OK
Panduan

Apa Perbedaan Saham dan Obligasi? Simak Penjelasannya!

08 Juli 2024 · 5 min read Author: Alya Zulfikar · Editor: Bobby Agung Prasetyo

perbedaan saham dan obligasi

Ilustrasi artikel perbedaan saham dan obligasi | canva

Saham dan obligasi merupakan instrumen investasi yang tinggi peminat. Sudahkah kamu tahu perbedaan saham dan obligasi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Bagi kamu yang ingin berinvestasi, pasti saham maupun obligasi menarik perhatianmu.

Ada tiga persamaan obligasi dan saham, yakni bentuk dokumen berupa surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan, memberikan keuntungan bagi pemegangnya, dan memiliki hak tebus.

Meskipun memiliki persamaan di beberapa hal, keduanya memiliki banyak perbedaan.

Sebelum mengetahui apa saja perbedaan saham dan obligasi, simak dulu definisi keduanya, yuk!

Apa Itu Saham?

apa itu saham

apa itu saham

Menurut Bursa Efek Indonesia, saham (stock) adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Belvin Tannadi dalam bukunya yang berjudul Ilmu Saham: Pengenalan Saham menjelaskan bahwa saham adalah bukti atas bagian kepemilikan suatu perusahaan.

Artinya, jika kita memiliki saham perusahaan, berarti kita memiliki bagian atas pemilikan perusahaan tersebut.

Apa Itu Obligasi?

apa itu obligasi

Merujuk buku Obligasi oleh Rudiyanto, sebagaimana merujuk Bursa Efek Indonesia, obligasi adalah sertifikat bukti utang dan dikeluarkan oleh suatu perseroan terbatas atau institusi tertentu baik pemerintah maupun lembaga lainnya dengan tujuan mendapatkan modal.

Perusahaan membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tersebut saat jatuh tempo dengan mengembalikan jumlah pokok pinjaman ditambah bunga yang terutang.

Secara sederhana, obligasi dapat dianalogikan suatu pihak meminjam uang dengan janji akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu ditambah bunga.

Pihak dalam hal ini bisa pemerintah maupun swasta.

Istilah bunga dalam obligasi disebut kupon karena bunga tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Versi syariahnya disebut Sukuk dan untuk kupon diganti menjadi sewa atau bagi hasil.

Perbedaan Saham dan Obligasi

perbedaan saham dan obligasi

1. Fungsi

Perbedaan saham dan obligasi yang paling mendasar adalah fungsinya.

Seperti penjelasan definisi saham di atas, membeli saham berarti memiliki sebagian porsi perusahaan.

Beda halnya dengan obligasi, di mana fungsinya sebagai tanda bukti pengakuan utang antara penerbit surat dan pemegang surat.

Penerbit surat sebagai pemilik utang dan pemegang surat sebagai investor.

Dengan demikian, bagi pemegang saham, surat saham berfungsi sebagai bukti sah kepemilikan perusahaan.

Beda halnya dengan pemegang obligasi, surat obligasi bukan berfungsi sebagai kepemilikan sah porsi perusahaan, melainkan sebatas bukti piutang.

2. Harga Jual Beli Surat Berharga

Harga jual jadi salah satu perbedaan saham dan obligasi yang penting untuk diketahui.

Apabila terjadi inflasi, perubahan kondisi politik, maupun gejolak kondisi ekonomi dalam suatu negara, harga jual beli saham akan mengalami perubahan yang signifikan.

Harga saham rentan terhadap perubahan kondisi sehingga memiliki risiko yang lebih besar.

Berbanding terbalik dengan obligasi yang menawarkan harga stabil meskipun menghadapi berbagai kondisi keuangan sehingga tingkat risikonya tergolong kecil.

3. Masa Berlaku

Saham dan obligasi memiliki masa berlaku yang berbeda.

Masa berlaku saham tidak terbatas sehingga ketika kamu membeli saham, saham tersebut akan seterusnya menjadi milikmu selama tidak dijual.

Sementera itu, obligasi memiliki rentang waktu yang telah ditetapkan pada awal perjanjian, yakni sampai tanggal jatuh tempo.

4. Kepastian Pembagian Keuntungan

Perbedaan saham dan obligasi yang selanjutnya adalah kepastian pembagian keuntungan.

Pemegang saham akan mendapatkan dividen. 

Dividen adalah persentase keuntungan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki dan pendapatan perusahaan dalam kurung waktu tertentu.

Dividen saham memiliki jumlah yang tidak tertentu, tergantung pada laba yang didapatkan perusahaan.

Berbeda dengan obligasi, bunga dan pokok pinjamannya wajib dilunasi tanpa melihat keuntungan maupun kerugian perusahaan penerbit surat.

5. Besarnya Keuntungan

Perbedaan saham dan obligasi juga terletak pada besarnya keuntungan yang bisa kamu dapatkan.

Keuntungan yang didapatkan dari saham diambil dari jumlah saham yang dimiliki dan laba perusahaan.

Beda dengan dividen, penerbit obligasi harus membayarkan seluruh pokok pinjaman beserta bunganya berdasarkan perjanjian yang telah disepakati dari awal.

Dengan demikian, secara umum pemegang saham akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibanding pemegang obligasi karena risiko yang dihadapi juga lebih besar.

6. Pajak

Perbedaan saham dan obligasi yang tak kalah penting adalah nilai pajak yang ditanggung investor.

Pemegang saham dikenakan pajak karena dividen atau laba perusahaan termasuk ke dalam pendapatan.

Akan tetapi, pajak tersebut sudah terpotong otomatis ketika investor mendapatkan dividen.

Pembayaran obligasi tidaklah sama karena termasuk ke dalam biaya perusahaan, artinya dapat dianggap tidak dikenakan pajak.

7. Hak Campur Tangan Perusahaan

Perbedaan saham dan obligasi selanjutnya adalah hak pemegang terhadap perusahaan.

Pemegang saham memiliki hak suara untuk menentukan kebijakan perusahaan dalam RUPS karena memiliki sebagian porsi perusahaannya.

Sementara itu, obligasi merupakan surat utang dan kamu tidak memiliki hak apa pun terhadap perusahaan penerbitnya.

8. Kebijakan saat Likuidasi

Perbedaan saham dan obligasi yang terakhir terletak pada kebijakan perusahaan saat likuidasi.

Sebagai informasi, likuidasi adalah proses pembubaran perusahaan serta penyelesaian urusan perusahaan, seperti menjual harta perusahaan, menagih piutang ke rekan bisnis, melunasi utang, maupun menghabiskan sisa harta kepada para pemilik perusahaan.

Ketika perusahaan pailit, pemilik utang dan obligasi akan diprioritaskan sehingga akan mendapatkan modal serta bunga sesuai dengan perjanjian.

Berbeda dengan pemilik saham, mereka akan mendapatkan keuntungan sesuai porsi kepemilikan setelah kewajiban utang perusahaan saat likuidasi dilunasi.

***

Demikian penjelasan perbedaan saham dan obligasi.

Baca artikel informatif lainnya di artikel.rumah123.com dan Google News.

Temukan hunian idamanmu di Rumah123 karena #SemuaAdaDisini!

**Referensi:

  • Tannadi, Belvin. (2020) Ilmu Saham: Pengenalan Saham. Jakarta: Elex Media Komputindo 
  • Rudiyanto. (2022). Obligasi. Jakarta: Elex Media Komputindo

Tag: , ,


alya

Content Writer

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA