OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Cerita Dongeng Cinderella dan Sepatu Kaca yang Bisa Dibaca untuk Pengantar Tidur Anak

25 Juli 2023 · 5 min read Author: Shafira Chairunnisa

kisah dongeng cinderella

kisah dongeng cinderella | sumber: shutterstock.com

Sebelum anak tidur, bacakan mereka cerita yang bermakna, yuk. Salah satu yang bisa kamu bacakan adalah cerita Cinderella yang satu ini!

Banyak orang pastinya sudah tidak asing dengan dongeng Cinderella dan Sepatu Kaca.

Dongeng ini dibuat oleh penulis asal Amerika, Marcia Joan Brown, pada tahun 1954 dan kini telah diadaptasi ke berbagai versi.

Ceritanya yang menarik dan penuh dengan makna membuat dongeng ini cocok dibacakan untuk anak, terutama untuk pengantar tidur.

Yuk, baca dan simak kisah cerita dongeng Cinderella dan Sepatu Kaca di bawah ini!

Kisah Cerita Dongeng Cinderella dan Sepatu Kaca

dongeng cerita cinderella

sumber: scribdassets.com

Berikut adalah kisah cerita Cinderella dan Sepatu Kaca yang penuh makna:

Di zaman dahulu kala, hidup seorang anak perempuan cantik dan manis bernama Cinderella.

Ia tinggal bersama ibu dan dua saudari tirinya yang kejam.

Setiap hari, ibu tirinya menyuruh Cinderella untuk mengerjakan pekerjaan rumah layaknya seorang pelayan.

Cinderella juga sering disiksa oleh ibu dan dua saudari tirinya.

Namun, dia tidak pernah membenci atau marah pada ibu dan saudari tirinya atau bahkan mengeluh ketika mengerjakan pekerjaan yang mereka berikan.

Suatu saat, datang sebuah sayembara pesta dansa yang dari istana.

Semua orang diundang untuk datang ke pesta dansa tersebut.

Ibu dan dua saudari tiri Cinderella pun sangat antusias datang ke pesta karena mereka bisa bertemu pangeran di istana.

“Aku ingin datang ke pesta itu. Aku akan berdansa dengan pangeran,” ujar sang kakak sulung.

“Hai, jangan mimpi kak. Pangeran pasti akan memilih aku karena ku lebih cantik darimu. Nanti pangeran akan jatuh cinta padaku dan menikahiku!” jawab kakak kedua dengan wajah berseri.

“Ibu pasti akan sangat bahagia, jika di antara kalian berdua bisa menikah dengan Pangeran dan kita akan menjadi keluarga terpandang,” kata si ibu tiri.

Cinderella juga mendengar tentang sayembara ini dan meminta izin ibu tirinya untuk turut mengikuti pesta dansa.

“Bolehkan aku ikut ke pesta dansa bersama kalian bu?” tanya Cinderella.

Ibu dan dua kakak tiri Cinderella tertawa sambil memandang rendah Cinderella.

“Gadis sepertimu datang ke pesta dansa? Jangan bermimpi! Kehadiranmu hanya akan menghinaku di pesta!” kata ibu tiri.

Mendengar jawaban ibu tirinya, Cinderella pun hanya bisa bersedih dan kembali mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Hari pesta dansa pun tiba, Cinderella ditinggalkan sendirian di rumah oleh keluarganya.

Cinderella hanya bisa menangis karena dirinya pun ingin mendatangi pesta dansa, sama seperti gadis-gadis lainnya.

Tiba-tiba, Cinderella terkejut mendengar ketukan datang dari arah jendela kamarnya.

“Anak baik, berhentilah menangis. Segera pergi ke taman dan bawakan aku sebuah labu,” ucap ibu peri pada Cinderella.

Cinderella terkejut, tetapi dia menghapus air matanya dan berlari ke taman sambil membawa labu.

Ibu peri pun kemudian menyihir labu yang dibawakan Cinderella dan mengubahnya menjadi kereta kuda.

Baju Cinderella yang lusuh pun diubah menjadi sebuah gaun cantik dan sepatunya berubah menjadi sepatu kaca oleh ibu peri.

Cinderella terkesima karena kini dia berubah menjadi seseorang yang sangat cantik.

“Ayo, segera pergi ke pesta dansa, tetapi jangan lupa untuk pulang sebelum jam 12 malam” kata ibu peri.

Cinderella pun berterima kasih pada ibu peri dan segera mengunjungi istana.

Di istana, keberadaan Cinderella membuat banyak orang terkesima karena kecantikannya, termasuk pangeran.

Pangeran kemudian mengajak Cinderella berdansa dan keduanya berdansa sampai tengah malam.

Ketika suara lonceng tanda tengah malam berbunyi, Cinderella bergegas untuk pulang.

Pangeran mencoba menahannya, tetapi Cinderella tetap berlari keluar dan tak sengaja meninggalkan sepatu kacanya.

Karena sangat penasaran dengan gadis cantik yang berdansa dengannya, pangeran pun membawa sepatu kaca ke dalam istana.

Beberapa hari setelah pesta dansa berlangsung, pangeran membuat pengumuman bahwa dirinya sedang mencari gadis bersepatu kaca dan akan menikahinya.

Satu demi satu rumah didatangi oleh pangeran dan pengawalnya, kemudian gadis yang ada di rumah disuruh memakai sepatu kaca yang pangeran bawa.

Tidak ada satu pun gadis yang memiliki kaki yang pas dengan sepatu kaca, sampai akhirnya pangeran mendatangi rumah Cinderella.

Dua saudari tiri Cinderella kemudian memakai sepatu kaca tersebut, tetapi kakinya tidak muat.

“Apakah tidak ada gadis lain di sini?” tanya pangeran.

“Tidak ada, hanya ada dua putriku ini,” jawab sang ibu tiri.

“Baiklah, kalau begitu aku akan mencari ke tempat lain,” ujar pangeran.

Ketika dirinya keluar dari rumah, pangeran tak sengaja melihat Cinderella dari jendela.

Pangeran bertanya pada ibu tiri siapa gadis yang berada di jendela dan ibu tiri pun menjawab bahwa gadis tersebut hanya pelayan yang tidak mengikuti pesta dansa.

Meski demikian, pangeran memaksa ibu tiri untuk memanggil Cinderella dan menyuruhnya untuk memakai sepatu kaca.

Ketika Cinderella memakai sepatu kaca, Pangeran terkejut karena sepatunya sangat pas dengan kaki Cinderella.

Pangeran pun menepati janjinya dengan menikahi Cinderella dan menjadikannya putri di kerajaan.

Cinderella menerima lamaran pernikahan Pangeran dan keduanya hidup bahagia selamanya.

Cerita Cinderella dalam Bahasa Inggris

Berikut adalah cerita Cinderella dalam bahasa Inggris:

cerita cinderella bahasa inggris

sumber: scribdassets.com

***

Semoga cerita Cinderella di atas dapat bermanfaat, ya!

Simak terus artikel seputar dongeng anak hanya di artikel.rumah123.com.

Pantau juga berita informatif dengan follow laman Google News kami, ya!

Akses Rumah123.com untuk temukan pilihan rumah incaran, karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , , ,


Shafira Chairunnisa

Content Writer

Lulusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan dan pernah bekerja sebagai jurnalis di media nasional. Sekarang fokus menulis tentang properti, gaya hidup, desain, dan politik luar negeri. Senang bermain game di waktu senggang.
Selengkapnya