OK

Contoh Proposal Penelitian Beserta Penjelasannya yang Baik dan Benar

28/02/2022 by Christantio Utama

contoh proposal penelitian

Contoh proposal penelitian menjadi hal yang sangat penting kamu ketahui, terutama yang bekerja di bidang akademis.

Proposal penelitian sendiri adalah salah satu karya ilmiah yang mempunyai tujuan untuk dapat mengusulkan proyek penelitian, baik itu dalam bidang sains maupun untuk kepentingan akademisi serta berharap supaya sponsor mendanai kegiatan penelitian tersebut.

Dokumen ini sangat penting untuk mendapatkan persetujuan dari pihak yang berkepentingan dan guna mendapatkan dukungan dari sponsor atau pihak lainnya.

Oleh karena itu, kita wajib mengetahui contoh proposal penelitian serta penjelasannya yang baik dan benar.

Yuk, langsung saja kita simak contoh proposal penelitian serta sistematikanya yang bisa diketahui berikut ini.

Sistematika Proposal Penelitian

sistematika proposal penelitian

Sumber: Pixabay

Dalam membuat proposal penelitian yang baik dan benar, terdapat sedikitnya 7 bagian atau sistematika yang harus kamu buat.

Berikut ini adalah urutannya.

1) Nama serta Judul Proposal

2) Pendahuluan :Tujuan, Rumusan Masalah serta Manfaat Penelitian

3) Dasar Teori

4) Metode Penelitian

5) Jadwal dari pelaksanaan kegiatan

6) Pihak yang terlibat dalam pengajuan proposal

7) Rincian kegiatan

Itulah 7 sistematika yang harus terdapat dalam proposal penelitian.

Contoh Proposal Penelitian

Contoh proposal penelitian

Sumber: Pixabay

Contoh Proposal Penelitian Lingkungan Hidup

Judul: GENRAM Genteng Beton Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Komposit Lumpur Lapindo dan Serabut Kelapa Berbasis Nano zeolit Untuk Peningkatan Mutu Genteng dan Mengurangi Polisi CO2.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah

Semburan  lumpur Lapindo di daerah Sidoarjo Jawa Timur belum ada tanda  berhenti sampai  tahun 2016 ini. 

Walaupun begitu semburan ini memiliki dua sisi, disatu sisi merupakan bencana bagi masyarakat sekitar dan di sisi lain lumpur lapindo dapat dimanfaatkan untuk berbagai bahan bangunan. 

Menurut Taufiqur Rahman (2006), didasarkan penelitiannya menunjukkan bahwa kadar silika dalam lumpur Lapindo cukup signifikan untuk dipisahkan. 

Silika dapat menghasilkan nano silika yang berguna untuk memperkuat batako maupun batubata.

Kebutuhan rumah di Indonesia setiap tahun rata-rata sebesar + 1,1 juta unit dengan pasar potensial di daerah perkotaan sebesar 40 % atau + 440.000 unit (Simanungkalit, 2004). 

Harga material bangunan yang cenderung meningkat, yang mengakibatkan harga rumah mengalami kenaikan. 

Oleh karena itu pemanfaatan lumpur lapindo sebagai bahan bangunan, khususnya untuk genteng akan memberikan bahan bangunan yang lebih murah karena bahan baku yang melimpah selama semburan lumpur lapindo masih ada.

Menurut Kamariah (2009) lumpur Lapindo berpotensi sebagai bahan baku utama pembuatan komposit untuk bahan bangunan yang dikompositkan dengan semen (PC) dan sabut kelapa (coco fiber) yang ramah lingkungan dengan mengetahui karakteristik mekanik dan kimia dari komposit.  

Untuk Cocofiber sendiri yaitu bahan limbah yang sebenarnya dapat digunakan dalam pembuatan material tertentu, (seperti: beton, genteng, batu bata, dll) dengan tujuan untuk menaikkan kekuatan material tersebut terhadap gaya lentur. 

Hal ini menandakan bahwa lumpur lapindo bercampur sabut kelapa dapat dijadikan genteng beton yang  untuk  meningkatkan  karakteristik  mekanik  komposit  bahan bangunan.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) pada tahun 2013 mencatat  bahwa terjadi peningkatan polusi CO2. Karena karbondioksida di atmosfer menumpuk, suhu bumi jadi semakin panas. 

Polusi karbondioksida global meningkat menjadi 396 parts per million (ppm) dari pada tahun sebelumnya. 

Peningkatan tingkat polusi CO2 itu berkisar 2,9 ppm pada periode 2012–2013. Pada tahun sebelumnya peningkatan berkisar 2,2 ppm (anonym, 2014). 

Polusi CO2 didominasi pada daerah di perkotaan dimana akibat banyaknya kendaraan yang ada. Maka dari itu perlu adanya Struktur bangunan ramah lingkungan yang mampu mengurangi emisi gas CO2. 

Penggunaan  Genteng Beton  dinilai efektif untuk mengurangi emisi gas CO2 diudara karena atap rumah yang sering terpapar langsung polusi gas ini.

Dengan Permasalahan yang ada di atas, kami mengajukan gagasan pembuatan GENRAM: genteng beton ramah lingkungan berbahan dasar lumpur lapindo dan serabut kelapa yang mana keduanya adalah limbah yang tidak terpakai dalam penggunaannya juga kurang optimal. 

Untuk mengatasi efek dari global warming akibat dari gas CO2 dapat dilakukan penambahan nanozeolite pada komposisi genteng beton.

Nanozeolite terbukti dapat menyerap emisi gas CO2 yang ada di udara sering diakibatkan adanya kendaraan. 

Dengan adanya GENRAM ini diharapkan dapat mengurangi limbah semburan lumpur lapindo dan mengoptimalkan penggunaan serabut kelapa untuk meningkatkan struktur mekanis genteng beton. 

Penambahan Nanozeolit pada komposisi genteng di harapkan genteng beton yang digunakan untuk atap bangunan efektif untuk mengurangi polusi akibat emisi gas CO2.

1.2 Rumusan Masalah

Lumpur lapindo masih terus mengalami  semburan hingga saat ini. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi semburan lumpur lapindo seperti penutupan  sumber lumpur mengunakan bola beton. 

Akan tetapi hal ini kurang efektif, Salah satu cara penanggulangan lumpur lapindo adalah dengan memanfaatkan lumpur lapindo itu sendiri untuk material bangunan yaitu sebagai genteng beton.

“GENRAM” Genteng beton berbahan dasar komposit lumpur lapindo dan serabut kelapa dengan penambahan komposisi nanozeolite pada campuran bahan Genteng akan mempunyai sifat yang mampu menyerap emisi gas CO2. 

Menurut Thi-Huong Pham  Penurunan  ukuran partikel kristal zeolit dari tingkat mikro ke tingkat nano terjadi peningkatan yang signifikan dalam spesifik luas permukaan, sehingga memberikan  sifat  yang lebih aktif untuk adsorpsi CO2. 

Genteng Beton  ini sangat ramah  lingkungan dengan memanfaatkan lumpur lapindo dan limbah serabut kelapa beserta harga nya ekonomis karena bahan yang digunakan cukup melimpah.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini yaitu,

1) Membuat Reinforcement dan Filler komposit Lumpur lapindo serta Serabut kelapa.

2) Melakukan Sintesis partikel nanozeolit.

3) Menciptakan “GENRAM” Genteng Beton Berbahan dasar komposit lumpur lapindo dan serabut kelapa berbasis nanozeolit.

4) Melakukan Pengujian yang akan dilakukan adalah pengujian beban  lentur-kuat tekan,  daya serap gas CO2,  penyerapan  air  ( porositas), dan penyerapan  panas genteng beton.

1.4 Luaran yang diharapkan

Luaran yang diharapkan dari Penelitian yang berjudul “GENRAM : Genteng Beton Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Komposit Lumpur Lapindo dan Serabut Kelapa Berbasis Nanozeolit untuk Peningkatan Mutu Genteng dan Mengatasi Polusi Gas CO2” sebagai solusi Pemanfaatan Limbah Lumpur Lapindo dan serabut kelapa yang belum digunakan secara optimal, dan juga untuk mengurangi polusi gas CO2 yang berbahaya bagi kehidupan. 

