
Sampaikan pujian kepada Yesus Kristus melalui untaian kata-kata indah berbentuk puisi. Berikut ini beberapa puisi Natal kelahiran Yesus dapat kamu jadikan referensi!
Perayaan Natal tak lepas dari pujian-pujian untuk menyambut kelahiran Yesus.
Ada banyak cara menyampaikan pujian tersebut, bisa dengan lagu hingga puisi.
Apabila kamu ingin menyampaikan puisi Natal kelahiran Yesus, berikut ini puisi yang dapat kamu jadikan acuan!
Puisi Natal Kelahiran Tuhan Yesus
1. “Kelahiran Tuhan Yesus”
Oleh Anita Santoso
Di kandang domba berbau dan hina
Terdengar tangis bayi dalam kesunyian
Terlihat seorang bayi mungil terbaring penuh cahaya
Hanya berbalut kain lampin menyelimuti tubuhNya
Kebahagiaan terpancar dari hati seorang wanita
Nan bersukacita bersama para domba
Bersama para bintang terdengar pujian bergema
Menyambut hari kelahiranNya
Kelahiran Yesus menjadi anak manusia
Datang ke dunia meninggalkan surga mulia
Dia yang kan rela hidup penuh derita
Memberi seluruh tubuhNya terluka dan sengsara
Penggenapan janji Allah ditujukan kepadaMu
Penuh ketulusan, Kau berikan kesucian hatiMu
KehadiranMu… kurasakan kelembutan kasihMu
Kini Tiada kuragu tuk mengikutiMu selama hidupku
2. “Betlekhem”
Oleh Linus Pigai
Di tumpukan jerami di kandang
sapi dan domba, kuldi dan onta
Kudengar jeritan penuh pesona
jeritan purba di jagad lengang
Tangisan adalah suara pertama
suara yang tersua pengembara
Sebentar, pecah tawa gembira
si wajah kembar yang tua pula
Kudengar jerit cenger suara bayi
kudengar segar, polos, dan sunyi
Bergelung-gelung di rongga malam
o, kudengar jerit batinku sendiri
3. “Ketika Bumi Merayakan Kristus Lahir”
Oleh Fridolin Ukur
Ketika bumi merayakan Kristus lahir,
Ketika bumi merayakan Kristus hadir
Anehnya,
semua wajah begitu lembut
semua tangan mesra bersalaman
seakan tiada kebencian
Tuhan!
Kami ingin mengeja doa
membuka
kesalahan, khianat dan dosa
yang pernah bermukim di dalam diri
Tuhan!
Kami ingin merangkul Yesus
biar dibenahi-Nya hati yang tandus
disambung-Nya kembali
tali kekekalan yang pernah putus
Agar tahu kami makna kelahiran ini
bagi mereka yang terlunta di usia tua
bagi yang kedinginan di kolong jembatan
bagi yang terlupa di sudut penjara
bagi yang tak mampu menangis terserang lapar
bagi yang tak beribu dan berbapa lagi;
Agar tahu kami, arti kehadiran ini
bagi peminta-minta dan para gelandangan,
para penganggur dan para pemulung,
Para penjudi, penodong dan pelacur
Ketika bumi merayakan Kristus lahir
Ketika bumi merayakan Kristus hadir
Semua dosa ingin dibuka
Dalam lipatan jejari doa:
Kristus, ampunilah kami!
4. “Bila Kita Merayakan Penebus Lahir”
Oleh Fridolin Ukur
Bila kita rayakan kelahiran penebus
kedatangan Kristus di diri Sang Yesus,
marilah kita ingat:
ada daerah bersesakan gubuk
padat kemelaratan sesak menyiksal;
ada daerah terasing jauh
sunyi sendiri
dihuni penduduk tak kenal huruf;
ada insan berjuta ragam
menekan perut menahan lapar;
ada rakyat yang tak bebas lagi
tak kenal esok, hari yang bisa dinanti;
ada wilayah bermandi cahaya
penuh canada, tawa dan pesta
gebyar kemewahan kemilau harta
ada pusat-pusat kekuasaan
tempat maraknya korupsi dan kolusi
di mana cinta dapat dibeli;
Bila kita rayakan kelahiran penebus
Kedatangan Kristus di diri Sang Yesus
Marilah kita ingat:
Ia datang untuk semua
Merangkul kembali umat manusia
Supaya cinta utuh kembali
Mengganti keasingan di hati sepi
5. Di Palungan Sunyi
Di malam sunyi Betlehem yang bersahaja,
Langit membuka rahasia cinta-Nya.
Bintang bersinar, lembut menerangi,
Palungan kecil jadi saksi janji suci.
Tangis pertama memecah hening malam,
Bayi mungil hadir membawa salam.
Bukan mahkota, bukan singgasana megah,
Hanya jerami dan kasih yang pasrah.
Gembala datang dengan langkah sederhana,
Menyembah Sang Raja tanpa cela.
Para malaikat bernyanyi penuh damai,
Kabar keselamatan menggema sampai usai.
Di tubuh kecil terbungkus kain,
Harapan dunia mulai terangkai.
Yesus lahir, terang bagi insan,
Cinta abadi bagi seluruh umat manusia.
***
Itulah beberapa contoh puisi Natal kelahiran Yesus.
Simak artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.
Ikuti Google News Rumah123 untuk mendapatkan update terbaru.
Apabila sedang mencari hunian, cek rekomendasinya di www.rumah123.com.
Referensi
- Santoso, Anita. (2022). Tak Kau Biarkan Kusendiri. Magelang: CV. Elaku Sukses Berkemajuan
- Sitorus, Jonter P. (2021). Sastra dalam Wawasan Kristen dan Dunia Digital. Malang: CV Evernity FIsher Media
- Ukur, Fridolin. (2003). Wajah Cinta: Kumpulan Puisi. Jakarta: Gunung Mulia



