edy rahmayadi aspal rumah dinas

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk aspal rumah dinas Gubernur.

Biaya untuk proyek pengaspalan itu berasal dari perubahan APBD 2021. Dalam waktu dekat, proyek itu segera dieksekusi.

CV Garuda Nusantara Perkasa memenangi tender proyek pengaspalan jalan, di rumah dinas Gubernur Sumut di Jalan Sudirman, Medan.

Pada situs LPSE, tender proyek itu sudah selesai dilaksanakan.

Namun, proyek itu menuai polemik lantaran anggaran tersebut dianggap terlalu besar.

Selain itu, kebijakan tersebut dianggap tak sesuai, karena kondisi masyarakat yang masih terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Biaya Aspal Rumah Dinas Dikritik, Jalan di Sumut Masih Banyak yang Perlu Diperbaiki

rumah dinas gubernur sumut Sumber: Akurat News.

Anggaran aspal rumah dinas sebesar Rp 2 miliar itu kemudian menjadi sorotan. Salah satu kritik datang dari PDIP Sumut.

PDIP pun menilai wajar jika kemudian warga Liang Melas Datas, Karo, langsung mengadu ke Presiden Joko Widodo soal perbaikan jalan.

"Warga Liang Melas Datas langsung ke Presiden mengadukan keluh kesahnya terhadap jalan yang rusak parah," sebut Aswan, seperti dilansir Detik (10/12).

Aswan mengatakan rakyat Liang Melas Datas mengadu ke Jokowi karena menilai mereka tidak akan ditanggapi jika mengadu ke Pemprov.

Aswan menuding Gubernur Edy Rahmayadi mementingkan fasilitas sendiri.

"Karena mengadu ke pemerintah daerah dan provinsi mereka tahu tidak akan diberikan solusi karena masih lebih mementingkan fasilitasnya sendiri," ujarnya.

Meski Kontroversial, Edy Anggap Wajar Rp2 Miliar untuk Aspal Rumah Dinas

edy rahmayadi Sumber: Suara.

Menanggapi polemik soal proyek aspal rumah dinas itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tidak terlalu ambil pusing.

Menurut dia, proyek pengaspalan itu hal yang wajar. Terlebih jika anggaran sebesar itu digelontorkan untuk merenovasi rumah dinas gubernur.

Dilansir dari Kompas (13/12/2021), dalam beberapa bulan terakhir, aspal rumah dinas itu memang dalam tahap renovasi, terutama di bagian luar dan taman.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan, hal yang wajar jika anggaran sebesar itu digelontorkan untuk merenovasi rumah dinas.

"Nanti mau saya bikin Rp 10 miliar," kata Edy.

Dia menyebutkan, rumah dinas itu adalah istana. Jika pemerintah pusat memiliki istana negara, maka rumah dinas gubernur adalah istananya Sumut.

"Ini adalah rumah dinas, istananya Sumatera Utara," tambah Edy.

Edy menanggapi dengan santai kritik yang dilayangkan kepadanya, karena dinilai melakukan pemborosan.

"Bila perlu Rp 100 miliar saya mau bikin," pungkas Edy.

Situs properti artikel Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Vida Bekasi.

Bagikan:
291 kali