korsleting listrik- Rumah123.com Korsleting Listrik Menjadi Penyebab Utama Kebakaran di Jakarta. Pemilik Rumah Harus Mengecek Instalasi Rumah. Selain Itu, Jangan Menumpuk Steker Pada Stop Kontak Seperti Ini (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jumlah kebakaran di Jakarta meningkat selama musim kemarau. Penyebabnya masih didominasi oleh korsleting listrik. Untuk itu, kamu harus selalu mengecek instalasi listrik di rumah.

Kebakaran kembali terjadi di Jakarta pada Sabtu (20/7/2019). Insiden ini terjadi tepatnya di Jalan Jatinegara Barat, Kelurahan Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.

Situs Kompas.com mengutip pernyataan Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaiman yang menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada 18.30 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Baca juga: Rumah Ketua DPR Terbakar, Penyebab Diduga Korsleting Listrik

Api muncul di salah satu rumah warga. Empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) langsung menuju ke lokasi. Lantas ada delapan unit mobil damkar yang mengikuti. Dua di antaranya merupakan mobil damkar dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan.

Sudin Gulkarmat berhasil memadamkan api pada pukul 20.10 WIB. Penyebab kebakaran masih diselidiki sementara kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Insiden kebakaran memang nyaris terjadi setiap hari di Jakarta. Jumlahnya terus meningkat selama musim kemarau.

 

Kebakaran Meningkat Selama Musim Kemarau

Situs CNN Indonesia mengutip pernyataan Kepala Seksi Publikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Saepuloh yang menyataka bahwa jumlah kasus kebakaran di Jakarta meningkat selama musim kemarau.

Sejak 1 Januari hingga 7 Juli 2019, sudah ada 857 kasus kebakaran. Selama tujuh hari pada awal Juli 2019 saja sudah ada 34 kasus kebakaran.

Jumlah kasus kebakaran pada Maret sebanyak 133 kasus. Kemudian jumlahnya menurun menjadi 122 kasus pada April. Jumlah kasus kebakaran sempat naik menjadi 137 kasus pada Mei.

Bahkan, jumlah kasus kebakaran di Jakarta meningkat menjadi 157 kasus pada Juni 2019. Belum ada data jumlah kasus kebakaran pada Juli.

Namun, satu insiden kasus kebakaran terjadi di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Kebakaran ini mengakibatkan lebih dari 1.400 orang harus mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal.

Jakarta Selatan memang menjadi kawasan paling rawan di Jakarta dengan 226 kasus. Kemudian diikuti oleh Jakarta Timur sebanyak 217 kasus, Jakarta Barat 154 kasus, Jakarta Utara 135 kasus, dan Jakarta Pusat dengan 125 kasus.

 

Korsleting Listrik Menjadi Penyebab Utama Kebakaran

Ratusan insiden kebakaran di Jakarta ini telah menelan korban jiwa sebanyak 10 orang tewas, 67 orang luka-luka, dan 12 petugas mengalami luka-luka. Kerugian ditaksir mencapai Rp166,21 miliar.

Faktor yang menyebabkan kebakaran masih didominasi oleh listrik. Korsleting listrik menjadi penyebab kebakaran di Jakarta dengan 574 kasus.

Kemudian diikuti dengan masalah kebocoran gas sebanyak 93 kasus, membakar sampah sebanyak 52 kasus, disebabkan rokok sebanyak 25 kasus, lilin sebanyak tiga kasus, dan sisanya disebabkan oleh beragam hal.

Situs Kumparan.com pernah merilis bahwa penyebab kebakaran di Jakarta memang didominasi oleh listrik. Pada 2012, ada 577 kasus kebakaran karena listrik. Jumlahnya meningkat pada 2013 menjadi 725 kasus.

Jumlahnya menurun pada 2014 menjadi 684 kasus, namun meningkat tajam pada 2015 menjadi 828 kasus. Kemudian menurun lagi pada 2016 menjadi 754 kasus.

 

Cek Instalasi Listrik Guna Mencegah Korsleting Listrik dan Kebakaran

Untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik, pemilik rumah harus melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala. Situs Kompas.com memberikan tips pencegahan.

Pertama, tidak mengubah kondisi alat kWh meter atau MCB (Miniature Circuit Breaker) sendiri lantaran membahayakan. Kedua, memeriksa instalasi arus listrik setidaknya lima tahun sekali oleh tenaga yang terakreditasi.

Ketiga, memastikan instalasi listrik di rumah mempunyai sertifikat laik operasi (SLO). Keempat, mengecek stop kontak listrik. Jangan sampai steker berwarna hitam. Selain itu, juga jangan menumpuk steker terlalu banyak pada stop kontak.

Kelima, menjauhkan peralatan listrik dari benda yang mudah terbakar seperti gas dan kertas. Keenam, jangan membiarkan peralatan elektronik seperti televisi, laptop, charger smartphone, dan lainnya menancap terlalu lama di stop kontak.

Bagikan: 1453 kali