Peternakan sapi merupakan salah satu prospek maupun peluang bisnis yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang.

Pasalnya, kebutuhan daging sapi tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga menghasilkan omset yang luar biasa, baik satuan ekor maupun daging potong.

Untuk diketahui, proses peternakan sapi baik dari hulu ke hilir menjadikan bisnis ini kian maju, sekalipun meraup keuntungan yang tinggi.

Tak jarang, pemilik  sapi juga mempunyai pabrik olahan daging, sekalipun menjadi supplier daging potong.

Lantas, seperti apa prospek bisnis peternakan sapi? Simak pembahasannya bersama-sama!

Hal-hal yang harus kamu perhatikan sebelum memulai usaha peternakan sapi

Sebelum kamu menjadi juragan sapi, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan terlebih dahulu. 

Untuk itu, simak beberapa hal yang harus kamu lakukan supaya peternakan sapi bisa menghasilkan banyak keuntungan.

Berikut, strategi dan perencanaan yang bisa kamu lakukan:

1. Memilih jenis sapi yang akan diternak 

Sebelum memulai proses ternak sapi, ada beberapa jenis sapi yang sangat familiar untuk orang Indonesia.

Kamu pun bisa memilih beberapa jenis sapi berikut ini: 

- Sapi Limosin Jenis sapi yang mampu hidup di iklim tropis dengan cuaca ekstrim sekalipun. 

Jenis sapi ini memiliki ciri khas dengan tubuh memanjang serta daging yang sangat padat.

- Sapi Brahman Sapi peranakan India ini memiliki ciri tubuh besar, gemuk, bongsor, bertekstur coklat yang tumbuh dengan cepat.

Umumnya, sapi brahman kerap ditemukan di wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

- Sapi Madura  Bukan sekadar diternak untuk karapan sapi, sapi madura umumnya memiliki pertumbuhan yang sedikit melambat.

Meski populasinya sedikit, namun sangat diandalkan untuk peternakan sapi jangka panjang.

- Sapi Bali Kualitas daging lembut dan tidak banyak lemak, menjadi ciri khas dari jenis sapi ini yang mudah beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Adapun, persebaran Sapi Bali akan banyak kamu temukan di wilayah Indonesia timur.

Baca Juga : Cara Budidaya Ayam Petelur untuk Pemula. Mudah & Minim Risiko Kematian!

2.  Lahan dan kandang peternakan sapi harus dipersiapkan dengan matang

Apabila jenis sapi yang akan diternak sudah sesuai kebutuhan, langkah selanjutnya kamu pun bisa menyiapkan lahan ternak.

Jika tahap awal jumlah sapi masih terbatas, tak ada salahnya untuk mencari lahan yang luas dan memadai supaya tidak terpisah dengan sapi lainnya.

Bukan hanya sekadar lahan kosong, kamu pun juga harus mempertimbangkan kebersihan, tempat pakan, maupun sanitasi untuk sapi yang diternak.

Ada baiknya jika peternakan sapi diberi jarak yang sedikit jauh, supaya tidak mengganggu lingkungan maupun faktor psikologis seekor sapi.

3.  Pembuatan kandang

Untuk memaksimalkan ruang, pastikan proses pembuatan kandang harus disesuaikan dengan baik.

Pembuatan kandang peternakan sapi merujuk pada posisi yang sejajar maupun saling berhadapan.

Selain posisi, pastikan kandang peternakan dengan sirkulasi udara baik, tidak lembap, sekalipun pencahayaan baik, agar mereka dapat tumbuh dengan sehat.

4.  Memilih bibit sapi berkualitas unggul

Untuk menghasilkan generasi yang baik, ada beberapa ciri khas sapi berkualitas dengan karakteristik sebagai berikut :

- Memiliki mata yang cerah dan jernih.  - Tidak ada lendir di sekitar hidung yang menandakan tak ada gangguan pernafasan. - Kulit atau bulunya tidak rontok. - Kuku sapi tidak panas apabila disentuh. - Periksa bagian dubur, pastikan ia tidak sakit, sekalipun menunjukkan gejala diare.

5. Pemberian pangan

Makanan seperti rumput memang sudah sangat cukup untuk menggemukkan usaha peternakan sapi.

Namun, apabila tujuannya untuk mendapatkan daging dengan kualitas terbaik, kamu pun harus memberikan pangan berkualitas lainnya seperti tahu, kacang kedelai, kulit nanas maupun lain-lain.

Makanan dengan kandungan konsentrat yang tinggi mampu membuat daging tumbuh cepat dan gemuk dalam waktu singkat.

6.  Perawatan dan pemeliharaan

Dalam proses peternakan sapi, maupun hewan-hewan ternak pada umumnya, perawatan dan pemeliharaan merupakan prioritas yang sangat penting.

Tak hanya sekadar makanan bergizi, vaksinasi maupun vitamin juga menjadi prioritas penting supaya tumbuh sehat.

Selain vaksinasi dan vitamin, tak ada salahnya jika kamu mengumpulkan berbagai kotoran sapi untuk dijadikan pupuk kompos.

Pupuk kompos tersebut tak hanya sekadar dikumpul saja, melainkan bisa menghasilkan pundi-pundi keuntungan yang dapat menutupi beban operasional.

Hitung biaya operasional dan investasi peternakan sapi

Untuk menunjang kebutuhan operasional , kamu pun bisa melakukan analisis proyeksi bisnis jangka panjang.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk memulai usaha ternak sapi, melalui cara berikut ini.

1. Investasi awal dan modal usaha ternak sapi 

Beli sapi utuh : Rp12,500,000 x 5 = Rp62,500,000,- per tahun

Sewa tanah untuk peternakan : Rp7,500,000,- per tahun

Membuat kandang : Rp7,000,000,-

Peralatan ternak : Rp1,500,000,-

Jumlah modal awal yang dibutuhkan : Rp78,500,000,-

2.  Pengeluaran biaya operasional 

Total biaya operasional yang harus disiapkan untuk proses ternak maupun penggemukan.

Makanan tambahan senilai Rp17,500,- per hari x 30 : Rp525,000,-

Konsentrat senilai Rp100,000,- per hari x 30 : Rp3,000,000,-

Vaksin senilai Rp15,000,- per hari x 30 : Rp450,000,-

Obat senilai Rp25,000,- per hari x 30 : Rp750,000,-

Vitamin senilai Rp22,500,- per hari x 30 : Rp675,000,- 

Biaya operasional (air, listrik) : Rp1,100,000,-

Perkawinan ternak : Rp150,000,-

Biaya lain-lain : Rp250,000,- 

Total biaya bulanan yang dikeluarkan : Rp6,900,000

Modal awal : Rp78,500,000 + Rp6,900,000 = Rp85,400,000

Pendapatan bulanan

Sapi bisa dikembangkan selama 6 sampai 12 bulan, bahkan bisa memakan waktu sampai dengan tiga tahun, tergantung jenis sapi yang diternak.

Jika asumsi proses peternakan sapi adalah enam bulan, maka pendapatan yang bisa diraih sebagai berikut : 

Harga sapi setelah berkembang biak : Rp27,000,000,- x 5 : Rp135,000,000,-

Kotoran sapi 25kg per hari x 30x 5 ekor : 3,750 kg

Estimasi kotoran sapi Rp2,250 x 3,750 kg : Rp8,437,500,- 

Total pendapatan : Rp135,000,000 + Rp8,437,500 = Rp143,437,500,- 

Hasil keuntungan : Rp143,437,500 - Rp78,500,000 = Rp64,937,500,-

Estimasi tersebut berlaku untuk peternakan 5 ekor sapi, semakin banyak sapi yang diternak, maka keuntungan yang diperoleh akan semakin besar.

Baca Juga : Mengulik Potensi Budidaya Ikan Manyung yang Sangat Menjanjikan

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai prospek peternakan sapi yang sangat menjanjikan untuk kebutuhan pangan.

Yuk, cari tahu inspirasi menarik untuk cari cuan dari rumah, selengkapnya di artikel.rumah123.com.

"Sedang cari rumah? Kamu bisa pilih Cluster Emily at Summarecon Bandung."

Bagikan:
9946 kali