Kami juga sebagai peneliti akan menyajikan data-data teknis eksperimen sebagai design proses .

1.5 Kegunaan

Kegunaan  Penelitian ini yaitu,

1) Membuat inovasi genteng beton dari lumpur lapindo sebagai salah satu upaya penanggulangan semburan lumpur lapindo yang semakin meluas.

2) Genteng beton yang ramah lingkungan, ekonomis, dan bertekstur kuat untuk bangunan.

3) Aplikasi genteng beton ini dapat mengurangi polusi CO2 di udara.

4) Menunjukkan aplikasi sains dan teknologi dalam mengatasi masalah infrastruktur.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Genteng Beton

Genteng  beton  atau  genteng  semen  adalah unsur bangunan yang dipergunakan  untuk  atap  yang  dibuat  dari  beton  dan  dibentuk  sedemikian  rupa serta berukuran tertentu.

Genteng beton pada umumnya dibuat dengan cara mencampur pasir dan semen ditambah air, kemudian diaduk sampai homogen lalu dicetak. 

Selain semen dan  pasir,  sebagai  bahan  susun  genteng  beton  dapat  juga  ditambahkan  kapur.

2.2 Komposit Lumpur Lapindo dan Serabut Kelapa

Di  Indonesia  penelitian  tentang  produk bahan bangunan seperti: genteng, plafond,  dll yang berasal dari komposit  limbah masih  sangat terbatas, padahal saat sekarang bahan baku yang bangunan karena bersifat renewable dan biodegradable dalam pembangunan jangka panjang berupa  limbah lumpur Lapindo  jumlah  sangat melimpah dan menjadi problem lingkungan yang serius. 

Oleh  karena  itu  penelitian  ini  sangat penting untuk dilakukan karena dirancang memberdayakan potensi limbah lumpur Lapindo yang melimpah dan menjadi problem lingkungan untuk dikompositkan  dengan  semen  (PC)  dan serat  kelapa  sebagai bahan  utama  dalam pembuatan  genteng  bangunan  yang  ringan memiliki karakteristik mekanik tinggi dan ramah lingkungan. 

2.3 Penambahan Nano Zeolite Pada Genteng Beton

Zeolite  adalah  batuan  yang  membuih  bila  dipanaskan  pada  100ºC.  Zeolit didefinisikan  sebagai  kristal  alumina silika  yang mempunyai  struktur kerangka tiga  dimensi  yang  terbentuk dari tetrahedral  silika  dan  alumina  dengan  rongga-rongga tiga dimensi yang didalamnya  terisi  ion-ion  logam penyeimbang muatan kerangka zeolite dan molekul air yang dapat bergerak bebas (Yadi, 2005). Sifat-sifat khusus zeolite diantaranya :

2.3.1  Dehidrasi

Molekul-molekul air pada zeolite merupakan molekul yang mudah  lepas.

2.3.2  Adsorpsi 

Adsorpsi  diartikan  sebagai  proses  melekatnya  molekul-molekul  pada

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan alat dan penelitian ini adalah 1,5 bulan. Kegiatan dilakukan di tiga tempat, yaitu :

1) Laboratorium Kimia Universitas Diponegoro

2) Laboratorium Fisika Material Universitas Diponegoro

3) Laboratorium  Teknologi  Bahan  Konstruksi  Teknik  Sipil  Universitas Diponegoro

3.2 Variabel Penelitian

Variabel terikat dalam pengujian:

1) Beban lentur  dan kuat tekan

2) Penyerapan emisi gas CO2 dan gas berbahaya

3) Penyerapan air (porositas) 

4) Penyerapan panas 

Variabel terkontrol dalam pengujian

1) Jumlah komposisi nano zeolite dan lumpur lapindo

Variabel tetap pada penelitian ini:

1) Bentuk dan ukuran genting

2) Bahan baku  material semen porland, serabut kelapa  PVA dan abu batu.               

3.3 Alat dan bahan

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cetakan genteng beton, oven, high energy milling, Los Angles abrasion, SEM (Scanning Electron Microscopy), XRD. 

