OK
logo rumah123
logo rumah123
Iklankan Properti
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

51 Contoh Puisi Pendek Berbagai Tema yang Menarik dan Mendidik

31 Januari 2024 · 20 min read Author: Emier Abdul Fiqih P · Editor: M. Iqbal

contoh puisi pendek

Contoh puisi pendek memiliki berbagai macam tema yang dapat kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan. Yuk, simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Puisi pendek memiliki berbagai macam tema yang dapat kamu pilih mulai dari tema pendidikan, kehidupan sehari-hari, alam, hingga mengenai percintaan.

Karya sastra yang satu ini memang cukup populer di Indonesia, terutama bagi kamu yang bekerja di bidang karya seni.

Puisi sering kali digunakan sebagai ungkapan sebuah aspirasi dalam diri yang diucapkan dalam karya sastra.

Apabila kamu sedang mencari contoh puisi pendek tentang pendidikan, kehidupan, alam atau cinta, kebetulan banget!

Sebab, artikel.rumah123  telah mengumpulkan berbagai macam puisi yang bagus dan menarik.

Yuk, langsung saja simak daftar lengkapnya berikut ini yang melansir dari berbagai sumber.

Daftar Isi Artikel

Contoh Puisi Pendek Tentang Sekolah

contoh puisi pendek tentang sekolah

ilustrasi contoh puisi pendek tema bebas, contoh puisi pendek tentang alam

1. “Guru”

Oleh: David Aribowo

Terlahir karena terpilih

Berada di bumi karena takdir

Melangkah dengan menebar berkat

Menjadi terang karena tuntutan

Terpilih menjadi guru teladan

Berada di sekolah karena pilihan

Memberi ilmu dengan menebar senyum

Guru teladan yang menjadi terang

 

2. “Pahlawan Selanjutnya”

Oleh: Ardaradja Kusuma B.

Pattimura mempertajam pedang sebelum bertarung

Kita mempertajam pensil untuk bersiap belajar

Diponegoro bersiap dengan memperkuat pertahanan pasukannya

Kita juga akan membaca buku untuk bersiap di masa depan

Perjuangan pahlawan hebat masih ada

Api semangat diturunkan ke kita kawula muda

Untuk belajar dan menambah pengetahuan

Meneruskan perjuangan mereka melalui ilmu

Jangan berkecil hati dan semangat

Karena perjuangan kita sama hebatnya

Teruslah haus akan ilmu dan lapar akan fakta

Dengan itulah kita menjadi pahlawan selanjutnya

 

3. “Guruku”

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya

Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar

Ketika aku besar dan menjadi pintar

Kulihat dia begitu kecil dan lugu

Aku menghargainya dulu

Karena tak tahu harga guru

Ataukah kini aku tak tahu

Menghargai guru?

Contoh Puisi Pendek Tentang Kehidupan

contoh puisi pendek tentang kehidupan

ilustrasi contoh puisi pendek tema bebas, contoh puisi pendek tentang alam

4. “Jangan Menyerah”

Aku akan terus melangkah

Berjuang menggapai harapan

Tak peduli anggapan maupun cercaan

Terus bergerak tidak ada keraguan

 

Terpeleset jatuh

Tergores luka

Bangkit tuk melangkah

Tak pernah sudi untuk menyerah

 

Hidup itu sulit

Bagi mereka yang tak mau mencoba

Hidup itu menyebalkan

Bagi mereka yang lemah dan berputus asa

 

Tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakan

Perbanyak pikiran untuk perluas wawasan

Jangan lemah ketika terjatuh

Bangkit lagi teruskan langkah kehidupan

Agar kelak kita sampai juga di tempat tujuan

Puisi Kehidupan Penuh Rasa Syukur

 

5. “Bingkai Kehidupan”

Masa demi masa berlalu sudah

Kemana kaki jalan melangkah

Liku-liku kehidupan mengukir sejarah

 

Kini saatnya berpotret diri

Berbenah dari segala keburukan

Meningkatkan semua kebaikan

Ramadhan sebentar khan tiba

 

