Kapten Tim Nasional Kroasia Luka Modric Pernah Tinggal di Kamp Pengungsian (Rumah123/Marca)

Saat ini, kapten tim nasional Kroasia, Luka Modric bergelimang harta. Dia menjadi bintang klub kaya Liga Spanyol, Real Madrid. Namun, masa kecilnya penuh derita.

Modric merupakan pemain andalan Real Madrid. Dia direkrut dari klub Inggris, Tottenham Hotspur pada 2012. Dia menerima gaji lebih dari 9 juta pound (Rp169 miliar) per tahun.

Baca juga: Ronaldo Datang, Harga Tiket Stadion Juventus Langsung Naik

Dia juga sukses membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 Rusia. Sayangnya, Kroasia kalah 2-4 dari Prancis. Tetapi, Modric menjadi Pemain Terbaik Piala Dunia 2018.

Ketika masih kecil, Modric harus merasakan banyak penderitaan. Dia mesti tinggal bersama kakeknya karena ayah ibunya harus bekerja mencari uang.

Baca juga:  Alamak, Rumah Radja Nainggolan Pernah Kemalingan

Pada 1990-an, perang pecah di Semenanjung Balkan. Tentara Serbia menyerbu Kroasia. Modric harus menerima kenyataan pahit ketika kakeknya ditembak mati tentara Serbia.

Rumah keluarga Modric juga dibakar. Modric bersama orang tua dan juga saudari perempuannya Jasmina harus mengungsi ke kota lain.

Baca juga:  Lagi Bertanding, Rumah Bintang Liverpool Disatroni Maling

Keluarga Modric dan beberapa keluarga lainnya tinggal di Hotel Iz di Zardar. Mereka tinggal di hunian tanpa listrik dan air sama sekali. Mereka harus bertahan selama beberapa waktu.

Tidak hanya itu lho, Modric dan keluarganya harus hidup di bawah desingan peluru dan suara granat yang berjatuhan setiap hari. Belum lagi, mereka harus berjalan berhati-hati guna menghindari ladang ranjau.

Baca juga:  Dapat Ancaman, Pemain Timnas Inggris Pasang Sistem Keamanan di Rumah

Namun, semangat Modric untuk terus bertahan hidup tetap tinggi. Dia juga bersemangat untuk bermain sepak bola.

Dia bermain di lapangan parkir hotel. Modric bermimpi kalau suatu saat menjadi pemain sepak bola terkenal. Hal ini menjadi kenyataan.

Bagikan: 532 kali