gambar kerja (Sumber: istock)

Gambar kerja memiliki peranan penting terhadap proses pembangunan sebuah properti. Yuk, berkenalan dengan fungsi gambar teknik tersebut.

Mungkin di antara kamu masih banyak yang bingung, apa itu gambar kerja arsitektur?

Menurut arsitek Bondan Prihastomo yang dikutip dari laman 99.co, gambar kerja adalah gambar acuan teknis untuk merealisasikan antara ide ke dalam wujud fisik bangunan.

Ketika membangun rumah dengan menggunakan jasa arsitek, kamu pastinya membutuhkan informasi teknis terkait hunian.

Maka, kehadiran gambar konstruksi bangunan rumah itu akan membantu kamu untuk mendapatkan informasi tersebut.

Selain itu, dengan adanya gambar acuan, proses pembangunan konstruksi lebih efektif dari segi waktu maupun biaya.

Kontraktor dapat dengan mudahnya membaca rancangan dari sebuah bangunan properti.

Adapun, pembuatan gambar kerja harus mudah dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan.

Lantas, informasi apa saja sih yang harus ada pada sebuah gambar kerja bangunan yang baik?

Gambar Kerja Harus Memuat Bagian Ini

1. Block Plan

gambar kerja block plan (Foto: arsitag.com)

Unsur pertama yang harus dimiliki sebuah gambar kerja bangunan yang benar adalah block plan.

Bagian ini memuat gambar dua dimensi yang menunjukkan detail dari rencana kerja terhadap sebuah kavling tanah.

Dengan block plan, kamu dapat melihat skala, keterangan gambar, arah jalur lalu lintas, arah mata angin, hingga nama bangunan di sekitarnya.

2. Site Plan

gambar kerja site plan (Foto: propertyfishing.com)

Bagian gambar kerja ini menunjukkan tata letak bangunan pada suatu lingkungan, serta kondisi jalan di sekitarnya.

Ada pun bagian site plan mencangkup, akses ruang dari bangunan, perletakan ruang dan hubungannya dengan ruang lain, hingga view yang didapat setiap ruang.

3. Denah Bangunan

gambar kerja denah bangunan (Sumber: adhyaksapersada.co.id)

Bagian ini menjelaskan secara detail keterangan skala, ukuran ruang, nama ruang, hingga ketinggian ruang.

Denah bangunan juga mencangkup perletakan furnitur di dalam ruang, arah mata angin, serta garis potongan dan arah pandangnya.

4. Gambar Potongan

gambar kerja potongan (Sumber: gedungarsitek.blogspot.com)

Pada bagian gambar teknis ini berisi keterangan detail suatu bangunan yang dipotong vertikal.

Hal tersebut dilakukan, guna memperlihatkan isi atau bagian dalam dari bangunan tersebut.

Bagian gambar teknik ini juga harus disertai denah, agar keseluruhan dapat dibaca secara komprehensif.

5. Potongan Struktural

Bagian ini dikenal pula sebagai potongan ortogonal, karena dibuat dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap.

Gambar kerja tersebut menjelaskan struktur yang digunakan, dimensi, jarak peletakannya, serta bahan yang digunakan.

6. Tampak Bangunan

gambar kerja tampak bangunan (Gambar: architectaria.com)

Bagian gambar konstruksi ini memperlihatkan tampilan luar fisik bangunan, secara dua dimensi.

Kamu dapat melihat dimensi bangunan, proporsi, gaya arsitektur, warna dan material bangunan, hingga estetika bangunan.

7. Gambar Detail

gambar kerja detail pondasi (Sumber: ahadi.id)

Di bagian ini kamu dapat mengetahui secara lebih detail, desain dari rumah yang sedang dibangun.

Lantaran di dalam gambar detail mencangkup informasi terkait struktur pondasi dan detail sambungan kayu pada kuda-kuda konstruksi.

8. Perspektif

gambar kerja perspektif (Gambar: gedungarsitek.blogspot.com)

Bagian ini merupakan proyeksi suatu bangunan, dengan garis konvergen menuju ke sebuah titik pengamatan.

Ada pun hasil dari bagian ini dibuat, hampir sama dengan pandangan mata manusia.

Nah, itulah penjelasan mengenai gambar kerja yang digunakan dalam proses pembangunan rumah.

Baca juga ulasan berbagai inspirasi contoh denah rumah 3 kamar, hanya di artikel.rumah123.com.

Bila kamu ingin cari rumah impian, yuk, telusuri rekomendasi terbaiknya di Rumah123.com.

Bagikan:
718 kali