kota gede yogyakarta- rumah123.com Masjid Kauman di Yogyakarta. Situs Berita Online CNN Memasukkan Kota Gede Yogyakarta dalam Daftar Kota Terindah di Asia (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kawasan kota tua, Kota Gede yang berada di Yogyakarta masuk ke dalam daftar 13 kota terindah di Asia. Seperti apa peluang bisnis sewa properti untuk pariwisata?

Situs berita online asal Amerika Serikat CNN memasukkan Kota Gede ke dalam daftar 13 kota terindah di Asia. Kota Gede bersanding dengan sejumlah kota lainnya yang tersebar di Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, Filipina, Jepang, China, dan lainnya.

Saat ini, Yogyakarta menjadi destinasi wisata domestik nomor dua setelah Bali. Sejumlah destinasi wisata baru seperti pantai, hutan pinus, gua, hingga wisata di Kaliurang menjadi magnet bagi wisatawan.

Baca juga: Destinasi Wisata Apa yang Ada di Ibu Kota Baru Indonesia?

Namun, jangan lupakan juga Kota Gede, sebuah kawasan tua di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Gede adalah salah satu kecamatan di Yogyakarta.

Area ini pernah menjadi ibu kota Kesultanan Mataram, sebuah kerajaan Islam di Jawa. Saat itu, Belanda belum menguasai Jawa.

Sebagai kawasan kota tua, Kota Gede memiliki arsitektur menarik yang memadukan budaya Jawa dengan Belanda. Singkatnya, Instagramable bagi para pelancong milenial.

Kota Gede Terkenal dengan Kerajinan Perak

Pada awal 1900-an, industri kerajinan perak menjadi salah satu bursa komoditi menarik. Kota Gede menjadi sentra kerajinan sejak masa itu hingga sekarang.

Bagi turis yang ingin mencari oleh-oleh atau suvenir, mereka bisa mencarinya di jalan utama, Jalan Kemasan. Ada lusinan butik, galeri, dan workshop yang menyuguhkan semua kerajinan perak dari perhiasan, kotak, hingga peralatan makan.

Kerajinan dari Kota Gede memiliki sejumlah karakteristik. Salah satunya adalah motif bunga yang berasal dari zaman Hindu.

Baca juga: 10 Kota di Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Selain kerajinan perak, para turis bisa melihat Masjid Kota Gede yang dibangun pada abad ke-17, makam Kota Gede, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya Kota Gede menjadi salah satu destinasi wisata klasik di Yogyakarta. Destinasi lainnya adalah Keraton Yogyakarta, Malioboro, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pantai Parang Tritis, Kaliurang, dan masih banyak lagi.

Potensi Hunian Sewa di Yogyakarta

Situs berita online Tribunnews.com melansir bahwa ada 1.859.888 orang yang berwisata ke Yogyakarta pada 2018. Data ini dikutip dari Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta tidak hanya identik menjadi kota pelajar, namun juga sebagai kota wisata. Bagi investor properti, mereka bisa berinvestasi beragam jenis properti.

Investasi rumah, apartemen, kondotel, rumah kos, rumah toko (ruko), kios, dan lainnya. Kamu bisa membeli rumah tua untuk diubah menjadi hunian klasik atau restoran.

Baca juga: 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia Untuk Lajang Pada 2019

Apartemen semakin menjamur di Yogyakarta, begitu juga dengan kondotel (kondominium hotel). Rumah kos tidak hanya diserbu oleh mahasiswa tetapi juga oleh para wisatawan backpacker. Walaupun hotel di Yogyakarta semakin banyak, tetapi saat musim wisata biasanya tidak bisa menampung jumlah wisatawan.

Ruko atau kios tidak kalah menarik. Kalau tertarik menyewakan atau mungkin ingin membuka usaha makanan atau oleh-oleh, peluang ini tetap terbuka. Bisnis kuliner atau oleh-oleh di kawasan destinasi wisata terus tumbuh pesat. Jadi mau investasi properti apa di Yogyakarta?

Bagikan: 852 kali