Maket Rumah Sempit yang Dibuat Peserta Kompetisi Rumah 100 M2. Sayembara Ini Diselenggarakan oleh Indonesian Young Architects (Foto: Rumah123/Dodiek Dwiwanto)

Pengen punya rumah di kota, tapi harga tanah mahal. Bisa punya rumah di kota eh luas lahannya minimalis. Gimana dong?

Permasalahan ini dihadapai oleh generasi milenial termasuk di Bali. Problem inilah yang coba dicarikan solusinya oleh Indonesian Young Architects (IYA), sebuah komunitas arsitek di Bali.

Baca juga: Mau Beli Rumah Mungil yang Ramah Lingkungan?

Kaum milenial menghadapi masalah mahalnya harga tanah. Arsitek ditantang untuk bisa mendesain rumah di atas lahan hanya 100 m2 atau satu are menurut masyarakat Bali.

“Orang punya mindset rumah 100 m2 dapat apaan? Layak huni nggak?” ujar perwakilan Indonesian Young Architects, Andesita Oki kepada Rumah123.

Baca juga:  Mau Lihat Rumah Mungil Plus Perpustakaan untuk Kaum Urban?

“Jadi kita bikin untuk nunjukin ke orang-orang dengan bikin rumah dengan luas seminimal mungkin, dengan lima kasus beda ini, ternyata bisa lho untuk mengakomodasi semua kebutuhan individu,” lanjutnya.

Indonesian Young Architects membuat kompetisi Rumah 100 m2. Ada lebih dari 100 arsitek muda dari seluruh Indonesia yang tertarik untuk mengikutinya.

Baca juga:  Tinggal di Rumah Mungil Masih Bisa Ngundang Makan 6 Orang?

Sebanyak 69 orang mengirimkan karya terbaik mereka. Namun, panitia hanya memilih 40 karya terbaik. Pemilihan karya dikurasi oleh dua arsitek senior, Wayan Winata (Bali) dan Sony Sutanto (Jakarta).

Para peserta harus memilih satu dari lima klien. Mereka juga harus menentukan luas lahan. Panitia hanya memberikan dua pilihan yaitu 10x10 m dan 5x20 m.

Baca juga:  Rumah Mungil Hasil Daur-Ulang, Pastinya Ramah Lingkungan

Ada klien professional millennial family, the single, international family, productive family, dan multi generation family. Salah satu klien yang banyak dipilih adalah productive family. Namun, professional millennial family juga mewakili generasi milenial.

Productive family adalah keluarga pasangan suami istri. Suami merupakan travel guide sementara istri ingin mempunyai warung makan. Selain itu, pasangan ini mempunyai satu kamar guest house.

Baca juga:  Rumah Mungil yang Punya Ruang Tamu Luas

Sementara professional millennial family merupakan pasangan suami istri dengan dua anak. Suami memiliki usaha bisnis online, sedangkan istri berprofesi dokter. Pasangan ini mempunyai pasangan yang masih balita.

Indonesian Young Architects memang membuat klien seolah nyata karena arsitek bisa dituntut untuk mendesain yang mengakomodasi kebutuhan milenial. Banyak milenial yang mempunyai usaha sendiri ketimbang bekerja kantoran. Kaum milenial ingin berkantor di rumah.

Baca juga:  Rumah Mungil yang Aman, Nyaman, dan Tenteram

Para arsitek muda ini pun kemudian mengakomodasi kebutuhan generasi milenial yang ingin punya hunian dan kantor di lahan yang sempit. Jika kamu tertarik untuk melihat karya para arsitek muda ini, coba saja lihat akun Instagram Indonesian Young Architects.

Siapa tahu ada desain rumah minimalis, mungil, dan sempit yang cocok untuk hunian kamu. Truz kamu bisa menghubungi arsitek yang bersangkutan.

Bagikan: 592 kali