OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Bangunan Prefabrikasi Mulai Dilirik oleh Masyarakat Indonesia. Berapa Sih Biaya Membangunnya?

30 Agustus 2023 · 4 min read Author: Christantio Utama

biaya bangunan prefabrikasi

Sumber: Rumah123.com

Inilah ulasan lengkap tentang berapa biaya membangun bangunan prefabrikasi terlengkap yang bisa kamu ketahui.

Bangunan prefabrikasi merupakan metode pembangunan hunian yang belakangan ini cukup dilirik oleh beberapa kalangan masyarakat di tanah air.

Alasannya karena bangunan ini memiliki waktu pembuatan yang lebih singkat dibandingkan dengan rumah konvensional.

Selain itu, harganya yang relatif lebih terjangkau menjadi penyebab lain mengapa bangunan ini mulai dilirik oleh penduduk di Indonesia.

Meskipun demikian, pasar bangunan prefabrikasi di Indonesia terbilang masih sangat kecil.

Untuk mendapatkan informasi lengkapnya pun tidak terlalu banyak sumbernya.

Apalagi biaya membangun bangunannya.

Jika kamu ingin tahu lebih jauh tentang pembahasan ini, tidak perlu khawatir lagi!

Sebab kami akan mengulasnya di artikel ini.

Yuk, langsung saja kita simak informasi tentang berapa sih biaya yang perlu dikeluarkan untuk membangun hunian prefabrikasi.

Apa itu Bangunan Prefabrikasi?

bangunan prefabrikasi amoda

Sumber: Amoda

Tim redaksi Rumah123.com berkesempatan untuk mewawancari Robin Renardi Yovianto, Co-founder dan CEO Amoda.id terkait bangunan prefabrikasi.

Amoda.id sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, khususnya dalam pembuatan bangunan prefabrikasi komersial di Indonesia.

Menurut penjelasan Robin, secara umum bangunan prefabrikasi adalah bangunan yang proses pembuatannya menggunakan metode konstruksi khusus dari komponen-komponen material yang dibuat di luar lokasi pembangunan rumah.

Bahan bangunan tersebut lalu dibawa ke lokasi pembangunan rumah untuk disusun sesuai dengan bentuk dan desain yang sudah disetujui.

Karena prosesnya pembangunannya yang bongkar pasang tersebut, bangunan prefabrikasi memiliki berbagai macam keuntungan seperti harganya terjangkau, dapat dipindahkan sesuai keperluan dan ramah lingkungan.

Namun sayangnya teknik prefabrikasi ini masih belum terlalu populer di Indonesia karena beberapa alasan.

“Yang paling utama karena knowledge dan informasi terkait bangunan prefabrikasi masih sangat minim. Ini membuat hanya segelintir orang yang memanfaatkan jenis bangunan tersebut,” terang Robin.

Selain karena pengetahuan yang masih minim, belum banyaknya perusahaan yang menyediakan jasa pembangunan bangunan ini juga menjadi alasan lainnya.

Jika kamu berencana untuk membuat bangunan prefabrikasi dalam waktu dekat, sebaiknya ketahui estimasi biaya di poin selanjutnya.

Biaya untuk Membangun Bangunan Prefabrikasi

bangunan prefabrikasi amoda terbaru

Sumber: Amoda

Bangunan prefabrikasi sendiri dapat dibagi menjadi dua berdasarkan tujuan dibuatnya.

Pertama untuk keperluan residensial, dan yang kedua untuk keperluan komersial atau usaha.

Untuk membangun sebuah bangunan prefabrikasi residensial sederhana tipe 60 dan memiliki 1 lantai, ini jumlah uang yang perlu kamu siapkan.

“Estimasi biaya pembangunan untuk residensial tipe 60 dan memiliki 1 lantai sekitar Rp5 jutaan per meter persegi,” ucap Robin Renardi Yovianto.

Jadi jika dijumlahkan maka total biaya yang perlu kamu keluarkan sekitar Rp300 jutaan.

Uang sebesar itu sudah sudah termasuk dengan biaya pasang bangunan, transportasi logistik serta berbagai bahan material seperti pada dinding, lantai dan plafon.

Sedangkan untuk bangunan prefabrikasi yang digunakan untuk komersial umumnya memiliki estimasi harga di angka Rp100 jutaan

“Umumnya untuk komersial itu berukuran sekitar 15 sampai 25 meter persegi dengan harga sekitar Rp100 jutaan,” tambahnya.

Jadi harga per meternya sendiri berkisar di angka Rp4 juta sampai Rp5 jutaan.

Kalau kamu merasa ukuran 15 sampai 25 meter terlalu besar, ada juga tipe standar yang berukuran 2,4 x 3,6 meter persegi dengan harga Rp75 juta saja.

Untuk proses waktu yang dibutuhkan sendiri sekitar 3 minggu kurang lebih.

Terdiri dari proses perencanaannya sekitar 2 minggu dan proses perakitan yang memakan waktu  kurang lebih 1 minggu.

Waktu yang relatif sangat cepat jika dibandingkan merenovasi ruko untuk tempat usaha.

Keunggulan Bangunan Prefabrikasi Dibandingkan Bangunan Konvensional

Robin Yovianto CEO AMODA

Sumber: Amoda

Membeli atau menyewa sebuah properti pasti tidak bisa lepas dengan biaya perawatan atau maintenance yang bisa membengkak kapan saja.

Hal ini membuat bangunan prefabrikasi memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan bangunan konvensional dari sisi perawatan.

Kamu hanya perlu membersihkan bagian luar bangunan yang terbuat dari Aluminium Composite Panel (ACP) dengan lap ketika sudah tampak kotor.

“Cukup dengan lap saja kamu bisa membersihkan bagian luar bangunan prefabrikasi. Kayak kita mencuci mobil saja, langsung bersih,” terang CEO Amoda.id.

Selain itu, ada juga bagian waterproofing yang berada di bawah lapisan ACP berguna untuk mengatasi kebocoran ketika hujan.

“Biaya perawatan waterproofing ini sekitar Rp3 juta per tahunnya untuk bangunan di bawah 15 meter persegi. Jika lebih besar dari itu, biaya tentunya akan meningkat,” tambahnya.

Sedangkan untuk bagian interior sendiri tergantung dengan material yang kamu gunakan dan caranya sama seperti pada bangunan pada umumnya.

Nah menarik, kan?

Buat kamu yang ingin membangun tempat tinggal ataupun bangunan untuk membuat usaha, teknik prefabrikasi ini bisa menjadi alternatif buat kamu yang pantas dipertimbangkan kedepannya.

***

Itulah tadi informasi lengkap tentang biaya membangun bangunan prefabrikasi yang bisa kamu ketahui.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Property People!

Kunjungi situs Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Citra Maja Raya Garden House.

Buka lembaran baru dan wujudkan impianmu, kami selalu #AdaBuatKamu.

Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.


Tag: , ,


Christantio Utama
Lulusan Binus jurusan Hubungan Internasional. Mengawali karier sebagai jurnalis di Detikcom pada 2018 dan sekarang bekerja di 99 Group sebagai penulis artikel. Tio rutin menulis tentang properti, gaya hidup, dan teknologi.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA