kisah chanee kalaweit bule perancis

Dedikasikan hidup untuk primata Indonesia, ternyata begini kisah Chanee Kalaweit bule Perancis yang memutuskan jadi Warga Negara Indonesia (WNI). Inspiratif!

Chanee merupakan pria kelahiran Fayence, Distrik Var, Perancis Selatan.

Hingga kini, ia sudah menghabiskan sekitar 21 tahun hidupnya untuk tinggal di Indonesia.

Tepatnya, Chanee sudah puluhan tahun menetap di Kalimantan untuk melestarikan satwa dan lingkungan setempet.

Fokus utamanya adalah menyelamatkan spesies Owa Kalimantan yang kian menipis dari tahun ke tahun.

Demi menunjukkan komitmennya, Chanee bahkan sampai berganti kewarganegaraan, lo.

Yuk, simak kisah Chanee Kalaweit selengkapnya berikut ini.

Kisah Chanee Kalaweit Putuskan Jadi WNI Demi Selamatkan Owa Kalimantan

bule perancis di kalimantan sumber: republika.co.id

Chanee pertama kali datang ke Indonesia sekitar 38 tahun silam.

Tepatnya di tahun 1998 ia bertolak ke Kalimantan untuk menyelamatkan spesies owa.

Saat itu, ia bahkan sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia apalagi Kalimantan.

“Saya belajarnya dari bergaul dengan masyarakat setempat," katanya, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (18/11/2021).

Setibanya di pulau Borneo, ia mencoba membangun konservasi satwa liar demi memberi kenyamanan pada primata setepat.

Agar seluruh kegiatannya lebih lancara, Chanee juga melepaskan kewarganeragaan asingnya dan beralin menjadi WNI.

Ia lalu mendirikan yayasan Kalaweit untuk menaungi seluruh kegiatan seperti rehabilitasi satwa liar yang menjadi korban deforestasi serta perburuan ilegal 

Sayangnya, kisah Chanee Kalaweit mempertahankan kelestarian hutan Kalimantan tidak berjalan semulus yang ia harapkan.

Ia harus menyaksikan langsung perubahan hutan Kalimantan yang tergerus industri perkebunan.

"Dalam 20 terakhir, (saya) melihat wajah Kalimantan berubah. Hutan Kalimantan hancur demi industri," jelasnya.

Tidak hanya itu, Chanee harus menghadapi berbagai ancaman dari pihak yang merasa dirugikan oleh kegiatannya.

Namun, bagi pria ini semua ancaman tersebut tidak ada artinya selama ia berhasil melindungi lebih dari 1.000 hektar lahan hutan Kalimantan.

"Semua keberhasilan ini juga berkat dukungan masyarakat sekitar. Saya tidak akan bisa mendapatkan semua ini tanpa dukungan mereka," kata Chanee.

Turut Menjadi Korban Kabut Asap

kisah chanee kalaweit sumber: tempo.co

Chanee yang tinggal di Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara, juga turut menjadi korban bencana kabut asap.

Ia merasakan langsung bagaimana pekat dan berbahayanya asap kebakaran hutan di tahun 2015 dan 2019.

Oleh sebab itu, di tahun 2015 Chanee pernah membuat video berisi pesan untuk Presiden Joko Widodo mengenai bencana karhutla.

"Saya marah tidak hanya karena anak saya terkena ISPA seperti ratusan anak lainnya, tidak hanya karena ribuan orang sesak nafas dan menangis sambil beroda dapat melihat matahari lagi. Bapak Presiden, saya marah karena semua penderitaan ini dibaut demi industri minyak kelapa sawit," demikian isi penggalan pesan yang ia buat.

Bagaimana, menarik bukan kisah Chanee Kalaweit di atas?

Simak berita dan tips terbaru mengenai dunia properti lainnya di artikel Rumah123.com.

Kamu juga bisa memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti di situs properti Rumah123.com

Bagikan:
265 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia