kolaborasi-dan-jadi-agen-properti1

Siapa bilang bisnis properti selalu membutuhkan modal besar?

Seperti banyak bisnis lainnya, kamu juga bisa memulai bisnis properti dengan modal kecil, bahkan tanpa modal. 

Yuk cari tahu tips cara memulai bisnis properti dari nol di bawah ini:

1. Lakukan Riset Terlebih Dahulu

Sebelum memulai bisnis apapun, pastikan kamu melakukan riset terlebih dahulu terhadap pasar. 

Riset pasar akan berguna untuk memastikan kamu membeli atau menjual properti dengan harga yang masuk akal. 

Jadi, lakukan riset sebelum memutuskan mengambil suatu produk properti untuk dipasarkan kembali.

Selain itu, hindari terburu-buru membeli properti sebelum mengetahui seluk-beluknya. 

Mulai dari harga, lokasi, sarana, prasarana, kebutuhan pasar, dan faktor ekternal lainnya. 

2. Mulai dari Lingkungan Terdekat

Untuk memulai bisnis properti, kamu bisa memulainya dari orang-orang terdekatmu yang sedang mencari properti. 

Tanyakan lebih detail rumah seperti apa yang dicari dan lokasi yang diinginkannya. 

Kamu bisa membantunya untuk mencari properti yang tepat untuk orang tersebut. 

3. Rajin Melihat Iklan Online

Kini, banyak sekali media yang memuat berbagai iklan properti, mulai dari internet hingga papan iklan di jalan. 

Kamu bisa ikut memasarkan properti yang dijual di berbagai platform tersebut kepada kerabat dan orang yang membutuhkan properti. 

Saat memasang harga, patok harga yang sedikit lebih tinggi sehingga kamu bisa memperoleh keuntungan saat menjualnya. 

4. Mencari Calon Penjual

Jika kamu sudah mendapatkan calon pembeli, maka langkah selanjutnya adalah dengan mencari calon penjual. 

Untuk mencari properti yang dijual, kamu harus rajin mendatangi lokasi perumahan dan pameran properti. 

Biasanya, lokasi akan sangat menentukan harga dan minat dari pembeli. 

Untuk itu, kamu perlu menggali informasi lebih lengkap agar calon pembeli memiliki gambaran yang sesuai dengan properti tersebut. 

5. Tawarkan Kerja sama

Saat kamu telah menemukan penjual, mulailah untuk menawarkan kerja sama. 

Sebaiknya, tulis perjanjian kerja sama di atas kerja sehingga lebih jelas dan tak merugikan pihak manapun. 

Tanyakan pula detail rumah yang dijual, seperti luas, lantai, harga, kondisi sekitar, cara pembayaran, serta komisi yang akan didapatkan. 

Setelah mengikat kerja sama, kamu bisa meyakinkan calon pembeli dengan menggambarkan keadaan properti sesuai fakta. 

Jangan melebih-lebihkan fakta sehingga calon pembeli berekspektasi tinggi namun properti justru tak sesuai. 

Jika hal itu terjadi, pembeli tentu akan kecewa dan tak ingin menggunakan jasamu lagi.

Para penjual biasanya akan memberikan komisi tertentu jika kamu berhasil menjual properti mereka. 

6. Buatlah Website untuk Promosi

Teknik promosi yang tak mengeluarkan banyak biaya lainnya ialah dengan menggunakan media online. 

Kamu bisa membagikan informasi seputar properti melalui Facebook dan Twitter. 

Cara lainnya adalah membuat website gratis di blogger.com atau wordpress.com yang bisa mempertemukan pembeli dan penjual. 

Pemasaran lewat online akan memperluas jaringanmu sehingga pembeli dari kawasan berbeda juga dapat melihat properti yang kamu tawarkan. 

Pastikan kamu memasang foto rumah yang sebenarnya dan secara lengkap.

7. Buat Merek Usaha Sendiri

Jika bisnis propertimu sudah mulai berjalan, cobalah untuk membuat merek usaha sendiri agar lebih profesional. 

Sebaiknya gunakan nama yang mudah diingat dan pastikan kamu telah mendaftarkan nama tersebut secara hukum. 

Dengan begitu, para calon pembeli dan penjual akan lebih percaya dengan sebuah jasa yang telah memiliki nama dan terbukti bermanfaat bagi mereka. 

Pada tahap ini, mendaftarkan merek usaha memang butuh biaya. 

Jika anggaranmu terbatas, kamu bisa meminjam terlebih dahulu kepada kerabat keluarga atau bank dan berkomitmen untuk mengembalikannya tepat waktu.

8. Sisihkan Keuntungan

Jika kamu sudah memiliki keuntungan dari komisi, pastikan kamu telah menyisihkan sebagian untuk ditabung.

Dengan begitu, kamu bisa memperbesar bisnis propertimu sehingga semakin banyak yang percaya dengan jasamu. 

9. Mencari Karyawan

Saat bisnis propertimu semakin besar, kamu tidak mungkin selamanya mencari calon pembeli dan penjual. 

Untuk itu, kamu akan membutuhkan bantuan orang lain atau rekan untuk diajak bekerjasama membesarkan usaha. 

Jika bisnis sudah cukup besar, tak ada salahnya untuk mencari staf yang mengurus segala keperluan administrasi serta membantu memasarkan properti. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti.  Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti One Icon Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
282 kali