Kini saatnya tuk membuka pintu hati

Memaafkan semua kehilafan

Mari kita sambut dengan gembira

Dengan memperbanyak ibadah

 

Tuk menggapai tingkatan taqwa

Derajat tertinggi di sisi khalik

Semoga Allah selalu membimbing kita

Dan nanti memasukkan kita dalam surga-Nya

Amin

6. “Motivator Sejati”

Sang sahabat utusan Tuhan

Ajakan serta nasihat yang engkau beri

Jadikanlah sosok yang berarti

Guna dewasaku di masa depan

Motivator sejati

Kau beri penataran serta ciptakan solusi

dari perangkap kehidupan yang membelenggu pemikiran

Semangat motivasi tak henti

Dari pengalaman yang kau beri

Ikhlas serta tulus arahanmu

Tuk raih tujuan hidupku

Motivator sejati…

Jangan kau pergi

Dari kehidupan ini

Tinggalkan ku sendiri

Urai muslihat berduri

Dalam sepinya ide yang kumiliki.

Contoh Puisi Pendek tentang Alam

contoh puisi pendek tentang alam

ilustrasi contoh puisi pendek tentang ibu, contoh puisi pendek tentang pendidikan

7. “Desaku di Pagi Hari”

Kicau burung bersahutan

Di pagi yang penuh kehangatan

Bermain-main di pucuk dan dahan

Melengkapi alam desa penuh keindahan.

Udara segar bersemilir

Memasuki sela-sela desa

Hari baru mulai bergulir

Suasana rasa sentosa

 

8. “Di Tepi Hutan”

Memasuki tepi hutan

Berjalan menuju jalan setapak

Terdengar burung burung berkicauan

Mengiringi insan yang bekerja

Aroma hutan kuat tercium

Ketika kaki mulai melangkah

Pohon-pohon berdiri megah

Sembari menebar aroma harum

 

Contoh Puisi Pendek tentang Cinta

contoh puisi pendek tentang cinta

ilustrasi contoh puisi pendek tentang ibu, contoh puisi pendek tentang pendidikan

9. “Aku Ingin”

Oleh: Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

10. “Pasangan Sejati”

Menjadi pasangan sejati

Menjadi yang abadi

Yang akan menemani

Di akhirat kelak nanti

Semua karena cinta

Sebaiknya tetap pada jalurnya

Allah mendidik kita dengan agama

Membawa kita kepada-Nya

Tidak semua dengan kelembutan

Kadangkala dengan peringatan

Semua karena perbuatan

Agar menjadi pelajaran

Diciptakan neraka

Bukan untuk menakuti

Hanya untuk mengingat Ilahi

Sebaik-baik tempat adalah surga

 

11. “Surat Cinta”

Bukankah surat cinta ini ditulis

ditulis ke arah siapa saja

Seperti hujan yang jatuh ritmis

menyentuh arah siapa sajaBukankah surat cinta ini berkisah

berkisah melintas lembar bumi yang fana

Seperti misalnya gurun yang lelah

dilepas embun dan cahaya.

 

12. “Cinta Itu Lagu”

Cinta adalah lagu yang tak pernah berakhir,

Kita adalah dua nada yang selalu berdampingan.

Di dalam harmoni kita yang indah,

Kita adalah lagu yang tak pernah usang.

Cinta kita adalah musik yang abadi,

Mengalun dalam hati kita sepanjang waktu.

 

13. “Segala Rintangan”

Beban berat ini takkan aku lepaskan,

Ketika kita berjalan bersama, kita kuat.

Dalam badai dan terik, kita teguh,

Kita adalah pasangan yang tak terpisahkan.

Dalam cinta kita, kita temukan kekuatan,

Untuk menghadapi segala rintangan bersama.

Contoh Puisi Pendek tentang Perjuangan

contoh puisi pendek tentang perjuangan

ilustrasi contoh puisi pendek tentang sekolah, contoh puisi pendek tentang alam

14. “Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu”

Oleh: Widji Thukul

apa guna punya ilmu

kalau hanya untuk mengibuli

apa gunanya banyak baca buku

kalau mulut kau bungkam melulu

di mana-mana moncong senjata

berdiri gagah

kongkalikong

dengan kaum cukong

di desa-desa

rakyat dipaksa

menjual tanah

tapi, tapi, tapi, tapi

dengan harga murah

apa guna banyak baca buku

kalau mulut kau bungkam melulu

 

15. “Musium Perjuangan”

Oleh: Kuntowijoyo

Susunan batu yang bulat bentuknya

berdiri kukuh menjaga senapan tua

peluru menggeletak di atas meja

menanti putusan pengunjungnya.

 

Aku tahu sudah, di dalamnya

tersimpan darah dan air mata kekasih

Aku tahu sudah, di bawahnya

terkubur kenangan dan impian

Aku tahu sudah, suatu kali

ibu-ibu direnggut cintanya

dan tak pernah kembali

 

Bukalah tutupnya

senapan akan kembali berbunyi

meneriakkan semboyan

Merdeka atau Mati.

 

Ingatlah, sesudah sebuah perang

selalu pertempuran yang baru

melawan dirimu.

Contoh Puisi Pendek tentang Sahabat

contoh puisi pendek tentang sahabat

ilustrasi contoh puisi pendek tentang sekolah, contoh puisi pendek tentang alam

16. “Di Koridor Sekolah”

Apa kabar Kau yang di sana?

Tahukah kamu, bahwa Aku selalu tak percaya dengan semua ini

Setiap pulang sekolah aku kemudian selalu di sini

Karena di tempat ini, Di koridor sekolah kita selalu bersama,

Bermain, dan tertawa

Meskipun ragamu entah dimana

Dan jiwamu telah melayang-melayang

Tapi dalam hati serta pikiranku masih ada kau, sahabat

 

17. “Pengkhianatan Sahabat”

Kau hadir

Dalam suka serta dukaku

Di kala sedih kau ada

ku suka kau juga ada

Kau, sahabatku

Dulu…

Secercah tawamu yang indah kemudian selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum

Tapi kini semua berubah

Hitam tak jadi putih kembali

Selama ini…

Kutahu benar sifat-sifatmu

Namun ku keliru bahkan, bahkan aku tahu sifat aslimu

Telah dibuat akan mata ini, Rasanya tak akan dapat kubedakan

di mana kebaikan asli dan mana yang palsu

Kau tusuk aku dari belakang dan beberkan kejelekanku

Sungguh tak ku sangka

Kau balas persahabatan ini dengan itu

Mungkin hanya seperti itu saja arti sahabat bagimu.

 

18. “Sahabat Sejati”

Sahabat sejati adalah permata yang langka,

Selalu ada dalam senang dan duka.

Mereka mendengarkan saat kita bicara,

Dan bersama saat kita melangkah menjauh.

 

19. “Tangan yang Selalu Menggenggam”

Tangan yang selalu menggenggam, tidak pernah lepas,

Saat kita berjalan melalui kehidupan ini.

Sahabat adalah kekuatan dalam setiap langkah,

Mereka adalah cahaya saat malam datang.

 

Sahabat sejati, seperti bintang di malam,

Bersinar dalam kegelapan, takkan pernah pudar.

Mereka adalah bagian dari kisah hidup kita,

Dalam kenangan dan cinta, mereka takkan terlupakan.

Contoh Puisi Pendek tentang Lingkungan

contoh puisi pendek tentang lingkungan

ilustrasi contoh puisi pendek tentang alam, contoh puisi pendek tentang lingkungan

20. “Hutanku Masa Depanku”

Oleh: Ghina Abiyyah Maharani

Hutan…

Kau sangat berjasa Tempat sumber oksigen

Untuk kehidupan makhluk hidup

 

Hutan…

Tempat hidup hewan

Tempat hidup tumbuhan

Dari segala ragam jenisnya

 

Hutan…

Kini kau tiada

Rusak karena ulah manusia Yang rakus dan semakin merajalela
Wahai manusia …

Mari lestarikan hutan demi kehidupan dan masa depan

 

21. “Hutan Rimba”

Di hutan rimba yang lebat dan sunyi,

Suara burung menggema, menyanyi.

Pohon-pohon tinggi menyapa langit biru,

Mengajarkan kita tentang hidup yang damai.

 

22. “Sungai dan Gunung”

Sungai yang mengalir dengan tenang,

Airnya jernih, bersih tanpa cacat.

Ikan-ikan kecil berenang dengan riang,

Menyatu dengan alam, sungai adalah sahabat.

 

Gunung-gemunung menjulang tinggi,

Di atas sana, keindahan alam yang tiada tara.

Puncaknya tertutup salju putih bersih,

Mengajarkan kita tentang kebesaran alam semesta.

 

23. “Cinta Alam”

Hujan turun dengan lembut, merintik seperti puisi,

Memberi kehidupan pada bumi yang haus.

Ketika hujan datang, segala yang hidup berterima kasih,

Kita belajar tentang siklus alam yang tak terelakkan.

 

Matahari terbit dan terbenam dengan gemilang,

Memberi cahaya dan kehangatan kepada dunia.

Di antara bintang-bintang yang bersinar di malam yang gelap,

Kita merenung tentang keajaiban alam yang tak terhingga.

 

Dalam alam, kita menemukan ketenangan dan inspirasi,

Kita adalah bagian dari alam semesta yang penuh keajaiban.

Melalui alam, kita merasakan kekuatan dan harmoni,

Kita harus menjaga dan merawatnya, sebagai tugas yang suci.

Contoh Puisi Pendek Tema Bebas

contoh puisi pendek tema bebas

ilustrasi contoh puisi pendek tentang alam, contoh puisi pendek tentang lingkungan

24. “Desaku”

Karya: Ilyas

Desaku

Desa yang subur akan air mata

Tangisan selalu hadir

Kegelisahan

Rasa takut

Suram

Hingga kebodohan

Menghantui

 

Kekayaan

Kesuburan alam tak ada arti

Karena negeri ini lebih kaya

Akan tikus-tikus yang serakah

Penjajah keadilan dan

Pejabat yang tak tahu hitam dan putih

 

25. “Bertahan”

Oleh: Sri Damayanti

Telah ku coba tuk bertahan

Kepastian telah lama dia berikan

Namun kini pengkhianatan menjadi jawaban

Cinta sejati kini telah ternodai

Aku tetap melangkah menuju sebuah harapan

Cinta sejati telah menjauh dan menghilang

 

26. “Bertahan Lagi”

Oleh: Sri Damayanti

Di bawah hamparan kegelapan

Aku mencari satu bintang yang terang

Aku mencari dengan penuh harapan

Tak kutemukan satu bintang pun yang terlihat terang

Hati terasa perih

Ketika teringat tentang dia

Hati kecil tetap bertahan untuk dia

Aku menangis tanpa air mata

Aku teriak tanpa suara

Begitu tersiksa menunggu yang telah pergi

Aku masih bertahan di sini

 

27. “Bintang-Bintang”

Bintang-bintang bersinar malam ini,

Di atas langit yang sunyi dan gelap.

Mereka saksi cinta tak terucap,

Kita, dua jiwa yang selalu berdampingan.

Bersama dalam hening, tanpa akhir,

Seperti kisah cinta yang abadi.

 

28. “Hujan Jatuh”

Hujan jatuh, peluk erat aku,

Air mata langit menenangkan hatiku.

Dalam senyap, kita saling memahami,

Kita adalah cerita cinta yang sejati.

Di dalam dingin, kita hangat bersama,

Tak ada yang bisa memisahkan kita.

 

29. “Angin”

Angin berbisik, cerita alam terbuka,

Dalam bisikan lembutnya, kita berjalan bersama.

Kita adalah sepasang petualang tak terkalahkan,

Mencari keindahan di bawah sinar matahari.

Di tanganmu, aku menemukan rumahku,

Dalam pelukanmu, aku menemukan kedamaian.

 

30. “Bunga Bermekaran”

Bunga-bunga mekar dalam gemerlap pagi,

Mengajarkan kita tentang kecantikan yang tulus.

Di antara warna-warna yang beragam,

Kita menemukan cinta yang tak tergantikan.

Dalam bunga-bunga, cinta mekar tanpa henti,

Sebagai lambang kasih kita yang abadi.

 

Kamu juga bisa mengetahui puisi pendek lainnya melalui video di bawah ini:

Contoh Puisi Pendek tentang Ibu

contoh puisi pendek tentang ibu

ilustrasi contoh puisi singkat, puisi guru singkat, puisi pendek anak sd

Dihimpun dari buku Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa dan Bahasa Indonesia Kelas 2inilah contoh puisi pendek tentang ibu:

31. “Eufoni Hati”

Oleh: Ega Ferbrian Kurnia

Biarkan sekali ini ku berbisik

Alangkah indahnya hariku denganmu

Kala arunika menyerbak di kelopak mataku saat pertama kalinya

Kau buai dengan tangan halus dan air mata bahagia

 

Sesuatu yang indah dari anugerah-Nya

Kini langkah tak terasa

Telah ada suara yang berbeda dari suara tangis itu

Telah ada beban yang berbeda dari sekadar pangkuanmu dulu

Dan telah ada pelukan hangat ketika kau sedang sendu

Sungguh segalanya tak sepadan dengan ketegaranmu

 

Ibu

Ibu

Ibu

Kau lah awal dan akhir dari cinta pertamaku

Sungguh, biarkan sua ini menyertai

Bahwa aku sangat mencintaimu

 

32. “Setitik Rindu untuk Ibu”

Oleh: Fuji Rahma Febriyanti

Tentang rasa yang tak pernahku ungkap

Tentang hati yang terasa begitu pengap

Tentang lidah yang keluar tuk berucap

Tentang rindu yang masih menancap

Aku berusaha melangkah tanpa tuntunanmu

Aku kehilangan semangat tanpa kehadiranmu

Aku kecewa saat jauh darimu

Aku menangis pelan karena merindukanmu

Walau yang ku rasa kadang pilu

Walau hati terus menahan sendu

Walau tangis masih sering mengisi waktu

Walau rindu masih sering mengapaku

Aku akan menanti dengan sabar

Membiarkan rasa penat itu menjalar

Menutup senja hingga membuka fajar

Sampai rindu berakhir dengan kabar

 

33. “Lembut, Sayup, Tua Renta”

Oleh: Endah Megawati

Kala mata terbuka

Kala hati menitihkan air mata

Kala dunia menghujat dan menghina

Tapi kau akan selalu datang membela

Tak jarang pula aku menyuruhmu tanpa rasa malu

Menambah bebanmu yang gak sedikitpun aku bantu

Membentakmu dengan mimik kesalku

Hanya karena sepasang baju yang belum sempat dilipat untuk sekolahku

Apa harus dengan kehilanganmu aku akan tersadar?

Apa harus dengan membiarkanmu tergeletak di lantai aku akan mengerti?

Apa harus dengan melihatmu tak lagi di sisi aku akan berubah?

Aku tak sanggup lagi, walau hanya mengkhayal sendiri

 

34. “Pesan Ibu”

Oleh: Akmala Nur Saniya

Sepertiganya malam ku temui. Dingin mencekam menyelimuti.

Sunyi terasa nyata.

Dengan beribu doa ku pinta.

Menatap lekat buah hati yang terlelap dalam mimpi.

Berharap besar esok hari.

Untukmu anakku.

Jadilah jiwa yang bijaksana.

Hati pengampun setiap luka.

Maaf jika tak selalu ada.

Untukmu anakku.

Di saat dukamu melanda.

Untukmu anakku.

Sayangi dan cintai aku.

kini, esok, dan nanti.

Ketika ragaku mulai rapuh.

Kakiku yang tak lagi kukuh.

Pandanganku yang makin keruh.

Tuturku yang sulit tuk dimengerti.

Dan kembalinya merengek seperti bayi.

Untukmu anakku.

Ingatlah kasih dan cintaku.

Kini, hingga menutup mata tak akan surut jua.