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lumpur lapindo, serabut kelapa, zeolit, abu batu, semen, PVA dan air.

3.4 Prosedur Kerja

3.4.1 Pembuatan Nanozeolit

Zeolit Bayat diayak dengan ayakan 225 mesh. Pembuatan nanozeolit dilakukan dengan metode top down menggunakan high energy milling (HEM-E3D) yaitu dengan menggiling bahan awal (zeolit alam) ke dalam alat milling. 

Rasio yang digunakan yaitu 1:8. Setiap kali melakukan milling, zeolit sebanyak 4,84 gram dengan 11 buah bola penggiling yang memiliki berat masing masing 3,52 gram dimasukkan dalam tabung (jar) HEM-E3D. 

Proses milling berlangsung selama 6 jam pada kecepatan 1000 rpm.

Tabung HEM-E3D dan bola penghancur sebelum digunakan dicuci terlebih dahulu menggunakan etanol.  Karakterisasi zeolit menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui morfologi permukaan zeolit dan BET (Brunauer-Emmet-Teller) untuk mengetahui luas permukaan spesifik zeolit.

3.4.2 Pembuatan genteng beton berbahan lumpur lapindo dan serabut kelapa berbasis nanozeolit

Nanozeolite yang telah dibuat dengan metode top down menggunakan high energy milling (HEM-E3D) kemudian ditambahkan pada komposisi lumpur lapindo, serabut kelapa, semen portland, abu batu dan PVA. 

Dari Pengujian ini kami melakukan variasi penambahan nanozeolit dan  lumpur lapindo.

3.4.3 Kualitas  Kontrol  dan  Evaluasi  Komposisi  Bahan  (Variabel  terkontrol lumpur lapindo)

Adapun Komposisi Campuran Pengerjaan genting: 

1) SP 0,3 + 0,2 (Zeolit) + 0,3 Lumpur Lapindo + 0,1 serabut kelapa= Benda Uji A 

2) SP 0,3 + 0,3(Zeolit) + 0,3 Lupur Lapindo + 0,1 serabut kelapa = Benda Uji B 

3) SP 0,3 + 0,4(Zeolit) + 0,3 Lumpur Lapindo + 0,1 serabut kelapa = Benda Uji C

4) SP 0,3 + 0,5(Zeolit) + 0,3 Lumpur Lapindo + 0,1 serabut kelapa = Benda Uji D 

5) SP 0,3 + 0,6 (Zeolit) + 0,3Lumpur Lapindo + 0,1 serabut kelapa = Benda Uji E

3.5 Pengujian Prototipe GENM Pada pembuatan prototipe dilakukan beberapa pengujian :

1) Pengujian X-Ray Diffractometer (XRD)

2) Pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM)

3) Pengujian Serapan Air (porositas)

4) Pengujian Absorbsi Emisi Gas Buang  CO2

5) Beban lentur  dan  kuat tekan

6) Penyerapan panas 

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

1) Peralatan penunjang: Rp1.500.000

2) Bahan: Rp1.200.000

3) Biaya Perjalanan: Rp500.000

4) Biaya lain-lain: Rp1.300.000

5) Jumlah: Rp4.500.000

Penelitian ini dilakukan selama 1,5 bulan kedepan.

DAFTAR PUSTAKA

Agustanto,  BP.  2007.  Pemerintah  Tidak  Bisa Hentikan Semburan Lumpur Lapindo. Media Indonesia Online  Rabu, 19 Oktober 2016.

Basuki, Eko. 2012. Analisis Kualitas Genteng Beton Sebagai Penutup Atap Dengan Bahan Tambahan Serat Ijuk.

Kamarlah dan Fajriyanto. 2009. Pemanfaatan Lumpur Lapindo Sebagai Komposit Ramah Lingkungan Berbasis Reiforced Concrete(FRC). Bandung: SNTKI

Contoh Proposal Penelitian Tentang Pengelolaan Limbah

Judul: Analisis Pasar Potensi Limbah Tebu Sebagai suatu Bahan Bakar Pembangkit Listrik Energi Biomassa Di Pabrik Gula.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ditandai dengan banyak terdapat industri, maka banyak juga menghasilkan limbah terutama limbah padat yang sangat membutuhkan tempat serta penampungan yang cukup besar. 

