air tanah jakarta Medcom.id

Permasalahan tinggi muka tanah di wilayah DKI Jakarta yang terus menurun setiap tahunnya menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemprov DKI Jakarta serta instansi terkait.

Salah satu penyebab mengapa tanah di Jakarta terus turun adalah penggunaan air tanah yang berlebihan.

Seperti yang kita ketahui, sebagian besar warga Jakarta masih menggunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci piring, baju sampai mandi.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta dan instansi terkait berencana untuk menyediakan air secara mandiri bagi warganya.

Upaya Pemerintah Pusan dan Pemprov DKI Jakarta

Air tanah dki jakarta (anafortx47.com)

Melansir Kompas, Dirjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakni Diana Kusumastuti menghimbau Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan air baku bagi masyarakat.

"Karena DKI Jakarta tidak punya sumber air, sehingga masyarakatnya memanfaatkan air di dalam tanah. Dengan demikian, kita harus mencegahnya," terang Diana dalam Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD), Senin (4/10/2021), mengutip Kompas.

Dalam memenuhi penyediaan air baku bagi DKI Jakarta, terdapat tiga proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang disiapkan yaitu Karian-Serpong, Jatiluhur I, serta Juanda.

Diana mengatakan, SPAM ini menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Untuk SPAM Regional Karian-Serpong maupun Jatiluhur I, diupayakan dapat commercial operation date (beroperasi secara komersial) pada tahun 2024 nanti.

Untuk sumber airnya, SPAM Regional Jatiluhur diperoleh dari Bendungan Jatiluhur.

Sementara SPAM Regional Karian-Serpong dari Bendungan Karian-Serpong.

Selain Jakarta, SPAM ini nantinya juga akan memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat Karawang serta Bekasi.

Sementara itu, pembangunan SPAM Juanda belum bisa dilakukan karena saat ini masih memasuki tahapan persiapan.

Di samping itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengusulkan kepada Kementerian PUPR agar proyek SPAM Buaran diusulkan sebagai bagian dari upaya penyediaan air baku ini.

“Buaran itu yang diusulkan (Pemprov) DKI Jakarta, tapi kita (Kementerian PUPR) tetap berfokus pada Jatiluhur, Karian-Serpong, dan Juanda,” tambah Diana.

Jika penyaluran air baku terlaksana dengan baik, dalam beberapa waktu kedepan warga Jakarta tidak diperbolehkan lagi menggunakan air tanah guna mencegah penurunan muka tanah yang semakin parah.

Nah, itulah informasi singkat mengenai upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI Jakarta dalam menanggulangi permasalahan kondisi muka tanah yang terus menurun.

Apakah kamu setuju dengan rencana tersebut?

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Dan jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
337 kali