13 istri nabi muhammad dan kisahnya

Dalam sejumlah Sirah Nabawiyah atau kitab kisah kehidupan Rasulullah diriwayatkan kalau jumlah istri Nabi Muhammad Saw ada 13.

Beberapa nama istri Nabi seperti Khadijah dan Aisyah memang sudah dikenal banyak umat muslim.

Namun, mungkin banyak istri Nabi lainnya yang jarang disebut atau kurang dikenal.

Agar kamu semakin memahami kisah kehidupan Nabi Saw, yuk simak 13 istri Nabi Muhammad Saw dan kisahnya berikut ini.

13 Istri Nabi Muhammad Saw dan Kisahnya

Berikut para perempuan yang pernah jadi pendamping hidup Rasulullah SAW:

1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid adalah istri Nabi Muhammad Saw yang pertama yang dinikahi pada umur 25 tahun.

Nabi Muhammad menikahi Khadijah yang pada saat itu berusia 40 tahun dan merupakan pengusaha Arab kaya raya.

Pernikahan ini merupakan pernikahan pertama beliau dan satu-satunya ketika Nabi Muhammad tidak berpoligami.

Mereka dikaruniai dua anak laki-laki bernama Qasim dan Abdullah, tetapi keduanya meninggal muda, dan empat anak perempuan yaitu Zaynab, Ruqaiyah, Ummu Kulthum dan Fatimah.

2. Saudah binti Zam'ah

Nabi Muhammad menikahi Saudah setelah wafatnya Khadijah dalam bulan itu juga.

Saudah dikenal sebagai perempuan bijak dan penyayang.

Saudah adalah istri Nabi Muhammad Saw yang terlibat langsung dalam peristiwa sebab turunnya ayat hijab.

Sebelum datangnya perintah dari Allah untuk berhijab, istri-istri Nabi tidaklah berhijab, dan tidak pula beliau memerintahkan mereka berhijab.

3. Aisyah binti Abu Bakar

Nabi Muhammad dua kali mendapat mimpi kalau Aisyah dibawakan oleh Malaikat untuk menjadi jodoh beliau.

Menganggap itu adalah ketentuan dari Allah yang harus dijalankan, beliau pun meminta kepada ayahnya Aisyah, yaitu Abu Bakar, untuk memberikan putrinya demi menjadi istri beliau.

Aisyah dinikahi oleh Nabi Muhammad ketika Aisyah berumur 6 atau 7 tahun, dan di saat itu Nabi Muhammad berumur 50 tahun.

4. Hafshah binti Umar

Hafshah berusia sekitar 19 tahun ketika dinikahi dan menjadi istri Nabi Muhammad Saw.

Ia adalah putri dari Umar bin Khattab, yang merupakan sahabat Nabi dan salah satu orang terkaya dari suku Quraisy.

Saking kayanya Umar, sampai-sampai bila Hafshah ingin meminta sesuatu, Umar menyuruhnya agar tidak meminta kepada Rasulullah, melainkan meminta kepada dirinya saja.

Sebelumnya, Hafshah mempunyai suami bernama Khunais bin Hudzafah as-Sahmiy, tetapi meninggal ketika ikut perang Badar.

5. Zainab binti Khuzaimah

Zainab binti Khuzaimah berasal dari klan kaya Banu Hilal.

Ia berusia sekitar 30 tahun, ketika dinikahi oleh Nabi Muhammad Saw.

Ia dijuluki “Ummul Masakin" yang berarti ibu orang-orang miskin karena komitmennya dalam membantu orang-orang miskin.

Sebelum dinikahi oleh Rasulullah, ia mempunyai suami Ubaidah bin Al-Harits, tetapi tewas pada pertempuran Badar.

Nabi Muhammad melamarnya pada bulan ke-31 pasca hijrah, akan tetapi Zainab meninggal 8 bulan kemudian.

6. Hindun binti Abi Umayyah (Ummu Salamah)

Hindun berusia sekitar 28 tahun ketika dinikahi Nabi Muhammad.

Dia berasal dari klan Mughirah, yang merupakan salah satu klan terkaya dari suku Quraisy.

Ia memiliki nama panggilan Ummu Salamah, karena ia mempunyai anak bernama Salamah.

Sebelum dinikahi Rasulullah ia mempunyai suami bernama Abdullah bin Abdulasad, yang meninggal karena luka pertempuran yang dialaminya pada Perang Uhud.

7. Zainab binti Jahsy

Zainab binti Jahsy adalah sepupu Nabi Muhammad dan sebelumnya merupakan istri dari anak angkat beliau, Zaid bin Haritsah.

Menurut Aisyah yang merupakan istri Nabi Muhammad Saw terfavorit, Zainab memiliki kecantikan yang setara dengannya.

8. Raihanah binti Zaid bin Amru

Raihanah berasal dari suku Yahudi, Bani Nadhir yang kemudian menjadi bagian dari Bani Quraizhah melalui pernikahan.

Nabi Muhammad pernah menyatakan niatan beliau untuk mengusir seluruh Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab, dan tidak meninggalkan siapa pun di dalamnya kecuali orang-orang Muslim.

Nabi Muhammad mengambil seperlima dari harta rampasan sebagaimana yang ditetapkan di dalam Al-Quran, dan mengambil Raihanah untuk diri beliau.

9. Juwairiyah binti Al-Harits

Juwairiyah sebelumnya adalah tawanan milik pihak Nabi Muhammad, dari suku Bani Mustaliq yang beliau serang tanpa peringatan.

Sang Nabi mendapatkan banyak tawanan pada saat itu, sehingga beliau membagi-bagikannya kepada umat muslim.

Menurut Aisyah, Juwairiyah adalah perempuan yang sangat cantik, setiap orang yang memandangnya pasti jatuh cinta.

10. Ramlah binti Abu Sufyan (Ummu Habibah)

Ramlah adalah anak dari Abu Sufyan, yang merupakan salah seorang pemimpin dan pedagang dari suku Quraisy.

Abu Sufyan menjadi salah satu penentang awal beliau.

Berbeda dengan ayahnya, Ramlah telah menemukan hidayah dari Islam sejak awal kerasulan.

Pada tahun 615 M, ia bersama suaminya dengan beberapa umat muslim lainnya hijrah ke Habasyah.

Suami Ramlah masuk Kristen dan meninggal ketika di sana.

Setelah masa iddah usai, Ramlah yang saat itu masih di Habasyah menerima surat lamaran dari Rasulullah.

11. Shafiyah binti Huyay

Shafiyah binti Huyay adalah seorang bangsawan, yang merupakan putri Huyay bin Akhtab, kepala suku Yahudi, Banu Nadir, yang dieksekusi menyerah pada Perang Khandaq.

Pada tahun 628, saat pertempuran Khaybar, Banu Nadir dikalahkan. Nabi mengambil Shafiyah, kemudian mengirimkan perempuan itu ke ibu dari Anas bin Malik untuk dihiasi.

Dan malamnya dikembalikan kepada Rasulullah untuk beliau nikahi. Shafiyah belum genap berusia 17 tahun pada saat itu.

12. Maimunah binti al-Harits

Maimunah memiliki nama asli Barrah, namun Nabi Muhammad mengubahnya menjadi Maimunah yang berarti "berita baik".

Maimunah berasal dari klan borjuis Banu Hilal. Meski begitu, Maimunah dikenal sebagai perempuan yang baik hati.

Maimunah dinikahi oleh Rasulullah ketika beliau sedang melaksanakan umrah.

13. Mariyah binti Syama’un

Istri Nabi Muhammad Saw yang terakhir adalah Mariyah binti Syama'un.

Mariyah al-Qibthiyah adalah seorang budak perempuan yang dihadiahkan oleh penguasa Mesir kepada Nabi Muhammad.

Mariyah berkulit putih dan sangat cantik.

3 Alasan Poligami Rasulullah

masjid nabawi Sumber: Kompas.

Fakta bahwa Nabi melakukan poligami memicu cibiran sejumlah kalangan, tak terkecuali orang yang hendak memojokkan Islam.

Mereka beranggapan, pernikahan tersebut berseberangan dengan tuntunan ajaran Islam yang membatasi pernikahan hanya empat istri saja.

Berikut tiga alasan kenapa Nabi Muhammad melakukan poligami:

1. Faktor Transendental (Ilahiyah)

Pernikahan Rasulullah didorong oleh wahyu dari Allah.

Di antaranya pernikahan dengan Aisyah, yang bermula dari wahyu yang datang dari mimpi.

Sementara, pernikahan Rasul dengan Zainab, yang tak lain adalah istri dari Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah, adalah bagian dari legalisasi hukum syariat tentang status anak angkat.

2. Faktor Sosial

Rasul menikahi para istri yang ditinggal suami mereka, entah karena syahid berperang atau akibat sakit, agar bisa memberikan pengayoman dan mengurus anak-anak mereka.

Selain itu, Rasulullah juga menikahi dari putri atau saudara para sahabat agar makin mempererat hubungan kekeluargaan dengan mereka.

3. Faktor Politik

Alasan yang ketiga ada aspek politik.

Pernikahan tersebut untuk merekatkan persatuan dan menghindari permusuhan, atau membebaskan tahanan.

Bangsa Arab dikenal hobi berperang, tapi sangat menjunjung nilai-nilai dan hubungan keluarga.

Oleh karenanya, pernikahan Nabi ini untuk merekatkan tiap suku agar tidak bertikai.

Nah, itulah para perempuan yang jadi istri Nabi Muhammad Saw dan alasan beliau melakukan poligami.

Semoga bermanfaat, ya.

Kamu juga bisa dapatkan artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena Rumah123.com serta 99.co selalu #AdaBuatKamu.

Bagikan:
2880 kali