Aktifnya kegiatan perindustrian di Indonesia tidak akan berlangsung secara terus menerus tanpa adanya kegiatan atau proses yang dapat menekan berbagai dampak buruk yang telah menjadi akibat dari pembuatan produk di sebuah perindustrian.

Limbah yang dihasilkan ini dapat dikelolah. 

Salah satunya dengan mengolah limbah sisa pembuatan dari gula menjadi kompos, batako dan sebagainya. 

Pemanfaatan limbah kini sangat penting untuk mengatasi masalah penumpukan sampah yang ada di kota-kota besar, limbah organik industri, serta bagaimana cara menanggulangi limbah pertanian dan perkebunan.

Sebuah sistem pembangkit listrik (generator biomass) yang optimal dengan model sistem dari pembangkit listrik grid-connected. 

Perhitungan yang merupakan hasil potensi biomassa tebu (feedstock biomass) dengan cara memanfaatkan ampas tebu menjadi sumber energi generator 1, generator 2, generator 3 serta perhitungan konsumsi daya dalam industri secara menyeluruh dari sistem merupakan system yang digunakan dalam bantuan perangkat lunak, dalam hal ini menggunakan HOMER versi 2.68.

1.2 Rumusan Masalah

1) Potensi pada ampas tebu dalam sistem penyediaan energi listrik.

2) Analisis penerapan ampas tebu yang ada di pabrik gula.

1.3 Batasan Masalah

1) Pengambilan data hanya yang dilakukan Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta.

2) Analisis dalam perhitungan daya serta beban hanya terpusat melalui Homer.

1.4 Tujuan Penelitian

1) Perhitungan dari potensi ampas tebu di dalam penyediaan energi listrik

2) Mengetahui sebuah hasil analisa energi biomassa tebu sebagai suatu sumber energi listrik yang akan ramah lingkungan di tengah masyarakat.

1.5 Manfaat Penelitian

Penulisan dalam tugas akhir akan memberikan manfaat, antara lain :

1) Manfaat bagi penulis

Manfaat penelitian biomassa untuk penulis adalah menambah wawasan untuk peneliti serta dapat dijadikan pedoman untuk dapat menghadapi masalah bahan bakar yang dimana saat ini sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

2) Manfaat bagi Universitas

Penulisan tugas akhir ini akan menjadi referensi akademis serta keinsinyuran dalam hal pengembangan jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di masa yang selanjutnya.

3) Manfaat bagi Masyarakat dan Industri ·

Dapat dijadikan penyedia energi listrik terbaru dengan kondisi ramah lingkungan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Dasar teori yang berisi dari pemikiran serta teori-teori yang telah melandasi dilakukannya sebuah penelitian.

BAB 3 METODE PENELITIAN

Menggunakan metode penelitian :

Studi Pustaka (Study Research) Studi ini yang dilakukan dengan cara melihat kemudian mencari literature yang ada untuk dapat memperoleh data yang berhubungan dengan sebuah analisis pada penulisan yang ada di tugas akhir.

Penelitian Lapangan (Field Research) Berupa kegiatan peninjauan ke lokasi dengan diskusi bersama pihak-pihak yang terkait yang bertujuan mendapatkan data yang dibutuhkan oleh penulis tugas akhir ini. 

Penyusunan dari Tugas Akhir Setelah dilakukan suatu pengujian, data-data serta analisa yang akan diperoleh serta disusun dalam laporan tertulis.

Nah, itulah ulasan lengkap mulai dari sistematika hingga contoh proposal penelitian yang bisa kamu gunakan.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com dan 99.co untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Alexandria Premiere Cimanggis Depok.

Buka lembaran baru dan wujudkan impianmu, kami selalu #AdaBuatKamu.

Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.


Tag: , ,


Christantio Utama

Christantio Utama

Penulis Rumah123.com yang terus belajar tentang dunia Properti dan Keuangan.
Karena memiliki rumah adalah impian dan mencari uang adalah kewajiban.
Pecinta olahraga Badminton dan penonton setia kartun Digimon.