OK

5 Contoh Essay Pendidikan Ilmilah Serta Struktur dan Cara Membuatnya yang Benar

08/02/2022 by Christantio Utama

Contoh membuat essay yang benar sangat penting untuk kamu ketahui agar tulisan yang kamu buat bisa sesuai dengan struktur.

Essay atau esai sendiri adalah sebuah karangan berbentuk tulisan yang berisi opini seseorang terhadap suatu pembahasan atau hal yang terjadi di masyarakat lokal hingga dunia.

Penulisan essay bersifat subjektif sehingga akan sangat tergantung dari sudut pandang penulisnya dalam memandang sebuah topik tulisan.

Walaupun begitu, sebuah esai tetap memerlukan fakta, teori, serta data pendukung pembuatan essay.

Untuk membuat essay yang baik dan benar, terdapat beberapa hal yang wajib kamu perhatikan mulai dari struktur sampai contohnya.

Yuk, langsung saja kita simak 5 contoh essay serta struktur dan cara membuatnya yang benar berikut ini.

Struktur Essay yang Benar

contoh essay

Sumber: Pixabay

Essay yang baik dan benar setidaknya memiliki 3 struktur yang terdapat di dalamnya yakni pendahuluan, isi atau pembahasan serta penutup atau kesimpulan.

Berikut ini adalah masing-masing penjelasan singkatnya.

Pendahuluan

Pendahuluan berisi cerita singkat mengenai topik yang ingin dibahas serta latar belakang terjadinya isu yang ingin dibahas.

Dalam bagian ini, penulis sudah mengemukakan pendapat dasarnya mengenai topik tulisan secara singkat.

Sehingga bisa dibahas di bagian selanjutnya yakni isi atau pembahasan.

Isi atau Pembahasan

Isi atau pembahasan merupakan inti dari sebuah essay dimana pada bagian ini penulis mengemukakan berbagai macam fakta dan pandangannya terhadap suatu isu yang terjadi.

Dalam isi juga dijelaskan tentang teori, data, fakta dan argumen yang akan lebih meyakinkan pembaca untuk mempercayai opini penulis yang disampaikan dalam esai.

Penutup

Penutup berisi kesimpulan yang dibuat oleh sang penulis terkait topik yang sudah dibuat.

Semua data, fakta dan argumen yang sudah dikemukakan akan dibungkus dalam sebuah kesimpulan tertentu yang dapat meyakinkan pembaca.

5 Contoh Essay Pendidikan Ilmiah

1. Contoh Essay Ekonomi

Dampak Covid-19 terhadap Perekonomian Indonesia

Virus Corona atau lebih dikenal dengan Covid-19 memiliki dampak yang besar terhadap perubahan tatanan kehidupan manusia. 

Tidak hanya merugikan di bidang kesehatan,  dampak covid-19 ini turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di dunia termasuk Indonesia.

United Nation Development Program memperkirakan bahwa pandemi Covid-19 ini dapat meningkatkan kemiskinan dan menurunkan kesejahteraan masyarakat. 

Apabila dampak ekonomi ini tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat berakibat meningkatkan penderitaan global serta membahayakan kehidupan dan mata pencaharian selama bertahun-tahun yang akan datang.

Di Indonesia pemerintah mencoba menerapkan berbagai usaha untuk menekan dampak virus covid-19 ini terhadap perekonomian negara. 

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan bekerja dari rumah. Bahkan sekolah-sekolah pun juga belajar dari rumah. 

Karena hal tersebut, banyak industri-industri yang merumahkan karyawannya.

Selain itu, adanya Covid-19 ini meningkatkan penggunaan uang digital. Seperti diketahui bahwa virus corona dapat menempel di benda, salah satunya uang. 

Sehingga masyarakat beralih menggunakan uang digital untuk menekan penyebaran virus. 

Di sisi lain, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan di bidang ekonomi seperti menanggung pajak penghasilan, kelonggaran membayar kredit, dan melakukan subsidi listrik.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa adanya Covid-19 ini memiliki dampak positif dan negatif.

Meskipun demikian, dampak negatif dari covid-19 perlu segera diatasi supaya tidak menimbulkan efek negatif panjang di tahun-tahun berikutnya.

2. Contoh Essay Kebangsaan

Peranku Untuk Bangsa Indonesia 

“Saya adalah orang yang banyak menerima dibandingkan memberikan karena lahir dan besar di keluarga yang sederhana. 

Salah satu hal yang saya terima dari negeri ini adalah pendidikan, di mana saya dapat menempuh pendidikan hingga S1 berkat beasiswa Bidikmisi, dan hal tersebut telah mengajarkan saya arti dari pemberian yang harus dipertanggungjawabkan bagi sesama. 

Banyak menerima bantuan lantas membuat saya berfikir untuk bisa membalas dan berbagi atas apa yang sudah saya peroleh selama ini. 

Salah satu langkah konkret yang bisa saya lakukan ketika saya duduk di bangku SMA adalah dengan menjadi seorang pengajar ekstrakurikuler Pramuka di beberapa sekolah dasar. Menganggap mengajar adalah hal yang menyenangkan karena selalu mengasah ilmu dan komunikasi, saya melanjutkan kegiatan mengajar ketika menjadi mahasiswa di UIN Jakarta, untuk menjadikan diri ini lebih bermanfaat sesuai dengan “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”. 

Sehingga saya memutuskan untuk bergabung sebagai relawan pengajar, Mobil Kelas Berjalan (MKB) di mana kami bergerak bersama untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung dalam hal ekonomi dan mereka yang kehilangan kesempatan belajar karena harus bekerja sebagai pemulung, serta membantu anak-anak yang kurang mampu dalam memenuhi biaya sekolah dengan mencarikan donatur ke beberapa lembaga pengelola zakat. 

Di sisi lain, saya juga mengikuti Kuliah Kerja Nyata di Bogor dan Yogyakarta selama sebulan. Selepas kuliah dengan beasiswa Bidikmisi, menyadarkan saya akan tanggungjawab kepada negara yang sudah memberikan beasiswa, sehingga saya memutuskan untuk mengabdikan diri selama setahun di daerah tertinggal sebagai wujud rasa syukur dan terimakasih kepada republik ini. 

Saya ditugaskan sebagai Pengajar Muda di Desa Muning Dalam, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan melalui Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, di sana saya melakukan pemberdayaan masyarakat, mengajar di sekolah dasar, serta pelibatan masyarakat untuk merubah entitas perilaku dan sama-sama menyadari bahwa pendidikan adalah tanggungjawab kita bersama. 

Tinggal bersama masyarakat di daerah terpencil yang jauh dari akses transportasi dan komunikasi, mengharuskan saya membina hubungan positif dengan banyak pihak dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. 

Saya mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, pelatihan guru-guru kreatif di kecamatan, pembinaan ekstrakurikuler di sekolah, dan pelatihan untuk murid berbakat dalam bidang sains, olahraga, dan seni. 

Selain itu, saya bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) melakukan inisiasi lokakarya yang dibungkus dengan tema Kegiatan Bermain dan Belajar (KBB) untuk meningkatkan kualitas guru-guru dalam hal pembelajaran. 

Materi yang disampaikan terkait pembelajaran kreatif yang berbasis lingkungan yang dikelola oleh guru-guru pembelajar di kecamatan. 

Saya juga menginisiasi diadakannya pelatihan kesenian daerah seperti tari tradisional, menyanyi lagu daerah, dan berbalas pantun untuk meningkatkan pengenalan dan pengamalan budaya daerah. 

Selain sukses dengan menggerakan K3S dan KKG, saya juga mengajak guru serta penggerak lokal yang berlatar belakang dari berbagai profesi untuk melaksanakan Kelas Inspirasi, di mana kami bergerak bersama untuk mewadahi para profesional agar bisa berkontribusi bagi pendidikan di sekolah dasar di kabupaten Hulu Sungai Selatan. 

Meskipun saya telah menyelesaikan pengabdian sebagai Pengajar Muda di kabupaten Hulu Sungai Selatan, namun saat ini saya masih terlibat aktif untuk membina gerakan sosial pendidikan di sana melalui Kelas Inspirasi. 

Saya mengajak berbagai pihak agar mau berkontribusi dan turun tangan langsung ke sekolah dasar dengan mengajarkan profesi mereka selama sehari. 

Beberapa pihak yang saya ajak ialah pemuda lokal, pemerintah terkait, para profesional, dan relawan-relawan pendidikan dari berbagai provinsi. 

Dari semua proses yang telah saya jalani, menjadikan saya pribadi yang lebih peka terhadap masalah sosial di tengah masyarakat. 

Termasuk masyarakat di perkotaan yang masih berkutat dengan masalah kemacetan, sehingga saya bermimpi bahwa suatu hari Indonesia mampu menghadirkan transportasi massal yang aman, nyaman, cepat, dan terjangkau sesuai dengan semangat nawacita ketiga, di mana membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

Sebagai lulusan Fisika Material, saya ingin bekerja bagi masyarakat dan negara ini di PT. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, divisi Research and Development, di mana saya bisa mengembangkan sistem pelapisan pada rel kereta agar tidak terjadi oksidasi dan korosi sehingga Jakarta bisa memiliki transportasi massal yang baik, namun untuk mewujudkan itu semua, saya harus belajar lebih dalam lagi mengenai Fisika Material, khususnya sistem pelapisan di The University of Manchester guna mendukung kemampuan akademis dan pengalaman saya.”

3. Contoh Essay Tentang Sampah

Sampah menjadi isu Internasional. 

Selama ini kita hanya berkutat mempermasalahkan isu sampah yang ada di bumi. 

Mungkin saja tidak sampai berpikiran bahwa ada isu sampah yang juga perlu menjadi perhatian, yakni sampah Antariksa.

Kita tahu, kini era dan jamannya teknologi mendominasi kehidupan sehari-hari. 

Setiap jam, manusia bergantung dengan elektronik dan teknologi canggih. 

Contoh sederhana, kita selalu berkomunikasi menggunakan internet, dalam ekonomi kita juga bertransaksi menggunakan m-banking, hingga dalam penyimpanan uang di bank juga bergantung dengan teknologi.

Dimana semua aktivitas tersebut membutuhkan satelit di luar angkasa sana. 

Tanpa sadar, banyaknya satelit yang diterbangkan terjadi sampah antariksa. 

Belum lagi Negara-negara maju, yang mereka bersaing di bidang teknologi. 

Maka sudah hal yang biasa mereka menerbangkan satelit ke luar angkasa untuk sebuah misi Negara ataupun misi manusia.

Ketika roket itu diterbangkan angkasa, mereka akan menghasilkan sampah. 

Satu satelit saja, bisa meninggalkan beberapa sampah, sebelum akhirnya satelit intinya dari material atau badan roket.

Dengan kata lain, isu sampah internasional tingkat tinggi tidak hanya mempermasalah sampah plastik atau sampah yang ada di bumi. 

Tetapi juga sudah mengalami kecemasan sampah di antariksa. 

Mungkin sudah banyak orang yang tahu bahwa bumi kita dikelilingi ratusan satelit.

Orbit bumi dikelilingi banyak sekali satelit bekas roket dan pecahan-pecahan lain. 

Ketika di orbit terlalu banyak sampah, maka risiko terjadinya tabrakan antar satelit semakin besar. 

Jadi setiap terjadi satu tabrakan, dapat menimbulkan serpihan angkasa yang meningkatkan kemungkinan tabrakan-tabrakan lainya. 

Terjadinya kasus inilah yang kemudian disebut dengan Sindrom Kessler.

Kepadatan sampah antariksa inilah yang menjadi kekhawatiran bagi misi luar angkasa di masa depan. 

Di masa depan, tentu jika tidak dibersihkan akan semakin banyak sampah di luar angkasa. Sehingga setiap kali ingin menerbangkan roket, harus dinavigasi melalui koridor sempit yang dikelilingi sampah satelit.

Koordinator ESA, Thomas Reiter menegaskan bahwa sampah yang begitu banyak di orbit akan banyak bertabrakan. 

Jadi, hampir tidak mungkin menggunakan orbit di ketinggian 400 sampai 1200 km. 

Padahal, sekarang hidup manusia sangat bergantung dengan kerja satelit. Satelit sangat membantu di banyak bidang, mulai dibidang perekonomian, studi iklim, navigasi pesawat terbang, kemajuan teknologi mesin dan banyak lainnya.

Tidak banyak orang tahu bahwa sampah antariksa menjadi kekhawatiran bagi Negara-negara maju. 

Karena masa aktif atau usia satelit yang diterbangkan hanya beroperasi selama 7 tahun sampai 10 tahun. Setelah itu, satelit-satelit tersebut harus segera diganti dengan yang baru. 

Jika tidak diganti dengan satelit baru, akan ketinggalan jaman.

Kemunculan satelit baru inilah yang menjadi isu dan problem baru lagi. 

Karena akan menambah jumlah sampah antariksa. 

Maka, para ilmuwan kini sedang berfikir dan mengembangkan cara lain, bagaimana mengurangi sampah. 

Menurut Thomas Reiter banyak ide brilian yang lahir, tapi tidak ada langkah konkret mengurangi sampah antariksa tersebut.

Maka kini para ilmuwan pun tengah mengembangkan bagaimana cara agar satelit yang tidak lagi beroperasi bisa kembali lagi ke bumi, dengan cara manuver rumit. 

Sayangnya, setiap satelit yang pulang ke bumi akan terbakar karena gesekan atmosfer dan akhirnya pecah. 

Tetapi ada struktur bagian dalam yang disebut pitan yang tidak akan hancur, dan biasa nya pitan itu akan jatuh ke bumi.

Meskipun sudah ada upaya, upaya ini belumlah menjadi solusi fundamental. 

Tetap saja sampah antariksa di luar angkasa masih banyak. Jika dilihat, bumi pun tampak dikelilingi material kecil. 

Kesimpulannya, ditengah kemudahan teknologi dan kepraktisan hidup manusia, ada dampak negatif yang manusia timbulkan, dimana ini pula yang menjadi tanggungjawab kita bersama. 

Semoga, dengan lahirnya masalah dan isu ini, semakin banyak regenerasi yang lahir memberi solusi.

Sumber: Tabloid BIAS, Edisi 1, 2019

4. Contoh Essay Kebudayaan

Contoh essay kebudayaan

Sumber: Bocahkampus

5. Contoh Essay Guru

Contoh essay pendidikan

Sumber: Deepublish

Nah, itulah 5 contoh essay serta struktur dan cara membuatnya yang benar.

Semoga bermanfaat, ya!

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com dan 99.co untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Alexandria Premiere Cimanggis Depok.

Buka lembaran baru dan wujudkan impianmu, kami selalu #AdaBuatKamu.

Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.


Tag: , ,


Christantio Utama

Christantio Utama

Penulis Rumah123.com yang terus belajar tentang dunia Properti dan Keuangan.
Karena memiliki rumah adalah impian dan mencari uang adalah kewajiban.
Pecinta olahraga Badminton dan penonton setia kartun Digimon.