 

35. “Syair untuk Ibu”

Oleh: Amelia Zelianti

Ibu setiap rintikkan air matamu

Menyadarkan diriku atas perbuatanku

Pengorbanan yang telah kau berikan untukku

Selalu ku kenang sepanjang hidupku

 

Di bawah redupnya pelita malam

Ku rebahkan kepalaku di pangkuanmu

Aku merasakan hati yang penuh ketenangan

Lewat belaian hangat tangan halusmu

 

Ibu

Kau lah jantung dan hatiku

Darahmu mengalir deras di tubuhku

Semua tentang lukamu terikat di batinku

 

Ku tuliskan syair ini untukmu, Ibu

Dengan bait yang langsung terhubung denganmu

Dikiasi oleh goresan pena yang indah

Syair ini akan selalu mewarnai hidupmu

Contoh Puisi Pendek Anak SD

contoh puisi pendek anak sd

ilustrasi contoh puisi singkat, puisi guru singkat, puisi pendek anak sd

36. “Kelinciku”

Oleh: I Kadek Yogi

Kelinciku

Bulumu putih

Lembut sekali

Telingamu panjang

Enak dipandang

Kelinciku melompat-lompat

Saat ku mendekat

Gigimu panjang

Memakan wortel

Kelinciku

Engkau ku sayang

37. “Panen Jagung”

Jagung kuning sedang dipetik

Angin bertiup, daunu berisik

Gunakan pisau untuk memetik

Udara panas tidak terasa

Nyanyian petani menambah suka

Gunung jagung di depan mata

 

38. “Seandainya”

Seandainya ku punya sayap

Aku bisa terbang

Sampai ke angkasa

 

Seandainya ku punya sayap

Ku bisa melihat luasnya bumi

Yang hijau dan indah

 

39. “Negeriku”

Besar negeriku

Terdiri ribuan pulau

Dari Sabang hingga Merauke

 

Indah negeriku

Dilewati garis khatulistiwa

Hangat cuacanya

Bermusim dua

Musim hujan dan musim kemarau

 

Indonesia negeriku

Tanah tumpah darahku

Terletak di Asia Tenggara

Ku berdoa

Oh, semoga jaya selamanya

40. “Kota Besar”

Sebuah kota

Ramai orang-orang berdatangan ke sana

Bekerja, berwisata, berbelanja

Mereka menjadi betah tinggal

Kini engkau penuh

Sesak, macet tak terkira

 

Segala rupa ada di sana

Gedung-gedung tinggi menjulang

Tempat-tempat wisata di mana-mana

Sekolah-sekolah banyak di sana

 

Aku pun kasihan karena keadaanmu

Bising, udaramu kotor

Berdebu dan penuh sampah

Biarlah aku tak tinggal bersamamu

Aku betah di kota kelahiranku saja

Contoh Puisi Pendek tentang Guru

puisi pendek tentang guru

ilustrasi puisi pendek tentang guru, puisi pendek menyentuh hati

41. “Pahlawanku yang Terbaik”

Oleh: Nadia Ayu

Sinaran sang mentari

Tanda tuk memulai hari-harimu

Tak ada kata lelah dari dirimu

Kata semangat yang kau ingatkan kepadaku

 

Guruku

Jasa-jasamu yang aku ingat

saat aku berputus asa

Perjuangan besarmu yang aku kagumi

Kesabaranmu yang menjadi ciri khasmu

 

Oh guruku

Senyum semangatmu

Amarahmu

Kesabaranmu

Yang menjadi tanda kedatanganmu

 

Ilmumu

Yang telah kau berikan kepada semua anak didikmu

Semoga akan bermanfaat untuk semua orang

Terima kasih guruku

Jasamu akan aku kenang selalu

 

42. “Guruku yang Mulia”

Oleh: Yuli Meynar Pratiwi

Guruku….

Engkau laksana rembulan yang memiliki cahaya yang sangat terang

Engkau bak matahari yang menyinari bumi sepanjang zaman

Engkau ibarat malaikat yang membimbing manusia ke jalan yang benar

 

Guruku….

Engkau korbankan waktumu untuk mendidik dan mengajar kami

Tutur kata dan bahasamu yang lembut, membuat kamimerasa nyaman di kala engkau sedang mengajar

 

Guruku….

Maafkan lah semua perkataan dan perbuatan kami yang mungkin telah mengiris dan mencabik-cabik hatimu

 

Guruku….

Kami muridmu selalu mendoakan agar engkau sehatdan disetiap langkahmu di sertai Allah Swt. Amin

 

43. “Yang Tak Pernah Berhenti Berkata”

Oleh: Pandu Prabowo Jati

Di sudut malam ku membisu

Termenung akan segala dosa hariku

Bibir serasa keluh

Takkala kuucap maaf kesekian kalinya

 

Aku tahu,

Senyum semu yang engkau tampilkan

Beribu beban yang tak tertahankan

Karena aku

 

Aku malu, sungguh

Ketika aibku engkau tanggung

Saat mereka mencibir karena aku

Betapa tabah hati yang engkau tanam

Di balik riangmu yang terenggut

 

Aku malu pada diriku

Takkala terucap janji-janji

Takkala terucap sesalnya hati ini

Tak sekalipun aku beranjak

 

Hingga ku tahu

Kini kau selalu ada

Tak sekalipun gentar, meski mereka hina

Mengubah batu menjadi berlian

Mengubah kami lebih baik

 

Terima kasih ku sematkan

Rasa syukur aku panjatkan

Teruntuk engkau

Yang tak pernah berhenti berkata

 

44. “Bungaku”

Oleh: Erina Napitupulu

Guruku……….

Kala fajar menyising,

Lengan baju turut

Engkau singsin

Segala milik yang menyamankan

Rela engkau sisihkan

Kala mentari beranjak senja

Matapun redup seketika

Semua nama selalu engkau bawa

Dalam doa dan harapan.

 

Guruku………..

Berlapis peluh

Bermodal hati juga pengetahuan

Berbagi kepadaku dan kepadanya

Juga mereka

Seberkas sinar pagimu

Membuka mata hatiku

Selangkah laju ku tuju

Kan ku sambut disetiap hariku,

 

Guruku………..

Tak banyak yang akan ku katakan

Karena tanpa katapun jasamu nyata

Mengalir di seluruh jiwa

Tak ada yang dapat ku berikan

Karena tanpa pemberian pun

Jasamu tetap ada

Terimakasih guruku…..

Selamanya bagiku…….

Doaku untukmu

Contoh Puisi Pendek Menyentuh Hati

puisi pendek menyentuh hati

ilustrasi puisi pendek bahasa inggris, puisi pendek menyentuh hati

45. “Jarum Jam”

Oleh: Ranita Ningrum

Jarum jam masih berdenting

Aku terdiam tak sanggup bergeming

Berdiri ataukah kembali terbaring

Bagaikan kayu yang sudah kering

 

Jarum jam masih berdenting

Aku masih terdiam berbaring

Meratapi nasib yang demikian menggiring

Menggiringku ke pusatnya, hingga kepala ini pusing

 

Jarum jam masih berdenting

Aku memberanikan diri untuk berontak

Aku tak mau lagi terdiam berbaring

Karena aku makhluk yang berotak

 

46. “Sepercik Harapan”

Oleh: Yuningtias

Serpihan malam

Getaran-getaran halus

Menggenggam lurus

Dalam detik ini

Ingin ku selimuti

Bayang-bayang sepi

 

Aku kehilangan bayangmu

Kusapu bekas bayangmu

Aku masih seperti kemarin

Menanti dalam hening

Namun kau tak bergeming

Menuju ke arahku

 

Entahlah

Mungkin aku harus berlalu

Mengalah pada waktu

Karena aku didirimu

Hanya sebagai sosok semu

Aku cukup berdiri disini

Tanpa segala sesuatu tentangmu

 

47. “Dalam Bis”

Oleh: Sapardi

Langit di kaca jendela

Bergoyang terarah

Ke mana wajah di kaca jendela

Yang dahulu juga

Mengecil dalam pesona

 

Sebermula adalah kata

Baru perjalanan dari kota ke kota

Demikian cepat

Kita pun terperanjat

Waktu henti ia tiada

Contoh Puisi Pendek Bahasa Inggris

puisi pendek bahasa inggris

ilustrasi puisi pendek bahasa inggris, puisi pendek tentang guru

 

48. “Fire & Ice”

Oleh: Robert Forst

Some say the world will end in fire,

Some say in ice.

From what I’ve tasted of desire

I hold with those who favour fire.

But if it had to perish twice,

I think I know enough of hate

To say that for destruction ice

Is also great

And would suffice.

 

49. “I Heard a Fly Buzz – When I Died”

Oleh: Emily Dickinson

I heard a Fly buzz – when I died –

The Stillness in the Room

Was like the Stillness in the Air –

Between the Heaves of Storm –

 

The Eyes around – had wrung them dry –

And Breaths were gathering firm

For that last Onset – when the King

Be witnessed – in the Room –

 

I willed my Keepsakes – Signed away

What portion of me be

Assignable – and then it was

There interposed a Fly –

 

With Blue – uncertain – stumbling Buzz –

Between the light – and me –

And then the Windows failed – and then

I could not see to see –

 

50. “Shall I Compare Thee To A Summer’s Day?”

Oleh: William Shakespeare

Shall I compare thee to a summer’s day?

Thou art more lovely and more temperate.

Rough winds do shake the darling buds of May,

And summer’s lease hath all too short a date.

 

Sometime too hot the eye of heaven shines,

And often is his gold complexion dimmed;

And every fair from fair sometime declines,

By chance, or nature’s changing course, untrimmed;

 

But thy eternal summer shall not fade,

Nor lose possession of that fair thou ow’st,

Nor shall death brag thou wand’rest in his shade,

When in eternal lines to Time thou grow’st.

 

So long as men can breathe, or eyes can see,

So long lives this, and this gives life to thee.

51. I Wandered Lonely as a Cloud

Oleh: William Wordsworth

I wandered lonely as a cloud
That floats on high o’er vales and hills,
When all at once I saw a crowd,
A host, of golden daffodils;
Fluttering and dancing in the breeze.

Continuous as the stars that shine
And twinkle on the Milky Way,
They stretched in never-ending line
Along the margin of a bay:
Ten thousand I saw at a glance,

Tossing their heads in sprightly dance.
The waves beside them danced; but they
Out-did the sparkling waves in glee:
A poet could not but be gay,
In such a jocund company:
I gazed—and gazed—but little thought

What wealth the show to me had brought:
For oft, when on couch I lie
In vacant or in pensive mood,
They flash upon that inward eye
Which is the bliss of solitude;
And then my heart with pleasure fills,

And dances with the daffodils.

FAQ Contoh Puisi Pendek

Apa itu puisi pendek?

Puisi pendek adalah jenis puisi yang dalam penggunaan kata dan maknanya singkat dan padat.

***

Nah, itulah contoh puisi pendek tentang pendidikan, kehidupan, alam atau cinta yang dapat kamu jadikan referensi.

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman artikel.rumah123.com dan Google News kami!

Buka lembaran baru dan wujudkan impianmu di Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Referensi:

  • Kosasih, Engkos. 2006. Bahasa Indonesia Kelas 2 Sekolah Dasar. Quadra
  • Solikhah, Dahlia Damayanti, dkk. 2021 Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa. Guepedia
  • Wibowo, Rusto dan Sunarto. 2019. Kreatif Tematik Tema 5 Pengalamanku Kelas II. Penerbit Duta
  • Wordsworth, 2016. Wordsworth: ‘Daffodils’ and Other Poems. Michael O’Mara

Tag: , ,


Emier Abdul Fiqih P

Content Writer

Menjadi penulis di 99 Group sejak 2022 yang berfokus pada artikel properti, gaya hidup, dan teknologi. Lulusan S2 Linguistik UPI ini sempat berprofesi sebagai copy editor dan penyunting buku. Senang menonton film dan membaca novel di waktu senggang.
Selengkapnya