OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

High Rise Building: Kenali Pengertian dan Karakteristiknya

20 Desember 2022 · 4 min read Author: Nik Nik Fadlah

high rise building

Pernah mendengar high rise building? Ternyata jenis bangunan ini sering kita jumpai, lo. Ketahui lebih dalam mengenai pengertian hingga karakteristik dari bangunan tersebut dalam artikel ini, yuk!

High rise building menjadi salah satu hal yang paling sering ditemui, terutama jika Property People bekerja di kota-kota besar. 

Sesuai dengan namanya, pengertian dari high rise building adalah bangunan gedung yang memiliki struktur tinggi dan terdiri dari banyak lantai. 

Hal tersebut membuat para penghuninya harus menggunakan lift untuk mencapai tempat yang dituju.

Adapun bangunan yang masuk dalam kategori ini adalah gedung yang memiliki lebih dari 7-10 lantai dengan ketinggian 23-30 meter. 

Agar Property People lebih memahami mengenai karakteristik dari bangunan jenis ini, berikut ulasan lengkapnya seperti dilansir dari berbagai sumber.

Pengertian High Rise Building

pengertian high rise building

Sumber: BBC.co.uk

Secara harfiah, high rise building adalah bangunan gedung tinggi atau gedung pencakar langit. Biasanya, bangunan ini digunakan sebagai gedung apartemen maupun perkantoran. 

Jenis bangunan ini memiliki ketinggian minimal 23 meter dan memerlukan penyediaan sistem keselamatan jiwa yang cermat.

Tak hanya itu, struktur bangunannya juga harus sangat kuat dan kokoh, ini dilakukan agar bangunan dapat bertahan dengan baik jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi

Karakteristik High Rise Building

karakteristik high rise building

Sumber: Freedoniagroup.com

Meskipun diartikan sebagai gedung tinggi, jenis bangunan ini memiliki karakteristik tertentu.

Berikut adalah karakterisitik dari jenis bangunan ini

1. Tinggi Bangunan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sebuah gedung bisa dikatakan merupakan high rise building jika memiliki ketinggian minimal 23 meter atau setara dengan gedung 6 lantai. 

2. Struktur Bangunan

Pada umumnya, sebuah bangunan tinggi memerlukan struktur yang kokoh untuk meminimalkan kerusakan akibat bencana alam. 

Setidaknya, terdapat tiga jenis struktur bangunan yang biasanya digunakan pada bangunan tinggi, yakni flat slab, bearing wall system, dan open frame. 

Flat slab adalah struktur bangunan yang dibuat dari pelat beton untuk menancapkan kerangka pada sebuah gedung. 

Sedangkan, bearing wall system adalah sistem struktur yang memakai dinding sebagai tempat untuk menumpu sebuah bangunan. 

Sementara open frame adalah sebuah struktur yang menggabungkan balok dengan kolom. 

3. Luas Lantai

Karakteristik high rise building selanjutnya bisa dilihat dari luas tapak. 

Bangunan tinggi biasanya memiliki luas lantai minimal 750-1500 m2. Luas tersebut dipilih untuk menyeimbangkan ketinggian bangunan. 

4. Solusi Keterbatasan Lahan

Berdasarkan laporan dari Detik.com, ketersediaan lahan kosong di wilayah DKI Jakarta semakin terbatas. Hal ini membuat pemerintah mendorong pembangunan gedung dan hunian vertikal

Terkait hal tersebut, high rise building menjadi solusi utama untuk menghemat penggunaan lahan, khususnya di kota-kota besar. 

5. Kebutuhan Energi yang Besar

Semakin tinggi sebuah bangunan, maka kebutuhan energi pun akan semakin besar.

Terlebih lagi jika bangunan digunakan sebagai gedung utama untuk perkantoran atau hunian apartemen. 

6. Sistem Aerodinamika

Bangunan tinggi juga membutuhkan sistem aerodinamika yang baik. Ini dilakukan agar bangunan tahan terhadap terpaan angin maupun gempa. 

Sistem aerodinamika berhubungan langsung dengan pergerakan udara dan dapat meminimalkan guncangan dari gempa dan terpaan angin. 

7. Nilai Arsitektur Tinggi

Bukan hanya memerhatikan fungsinya saja, high rise building juga dibangun dengan tetap memerhatikan estetika. 

Jadi jangan heran, jika banyak gedung tinggi memiliki desain eksterior dan interior yang memukau. 

8. Hunian Vertikal

Orientasi fisik dari gedung tinggi adalah bangunan vertikal.

Artinya, pembangunannya memang dibuat secara khusus untuk menjulang ke atas. 

9. Risiko Tinggi

Pembangunan gedung tinggi tidak terlepas dari berbagai risiko yang menyelimutinya, seperti bencana alam, khususnya gempa bumi dan badai. 

Apabila gedung dibangun tanpa perhitungan yang matang, risiko terjadinya kerusakan atau robohnya bangunan akan semakin tinggi. 

10. Kompleksitas yang Tinggi

Diperlukan rangkaian analisis yang panjang dan rumit dalam membangun sebuah gedung tinggi.

Analisis dan perhitungan yang dilakukan pun harus benar-benar rinci dan tepat. 

***

Itulah informasi mengenai high rise building

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Property People!

Baca juga informasi lainnya seputar kabar properti hanya di Artikel Rumah123.com.

Kamu juga dapat mengikuti Google News kami untuk mendapatkan berita terupdate, lo!

Sedang mencari hunian terbaik di kawasan Bandung? Grand Asritama Cihanjuang bisa menjadi pilihan menarik, nih!

Dapatkan kemudahan untuk memiliki properti impian bersama Rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: ,


Nik Nik Fadlah

Content Writer

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan yang kini menjadi penulis di Rumah123 dan Berita 99. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA