OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas yang Baik dan Benar

28 Juni 2023 · 10 min read Author: Gadis Saktika

contoh proposal penelitian tindakan kelas

sumber: shutterstock.com

Dapat tugas membuat proposal penelitian tindakan kelas tapi bingung dengan proses pembuatannya? Yuk, lihat contoh proposal penelitian tindakan kelas pada artikel ini!

Sebagai pendekatan yang mampu meningkatkan implementasi praktik dan hasil belajar secara sistematis, penelitian tindakan kelas (PTK) bisa dijadikan alat yang efektif atasi masalah motivasi belajar para siswa.

PTK berfokus pada perbaikan dan inovasi pembelajaran yang konkret dan dapat diimplementasikan secara langsung di dalam kelas.

Tentu saja, penelitian tindakan kelas ini berfokus pada perbaikan dan peningkatan pembelajaran di kelas.

Kemudian, PTK juga bisa melibatkan partisipasi aktif guru sebagai peneliti dalam merencanakan tindakan perbaikan.

Maka, penelitian tindakan kelas perlu dilakukan agar proses pembelajaran siswa bisa menjadi lebih baik.

Untuk mengawali kegiatan, para guru perlu membuat proposal penelitian tindakan kelas.

Nah, kali ini Rumah123.com telah menghimpun ragam contoh proposal penelitian tindakan kelas yang bisa kamu akses pada uraian di bawah ini.

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas

contoh proposal penelitian tindakan kelas

sumber: shutterstock.com

1. Proposal PTK

Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa dalam Bahasa Inggris melalui Pendekatan Kolaboratif pada Kelas VIII di SMP XYZ

I. Pendahuluan

Pendidikan Bahasa Inggris di SMP XYZ menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengorganisir ide, menyusun kalimat yang benar, dan menggunakan kosakata yang tepat dalam tulisan mereka. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh siswa dalam menulis dan menerapkan pendekatan kolaboratif sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka.

II. Tujuan

  1. Mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam menulis bahasa Inggris.
  2. Menerapkan pendekatan kolaboratif dalam pembelajaran menulis bahasa Inggris.
  3. Meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui penggunaan pendekatan kolaboratif.
  4. Mengevaluasi efektivitas pendekatan kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa.

III. Metode Penelitian

  1. Subjek Penelitian
    • Kelas: VIII A dan VIII B di SMP XYZ
    • Jumlah siswa: Sekitar 30 siswa per kelas
  2. Rancangan Penelitian
    • Tahap Persiapan:
      • Mengidentifikasi masalah menulis yang dihadapi siswa melalui observasi kelas, analisis tulisan siswa, dan wawancara dengan guru Bahasa Inggris.
      • Merancang rencana pembelajaran yang menggunakan pendekatan kolaboratif.
    • Tahap Pelaksanaan:
      • Melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kolaboratif.
      • Mengamati proses pembelajaran dan interaksi siswa selama implementasi pendekatan kolaboratif.
      • Mengumpulkan data tulisan siswa sebelum dan sesudah penerapan pendekatan kolaboratif.
    • Tahap Evaluasi:
      • Menganalisis data tulisan siswa untuk mengevaluasi kemajuan mereka dalam menulis.
      • Melakukan wawancara dengan siswa dan guru untuk mendapatkan umpan balik terkait efektivitas pendekatan kolaboratif.
      • Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari penerapan pendekatan kolaboratif.
  1. Instrumen Penelitian
    • Observasi kelas: Daftar periksa observasi untuk mencatat interaksi dan partisipasi siswa selama pembelajaran.
    • Analisis tulisan siswa: Rubrik penilaian yang mencakup aspek-aspek seperti struktur kalimat, kejelasan, kelancaran, dan penggunaan kosakata.
    • Wawancara: Daftar pertanyaan terstruktur untuk wawancara dengan guru dan siswa.

IV. Manfaat Penelitian

  1. Siswa dapat meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris mereka melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan interaksi dan diskusi dengan teman sekelas.
  2. Guru dapat memperoleh wawasan tentang masalah yang dihadapi siswa dalam menulis dan menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka.
  3. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan metode pengajaran Bahasa Inggris yang lebih efektif dan bermanfaat bagi siswa.

V. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu empat bulan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Persiapan dan perencanaan: 1 bulan
  • Pelaksanaan pembelajaran dan pengumpulan data: 2 bulan
  • Analisis data dan penulisan laporan: 1 bulan

VI. Anggaran

  1. Biaya pengadaan materi dan bahan ajar: Rp X.XXX.000
  2. Biaya transportasi dan akomodasi: Rp X.XXX.000
  3. Biaya pengolahan data dan pencetakan laporan: Rp X.XXX.000
  4. Biaya lain-lain: Rp X.XXX.000 (Total anggaran diestimasi sebesar Rp X.XXX.000)

VII. Referensi

(Masukkan referensi yang akan digunakan dalam penelitian)

Demikianlah proposal penelitian tindakan kelas ini. Proposal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa melalui pendekatan kolaboratif. Dengan melibatkan interaksi dan diskusi dalam pembelajaran, diharapkan siswa dapat mengatasi kesulitan dalam menulis dan mencapai kemajuan yang signifikan.

2. Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Pecahan melalui Pendekatan Konkret pada Kelas VII di SMP XYZ

I. Pendahuluan

Pendidikan matematika di SMP XYZ menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman konsep bilangan pecahan pada siswa. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi hubungan antara bilangan pecahan dengan situasi konkret, serta melakukan operasi hitung dengan bilangan pecahan. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dalam pemahaman konsep bilangan pecahan dan menerapkan pendekatan konkret sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman mereka.

II. Tujuan

  1. Mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam pemahaman konsep bilangan pecahan.
  2. Menerapkan pendekatan konkret dalam pembelajaran konsep bilangan pecahan.
  3. Meningkatkan pemahaman siswa dalam konsep bilangan pecahan melalui penggunaan pendekatan konkret.
  4. Mengevaluasi efektivitas pendekatan konkret dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bilangan pecahan.

III. Metode Penelitian

  1. Subjek Penelitian
    • Kelas: VII A dan VII B di SMP XYZ
    • Jumlah siswa: Sekitar 30 siswa per kelas
  2. Rancangan Penelitian
    • Tahap Persiapan:
      • Mengidentifikasi masalah pemahaman siswa melalui tes diagnostik, observasi kelas, dan wawancara dengan guru matematika.
      • Merancang rencana pembelajaran yang menggunakan pendekatan konkret.
    • Tahap Pelaksanaan:
      • Melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan konkret, seperti penggunaan manipulatif atau permainan matematika yang melibatkan bilangan pecahan.
      • Mengamati proses pembelajaran dan interaksi siswa selama implementasi pendekatan konkret.
      • Mengumpulkan data hasil tes dan observasi selama pembelajaran.
    • Tahap Evaluasi:
      • Menganalisis data hasil tes untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap konsep bilangan pecahan.
      • Melakukan wawancara dengan siswa dan guru untuk mendapatkan umpan balik terkait efektivitas pendekatan konkret.
      • Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari penerapan pendekatan konkret.
  1. Instrumen Penelitian
    • Tes diagnostik: Tes awal untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang konsep bilangan pecahan.
    • Observasi kelas: Daftar periksa observasi untuk mencatat interaksi dan partisipasi siswa selama pembelajaran.
    • Wawancara: Daftar pertanyaan terstruktur untuk wawancara dengan guru dan siswa.

IV. Manfaat Penelitian

  1. Siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep bilangan pecahan melalui pendekatan konkret yang melibatkan manipulatif dan permainan matematika.
  2. Guru dapat memperoleh wawasan tentang masalah yang dihadapi siswa dalam pemahaman bilangan pecahan dan menerapkan strategi yang tepat untuk membantu siswa.
  3. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan metode pengajaran matematika yang lebih interaktif dan memotivasi bagi siswa.

V. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu empat bulan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Persiapan dan perencanaan: 1 bulan
  • Pelaksanaan pembelajaran dan pengumpulan data: 2 bulan
  • Analisis data dan penulisan laporan: 1 bulan

VI. Anggaran

  1. Biaya pengadaan manipulatif dan bahan ajar: Rp X.XXX.000
  2. Biaya transportasi dan akomodasi: Rp X.XXX.000
  3. Biaya pengolahan data dan pencetakan laporan: Rp X.XXX.000
  4. Biaya lain-lain: Rp X.XXX.000 (Total anggaran diestimasi sebesar Rp X.XXX.000)

3. Contoh Proposal PTK

Judul Penelitian: Meningkatkan Kemampuan Membaca Pada Siswa Kelas 3 SD Melalui Penerapan Metode Baca Tulis Bersama (BTB)

Latar Belakang:

Masalah rendahnya kemampuan membaca pada siswa kelas 3 SD menjadi salah satu fokus utama dalam pendidikan dasar. Kemampuan membaca yang kurang baik dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa di sekolah. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa adalah metode Baca Tulis Bersama (BTB). Oleh karena itu, peneliti ingin mengaplikasikan metode BTB untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 3 SD.

Tujuan:

  1. Meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 3 SD melalui penerapan metode Baca Tulis Bersama (BTB)
  2. Mengetahui efektivitas penerapan metode BTB terhadap kemampuan membaca siswa kelas 3 SD

Metode Penelitian:

  1. Pengumpulan data awal mengenai kemampuan membaca siswa kelas 3 SD melalui tes membaca
  2. Penerapan metode BTB pada proses pembelajaran membaca selama 2 bulan
  3. Pengumpulan data setelah penerapan metode BTB melalui tes membaca
  4. Analisis data menggunakan uji t dan uji perbandingan rata-rata untuk mengetahui perbedaan hasil tes membaca sebelum dan sesudah penerapan metode BTB

Sumber Dana:

  1. Sumbangan dari komite sekolah
  2. Dukungan dari pihak sekolah dalam melaksanakan penelitian

Jadwal Pelaksanaan:

  1. Persiapan dan pengumpulan data awal: bulan 1
  2. Penerapan metode BTB: bulan 2-3
  3. Pengumpulan data setelah penerapan metode BTB: bulan 4
  4. Analisis data dan penyusunan laporan: bulan 5

Manfaat:

  1. Meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 3 SD
  2. Memberikan alternatif metode pembelajaran bagi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa
  3. Memberikan informasi bagi pihak sekolah dalam mengambil kebijakan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien

4. Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Judul Penelitian: Implementasi Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Keterampilan Seni Rupa pada Siswa Sekolah Menengah

Latar Belakang

Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang penting dalam pengembangan kreativitas dan ekspresi diri siswa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kami telah mengamati penurunan minat dan peningkatan ketidakmampuan siswa dalam bidang seni rupa di Sekolah Menengah X. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap pengajaran dan pembelajaran seni rupa yang efektif. Oleh karena itu, kami bermaksud untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keterampilan seni rupa siswa.

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Meningkatkan minat siswa terhadap seni rupa.

b. Meningkatkan keterampilan teknis siswa dalam menggambar dan melukis.

c. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap elemen dan prinsip seni rupa.

d. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengekspresikan gagasan dan emosi melalui seni rupa.

Metode Penelitian

Penelitian ini akan menggunakan pendekatan tindakan kelas yang melibatkan tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Setiap tahap akan melibatkan kolaborasi antara peneliti, guru seni rupa, dan siswa.

Langkah-langkah penelitian yang akan dijalankan adalah sebagai berikut:

a. Identifikasi masalah: Menganalisis kelemahan siswa dalam keterampilan seni rupa dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa.

b. Perencanaan: Merancang rencana pembelajaran yang terstruktur dan kreatif, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan teknis dan pemahaman konseptual.

c. Pelaksanaan: Melakukan implementasi rencana pembelajaran yang dirancang dan mengamati respon siswa terhadap pengajaran yang baru.

d. Refleksi: Menganalisis data yang terkumpul, mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan yang ditemui, serta membuat perubahan dan penyesuaian yang diperlukan untuk perbaikan pengajaran dan pembelajaran seni rupa.

Instrumen dan Data

Data akan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian karya seni siswa. Instrumen yang akan digunakan antara lain lembar observasi untuk mengamati partisipasi dan tingkat pemahaman siswa, wawancara untuk mendapatkan tanggapan siswa terhadap pengajaran seni rupa, dan rubrik penilaian untuk mengevaluasi karya seni siswa.

Analisis Data

Data yang terkumpul akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif akan melibatkan pengkodean dan pengelompokkan temuan dari observasi dan wawancara. Analisis kuantitatif akan dilakukan

5. Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Judul Penelitian: Implementasi Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Partisipasi dan Keterampilan Olahraga pada Siswa Sekolah Menengah

Latar Belakang: Olahraga memiliki peran penting dalam perkembangan fisik, kesehatan, dan sosial siswa. Namun, kami telah mengamati penurunan partisipasi dan peningkatan ketidakmampuan siswa dalam kegiatan olahraga di Sekolah Menengah X. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya motivasi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga. Oleh karena itu, kami bermaksud untuk melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan partisipasi dan keterampilan olahraga siswa.

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

b. Meningkatkan keterampilan fisik dan teknis siswa dalam berbagai cabang olahraga.

c. Meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya kebugaran fisik dan kesehatan melalui olahraga.

d. Meningkatkan keterampilan kerjasama dan sikap sportivitas siswa.

Metode Penelitian:

Penelitian ini akan menggunakan pendekatan tindakan kelas yang melibatkan tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Setiap tahap akan melibatkan kolaborasi antara peneliti, guru olahraga, dan siswa.

Langkah-langkah penelitian yang akan dijalankan adalah sebagai berikut:

a. Identifikasi masalah: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan partisipasi siswa dalam kegiatan olahraga dan memahami hambatan yang dihadapi siswa.

b. Perencanaan: Merancang rencana pembelajaran yang menarik dan bervariasi, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan fisik, teknis, dan pemahaman konseptual tentang olahraga.

c. Pelaksanaan: Melakukan implementasi rencana pembelajaran yang dirancang, memfasilitasi kegiatan olahraga yang melibatkan seluruh siswa, dan mengamati perubahan dalam partisipasi dan keterampilan siswa.

d. Refleksi: Menganalisis data yang terkumpul, mengidentifikasi keberhasilan dan hambatan yang ditemui, serta membuat perubahan dan penyesuaian yang diperlukan untuk perbaikan pengajaran dan partisipasi olahraga siswa.

Instrumen dan Data:

Data akan dikumpulkan melalui observasi partisipasi siswa, tes keterampilan olahraga, dan wawancara. Instrumen yang akan digunakan antara lain lembar observasi untuk mengamati partisipasi siswa, tes keterampilan olahraga untuk mengukur perkembangan keterampilan fisik dan teknis siswa, dan wawancara untuk mendapatkan tanggapan siswa terhadap pembelajaran

***

Semoga artikel ini bisa bermanfaat, ya.

Dapatkan informasi beragam topik hanya di laman artikel.rumah123.com.

Yuk, follow Google News Rumah123.com sekarang juga untuk mendapatkan berita terbaru!

Jika sedang mencari rumah untuk keluarga tercinta, Rumah123.com adalah pilihan yang tepat, lo.

Ya, kini mencari properti semakin mudah karena kami selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA