gempa- rumah123.com Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kalimantan Menjadi Pulau di Indonesia yang Relatif Aman dari Gempa (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kalimantan menjadi pulau yang relatif aman dari ancaman bencana gempa bumi tektonik maupun vulkanik. Kamu mau pindah tempat tinggal tidak?

Gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo terjadi pada Jumat (2/8/2019) malam, tepatnya sekitar pukul 19.03 WIB (Waktu Indonesia Barat). Pusat gempa berada di 147 kilometer barat daya Sumur, provinsi Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memberikan data dan lokasi gempa ini. BMKG juga sempat menyatakan gempa berpotensi tsunami.

Baca juga: Indonesia Dilanda 11.577 Gempa Sepanjang 2018, Apa Antisipasi Kamu

Gempa Banten ini merupakan gempa tektonik dan bukan gempa vulkanik. Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng Bumi, sedangkan gempa vulkanik disebabkan oleh letusan gunung berapi.

Gempat tersebut dirasakan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Situs berita Kompas.com melansir pada Sabtu (3/8/2019) bahwa ada lima korban meninggal akibat gempa.

Sebelumnya, BMKG melansir bahwa kekuatan gempa Banten adalah magnitudo 7,4 dengan kedalaman 10 kilometer dan pusat gempa berada di 147 km arah barat daya Sumur, Banten. Namun, BMKG kemudian melakukan pemutakhiran data.

Baca juga: Tips Gempa: Hati-hati Saat Mengecek Rumah Usai Gempa

Saat gempa terjadi memang terjadi kepanikan di sejumlah tempat seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. Masyarakat berhamburan ke luar.

Jumlah Gempa di Indonesia Pada 2018 Naik Tajam

Sepanjang 2018 lalu, jumlah gempa di Indonesia memang naik tajam. Situs Tempo.co mengutip data dari Pusat Gempa Nasional BMKG yang menyatakan bahwa ada 11.577 gempa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyatakan jumlah tersebut merupakan gempa yang dirasakan atau pun tidak.

Jumlah gempa pada 2018 ini naik sebanyak 4.648 dari 2017. Pada 2017, terjadi 6.929 gempa di Indonesia.

Pada 2018, gempa yang cukup besar terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada 29 Juli 2018. Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo.

Sementara gempa yang lebih besar berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada 29 September. Gempa ini juga diikuti oleh tsunami dan likuefaksi atau mencairnya tanah. Likuefaksi menyebabkan ratusan rumah hilang tertelan Bumi.

Indonesia memang banyak dilanda gempa lantaran berada di cincin Api Pasifik. Negara ini memiliki jumlah gempa yang sangat banyak.

Pulau Kalimantan Relatif Aman dari Ancaman Bencana Gempa

Situs berita Kumparan.com mengutip data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang merilis peta riwayat gempa di Indonesia.

Dalam peta tersebut terlihat jelas bahwa Kalimantan memang merupakan pulau yang relatif sepi terkena gempa dibandingkan pulau lainnya seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Papua, kawasan Bali dan Nusa Tenggara, serta Kepulauan Maluku.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono membenarkan hal tersebut. Jumlah gempa yang terjadi di Kalimantan memang lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah lain.

Namun, Daryono juga menyatakan bahwa sebenarnya Kalimantan bagian Timur dari Balikpapan hingga Utara sampai ke Tarakan dan Nunukan itu sebenarnya banyak terjadi gempa. Begitu juga dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat yang juga mengalami sejumlah gempa, meski dalam skala kecil.

Tidak heran kalau pemerintah berencana memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan lantaran kawasan ini memang relatif aman dari ancaman gempa.

Ancaman Bencana Lainnya Selain Gempa

Sebenarnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pernah melansir peta bencana. Indonesia tidak hanya rawan bencana gempa dan tsunami.

Ada sejumlah bencana lainnya yang bisa terjadi seperti banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, gunung meletus, dan lainnya. Hampir semua wilayah Indonesia memang rawan bencana. Kalimantan memang relatif aman dari ancaman gempa, namun kawasan ini sering dilanda kebakaran hutan.

Masyarakat Indonesia memang harus waspada bencana dan juga memahami mitigasi bencana. Jadi saat bencana terjadi, masyarakat sudah memahami apa yang mesti dilakukan.

Baca juga: Gempa dan Tsunami Guncang Palu dan Donggala, Ingat Belajar Mitigasi Bencana

Bagikan: 5577 kali