hal, seperti

1. Identitas para pihak

2. Uraian objek PPJB

3. Harga rumah dan tata cara pembayaran

4. Jaminan pelaku pembangunan

5. Hak dan kewajiban para pihak

6. Waktu serah terima bangunan

7. Pemeliharaan bangunan

8. Penggunaan bangunan

9. Pengalihan hak

10. Pembatalan dan berakhirnya PPJB

11. Penyelesaian sengketa

Dalam hal pembatalan pembelian rumah setelah penandatanganan PPJB, karena kelalaian pelaku pembangunan, maka seluruh pembayaran yang diterima harus dikembalikan.

Namun, jika pembatalan pembelian rumah setelah penandatanganan PPJB karena kelalaian pembeli, maka:

1. Jika pembayaran telah dilakukan pembeli paling tinggi 10% dari harga transaksi, keseluruhan pembayaran menjadi hal pelaku pembangunan

2. Jika pembayaran telah dilakukan lebih dari 10% dari harga transaksi, pelaku pembangunan berhak memotong 10% dari harga transaksi.

Jadi, jika PPJB hendak dibatalkan karenan kelalaian kamu sebagai pelaku pembangun, seluruh pembayaran 30% dari harga transaksi harus dikembalikan ke pembeli.

Namun, jika pembatalan PPJB karena kelalaian pembeli dan telah membayar 30% dari harga transaksi, maka penjual berhak memotong 10% dari harga transaksi dan sisanya dikembalikan ke pembeli.

Surat Pembatalan PPJB

Pembatalan PPJB dapat dilakukan sesuai ketentuan yang mengatur mengenai syarat pembatalan dalam PPJB , sebelumnya telah disepakati oleh pembeli dan pelaku pembangunan.

Ada berbagai kemungkinan pengaruh tentang pembatalan yang diatur dalam perjanjian, meliputi:

1. Penyebutan alasan pemutusan perjanjian

Seringkali dalam perjanjian terdapat alasan-alasan pemutusan perjanjian, sehingga tidak semua wanprestasi dapat menyebabkan putusnya perjanjian.

Tetapi, hanya pada wanprestasi yang disebutkan dalam perjanjian saja, kamu memang harus melihat klausul perjanjian.

2. Perjanjinan dapat diputus dengan sepakat kedua belah pihak

Terkadang, disebutkan pula dalam perjanjian hanya dapat diputuskan jika disetujui kedua belah pihak.

Ini hanya sebagai penegasan, karena tanpa penyebutan tersebut, demi hukum, perjanjian dapat diterminasi jika disetujui oleh kedua belah pihak.

3. Penyampingan Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)

Dalam perjanjian, jika ingin memutuskan perjanjian, para pihak tidak perlu menempuh prosedur pengadilan.

Tetapi, dapat langsung diputuskan langsung oleh para pihak, jadi Pasal 1266 KUHPerdata dapat dikesampingkan berlakunya.

4. Tata Cara Pemutusan Perjanjian

Sebelum memutuskan perjanjian, harus terlebih dahulu diperingatkan pihak yang tidak memenuhi prestasinya untuk melaksanakan kewajibannya.

Peringatan ini berlaku 2 atau 3 kali. Jika tidak diindahkan dalam 3 kali, maka salah satu pihak dapat memutuskan perjanjian.

Nah, inilah penjelasan mengenai pembatalan jual beli rumah oleh penjual, semoga bisa menjawab kalau hal ini memang terjadi.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Lugano Lake Park.


Tag: , ,


IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA