OK

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Beserta Arti Lengkapnya

06/05/2022 by Kartika Ratnasari

doa dzikir setelah sholat

Dzikir setelah sholat adalah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Ini dia bacaan dzikir dan doa setelah sholat yang bisa kamu ikuti. 

Dzikir adalah bentuk pengingat umat Muslim kepada Allah SWT.

Membaca dzikir setelah melaksanakan sholat merupakan sunnah, hal ini sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Allah SWT juga memerintahkan umat-Nya untuk berzikir sebagaimana dalam surat Al-Ahzab ayat 41 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.”

Dzikir dilakukan dengan cara membaca kalimat-kalimat seperti tasbih, takbir dan tahlil.

Doa dzikir sebaiknya dibaca saat selesai sholat setelah mengucapkan salam pada rakaat terakhir.

Apakah kamu sudah tahu bacaan dzikir dan doa setelah sholat?

Ini dia bacaan dzikir dan doa setelah sholat lengkap dengan artinya, mengutip dari Muslim.or.id.

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Beserta Artinya

ceramah-singkat-tentang-sholat1

1. Bacaan Satu

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom”.

Artinya:

“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x).

Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan” (HR. Muslim no. 591).

2. Bacaan Dua

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.”

Artinya:

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya.

BagiNya puji dan bagi-Nya kerajaan.

Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah.

Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan).

Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan”

(HR. Bukhari no.6615, Muslim no.593).

3. Bacaan Tiga

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.”

Artinya:

“ Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya.

BagiNya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah.

Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepadaNya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik.

Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci”

(HR. Muslim, no. 594).

4. Bacaan Empat 

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

“Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”.

Artinya:

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x).

Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan. BagiNya pujaan.

Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu”

(HR. Muslim no. 597).

Kemudian lanjutkan dengan membaca surat pada juz 30 kitab suci Alquran yang terdiri dari surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas setelah menyelesaikan sholat fardhu.

5. Bacaan Lima, Ayat Kursi

ayat kursi beserta artinya

Setelah itu lanjutkan dengan membaca Ayat Kursi yang ada di dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 255 berikut ini:

اَللّٰهُلَآاِلٰهَاِلَّاهُوَۚاَلْحَيُّالْقَيُّوْمُەۚلَاتَأْخُذُهٗسِنَةٌوَّلَانَوْمٌۗلَهٗمَافِىالسَّمٰوٰتِوَمَافِىالْاَرْضِۗمَنْذَاالَّذِيْيَشْفَعُعِنْدَهٗٓاِلَّابِاِذْنِهٖۗيَعْلَمُمَابَيْنَاَيْدِيْهِمْوَمَاخَلْفَهُمْۚوَلَايُحِيْطُوْنَبِشَيْءٍمِّنْعِلْمِهٖٓاِلَّابِمَاشَاۤءَۚوَسِعَكُرْسِيُّهُالسَّمٰوٰتِوَالْاَرْضَۚوَلَايَـُٔوْدُهٗحِفْظُهُمَاۚوَهُوَالْعَلِيُّالْعَظِيْمُ

“Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum. laa ta`khużuhu sinatuw wa laa na`um, lahu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard, man zallazi yasyfa’u ‘indahuu illaa bi`iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiituna bisya`im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa`, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ard, wa laa ya`uduhu hifzuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘aziim”.

Artinya:

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur.

Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki.

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.”

(QS. Al-Baqarah: 255).

6. Bacaan Enam

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. 10× بعد صلاة المغرب والصبح

“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”.

“Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan, bagi-Nya segala puja.

Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

(Dibaca 10 x setiap sesudah sholat Maghrib dan Subuh).

7. Bacaan Tujuh

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala”.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (Dibaca setelah salam sholat Shubuh)

(HR. Ibnu Majah no. 762, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Itu dia bacaan dzikir dan doa setelah sholat yang bisa kamu ikuti.

Temukan berbagai inspirasi menarik seputar gaya hidup dan keluarga modern, selengkapnya di artikel.rumah123.com.

Kamu bisa wujudkan hunian idaman seperti LRT City Cibubur, hanya di Rumah123.com dan 99.co, yang pastinya #AdaBuatKamu!


Tag:


Kartika Ratnasari

Kartika Ratnasari

Kartika Ratnasari is Content Editor at Rumah123.com. In 2016, she started her adventure in content marketing, continues to this day. She spends her free time mostly with her husband and son.