rumah bebas banjir- rumah123.com Ada Sejumlah Cara yang Bisa Dilakukan Saat Mencari Lokasi Rumah yang Bebas Banjir. Banjir Menjadi Salah Satu Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia (Foto: Rumah123/Getty Images)

Siapa pun tidak ingin memiliki rumah di lokasi banjir. Ada sejumlah cara yang bisa diterapkan saat kamu ingin membeli rumah di lokasi bebas banjir.

Banjir menjadi salah satu bencana yang terjadi di Indonesia. Ada beragam bencana lainnya yang terjadi di tanah air mulai dari gempa, gunung meletus, tanah longsor, tsunami, gelombang pasang, angin kencang, kebakaran hutan, dan lainnya.

Kalau kamu mencari rumah di perkotaan seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan adalah banjir.

Baca juga: Tips Beli Rumah: Bagaimana Mencari Sekolah Terbaik Dekat Rumah

Banjir besar terjadi pada awal tahun 2020. Kamu bisa menyaksikan di televisi, membaca berita online, hingga bertukar kabar via aplikasi percakapan mengenai banjir yang terjadi pada Rabu, 2 Januari 2020.

Kamu bisa membayangkan kalau banjir tidak hanya merendam sejumlah permukiman warga. Banjir juga menghanyutkan mobil dan motor sehingga kendaraan bertumpukan.

Sejumlah permukiman warga yang sebelumnya tidak pernah banjir, malah banjir. Tentunya kamu bertanya-tanya, “Kalau mau mencari rumah yang bebas banjir di mana sih?”

Baca juga: Tips Beli Rumah: Mencoba Semua Akses Transportasi

Situs properti Rumah123.com memaparkan sejumlah tips yang bisa kamu lakukan saat mencari lokasi rumah yang bebas banjir. Sederetan tips ini bisa menjadi panduan.

1. Memantau Lokasi Wilayah Banjir Melalui Aplikasi Peta

Kamu bisa memantau lokasi banjir yang saat ini terjadi. Ada sejumlah peta online, salah satunya petabencana.id. Sayangnya, peta ini baru mencakup beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

Biasanya, orang akan mencari rumah di kawasan penyangga ibu kota seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, Cikarang, dan lainnya. Namun, kamu bisa mengakses laman BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bnpb.go.id. untuk mencari informasi mengenai banjir.

2. Menyusun Daftar Lokasi Banjir

Saat ini, kamu pasti mendengar dari teman atau saudara mengenai lokasi perumahan yang dilanda banjir. Atau kamu mengetahuinya dari media sosial dan media online.

Teman kamu yang tinggal di kompleks A mengalami banjir. Saudara kamu yang menetap di perumahan B, rumahnya terendam banjir. Nah, kamu bisa menyeleksi kalau perumahan, klaster, atau kompleks ini sudah pasti tidak masuk daftar.

3. Bertanya Kepada Warga Setempat

Salah satu cara yang juga efektif dalam mencari informasi adalah bertanya kepada warga sekitar. Mereka yang sudah tinggal lama di suatu kawasan biasanya mengetahui dan memahami apakah kawasan ini banjir atau tidak. Mereka bisa saja adalah teman, saudara, mertua, dan lainnya.

Ada sejumlah kawasan yang identik dengan banjir, namun tidak seluruh wilayahnya terendam air. Bisa jadi, area ini aman dari banjir. Namun, akses sekitarnya tertutup banjir.

4. Menghindari Permukiman Dekat Sungai, Saluran Air, Tanggul, dan Sejenisnya

Ada sejumlah sungai dan kali yang melewati Jabodetabek. Sungai Ciliwung dan Cisadane menjadi yang terbesar. Kamu bisa menghindari perumahan yang dekat dengan sungai atau kali. Apalagi kalau ada kawasan yang dekat pertemuan dua sungai.

Sebenarnya, tidak hanya sungai dan kali. Permukiman dekat tanggul, bendungan, saluran air seperti kanal banjir juga harus dihindari. Saat sungai atau tanggul tidak bisa menampung debit air, maka banjir akan melanda permukiman warga. Ada permukiman yang kebanjiran setelah tanggul jebol kan?

5. Mendatangi Lokasi Permukiman Atau Perumahan

Saat kamu mendatangi lokasi permukiman atau perumahan, kamu bisa melihat seperti akses, suasana sekitar, lokasi, fasilitas, dan lainnya. Kamu akan menjumpai apakah lokasinya dekat sungai, saluran air, dan lainnya.

Kamu juga akan menemukan apakah lokasi rumah berada di lebih rendah dari jalan raya atau saluran air. Seeing is believing bukan? Saat kamu memantau lokasi rumah, kamu bisa melihat drainase perumahan, taman, area hijau, dan lainnya.

6. Mengamati Kondisi Rumah

Jika kamu memilih untuk membeli rumah second, pastikan kamu melihat kondisi rumah. Mungkin ada beberapa bekas sisa banjir yang masih tersisa di dinding, atap, dan lainnya.

Penjual bisa jadi tidak terlalu terlalu terbuka mengenai hal ini. Tetapi kamu bisa memerhatikan bagian dinding dan atap, mungkin ada tanda bekas terendam air.

7. Mempertimbangkan Lokasi Permukiman yang Terkepung Banjir

Kamu telah menemukan permukiman atau perumahan idaman yang bebas dari banjir. Namun, apakah lokasinya terkepung oleh banjir?

Hal ini juga harus dipertimbangkan. Bagaimana saat kamu ingin pergi atau pulang ke rumah, namun seluruh akses masuk telah terendam banjir. Kamu tidak bisa ke mana-mana. Belum lagi, kalau aliran listrik juga dipadamkan.

Baca juga: Tips Beli Properti: Tunai, KPR, Atau Tunai Bertahap

Bagikan: 1731 kali