OK

Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI? Inilah Alasannya!

05/02/2022 by Nico Nadine

soeharto tidak diculik

Gerakan 30 September (G30S) sampai saat ini masih selalu dikenang menjadi kejadian nahas bagi Tanah Air. Masih banyak misteri yang terjadi pada saat itu dan sampai saat ini pun terpecahkan jawabannya. Adapun yang terus dipertanyakan adalah peran Soeharto dalam G30S PKI.

Pasalnya, ada yang meyakini bahwa Presiden RI ke-2 tersebut punya peran penting di balik penumpasan PKI dengan membantai ratusan ribu orang dalam satu kejadian.

Teori tersebut didukung sebuah pertanyaan sederhana, “Mengapa Soeharto tidak ikut diculik dan dibunuh oleh PKI seperti jenderal-jenderal lainnya?”

Untuk memberi pemahaman lebih dalam mengenai pertanyaan tersebut, yuk baca penjelasan di bawah ini sampai habis!

Alasan G30S PKI Terjadi

g30s PKI

sumber: portaljember.pikiran-rakyat.com

Peristiwa G30S PKI pecah lantaran tersebarnya kabar yang menyatakan adanya sekelompok jenderal yang hendak mengudeta Soekarno.

Hal tersebut pun dijelaskan dalam Kematian DN Aidit dan Kejatuhan PKI (2016).

Di dalam literatur tersebut, dijelaskan bahwa PKI mendapat informasi ini dari rekan mereka di militer yang merupakan simpatisan PKI.

Dari kekacauan tersebut, militer saat itu terpecah menjadi beberapa kelompok yang saling merebut kekuasaan.

Dengan keadaan tersebut, saat itu ada kelompok yang setia kepada Soekarno dan ada yang tidak.

Nah, faksi yang condong berkhianat itulah diyakini Dewan Jenderal, pihak yang ingin menyingkirkan Sukarno bersarang.

Dengan kondisi sengit itu, para perwira militer yang loyal kepada Soekarno bergerak secara diam-diam untuk mencegah kudeta, seperti

  • Kolonel Abdul Latief (Komandan Garnisun Kodam Jaya);
  • Letkol Untung (Komandan Batalion Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa); dan
  • Mayor Sujono (Komandan Resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan di Halim).

Mereka pun diyakini “menculik” para jenderal dan membawanya ke Soekarno.

Namun, rencana itu gagal karena persiapannya tidak matang.

Alasan Soeharto Tidak Dibunuh PKI

soeharto muda

sumber: idntimes.com

Dalam kesaksiannya kepada Mahkamah Militer, Latief membeberkan alasannya tidak memasukkan nama Soeharto.

“Karena kami anggap Jenderal Soeharto loyalis Bung Karno, maka tidak kami jadikan sasaran,” kata Latief seperti dikutip dari buku Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, dan Petualang (2010).

Soeharto sendiri mengakui ia bertemu dengan Latief menjelang peristiwa G30S.

Namun, pernyataannya ke beberapa orang dinilai sering berubah-ubah.

Dalam wawancara dengan Der Spiegel pada 19 Juni 1970, Soeharto mengaku ditemui oleh Latief di RSPAD Gatot Subroto oleh Latief pada malam 30 September 1965.

Soeharto tengah menjaga anak bungsunya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang dirawat karena luka bakar akibat ketumpahan sop panas.

Namun katanya, Latief tidak memberi informasi apa-apa, malah akan membunuhnya saat itu juga.

Diketahui dalam otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1988), Soeharto mengaku hanya melihat Latief dari kejauhan dan tak sempat berinteraksi.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya, Sahabat 99.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti.

Kamu juga bisa mencari properti menarik, seperti Padova at Milano Village hanya di www.rumah123.com dan 99.co/id!