hunian tod

Masih banyak orang yang salah kaprah mengenai hunian TOD (Transit Oriented Development), biar paham sudah seharusnya membaca ulasan ini. 

Kalau kamu pernah membaca iklan perusahaan pengembang yang menawarkan hunian TOD, bagi yang awam tentu menerima begitu saja. 

Namun, bagi yang paham tentu bisa mengernyitkan dahi, bingung dengan konsep hunian TOD yang ada di Indonesia. 

Jika kamu sedang mencari hunian TOD untuk tempat tinggal, bisa jadi kamu mulai berpikir untuk mencari tahu. 

Sebenarnya, konsep hunian TOD di Indonesia bisa dikatakan salah kaprah karena tidak sesuai dengan definisinya. 

Developer mengklaim hunian yang dibangun berkonsep TOD, tetapi kok jarak dari stasiun kereta, halte bus, atau sarana transportasi lainnya kok jauh sekali. 

Sebenarnya, seperti apa sih konsep hunian TOD ini, situs properti Rumah123.com sempat berbincang dengan sejumlah konsultan properti.

hunian tod

Hunian TOD Harus Terkoneksi dengan Moda Transportasi Massal 

Rumah123.com sempat mewawancarai Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto beberapa waktu lalu. 

Vivin mengatakan hunian TOD adalah hunian yang berkonsep transit, tidak hanya sekedar pengembangan atau development

“Hunian TOD harus terhubung dengan transportasi massal, bukan transportasi umum,” ujar Vivin. 

Dia memberikan ilustrasi mengenai transportasi massal yang harus berbasis rel dan bisa mengangkut ratusan orang. 

Transportasi ini adalah KRL Commuter Line, LRT (Light Rail Transit), dan juga MRT (Mass Rapid Transit). 

TransJakarta meski memiliki rute yang banyak dan armada bus yang banyak masuk kategori transportasi umum. 

Selain itu, jarak hunian TOD dengan stasiun kereta tidak boleh lebih dari 700 meter alias masih walking distance

hunian tod

Hunian TOD Harus Terhubung dengan 2 Transportasi 

Rumah123.com juga sempat mewawancarai Senior Associate Director Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia, Aldi Garibaldi.

Aldi mempunyai pandangan mengenai konsep hunian TOD ini yaitu terhubung dengan dua transportasi. 

“Nah, ada yang harus di-redefine. Kita bilang TOD, belum tentu. Secara definisi harus ada dua moda transportasi,” ujar Aldi.

“LRT dan Busway, atau MRT dan Commuter Line. Kalau LRT dan Gojek itu bukan TOD. Definisi itu dulu,” lanjutnya. 

“MRT dan Busway bolehlah. Di luar negeri itu harus lebih dari satu,” kata Aldi lebih lanjut mengenai kemudahan konektivitas. 

Saat ini, hunian berkonsep TOD memang baru terhubung dengan satu moda transportasi massal yaitu KRL Commuter Line atau juga Transjakarta.

Sementara hunian TOD yang terkoneksi dengan LRT Jabodebek memang masih menyelesaikan pembangunan. 

hunian tod

Hunian TOD Harus Berorientasi Kepada Pejalan Kaki 

Situs berita online Kompas.com pernah melansir pendapat Country Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yoga Adiwinarto.

Yoga mengatakan pengembangan properti di Indonesia belum ada yang benar-benar memenuhi prinsip TOD.

Developer hanya membangun hunian yang terkoneksi dengan jalur Transjakarta atau transportasi lain. 

Sebenarnya, konsep TOD harus memenuhi prinsip orientasi pada pejalan kaki (walk) dan bukan berorientasi pada kendaraan (car oriented).

Selain itu, konsep hunian TOD juga harus ramah kepada para pengendara sepeda dengan memberikan jalur khusus. 

Penghuni yang tinggal di hunian TOD hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai stasiun atau halte transportasi massal.

Mereka juga bisa nyaman bersepeda, sementara untuk penggunaan kendaraan pribadi memang bisa ditekan. 

Saat ini, sejumlah proyek hunian TOD memang sudah memiliki kawasan terintegrasi, semua fasilitas berada di dalam satu kawasan. 

Namun, belum banyak yang memiliki koneksi langsung dengan transportasi massal, apalagi kalau dua sekaligus, mungkin suatu saat sudah bisa terhubung. 

Apalagi pembangunan LRT Jabodebek memang masih dikerjakan, nantinya ada tiga lintas atau rute. 

Nah, dengan membaca ulasan singkat ini, kamu bisa memahami salah kaprah mengenai hunian TOD. 

Situs properti Rumah123.com akan selalu menyajikan ulasan lengkap mengenai properti dan gaya hidup. 

Bagi kamu yang ingin berinvestasi properti atau ingin membeli apartemen di Jakarta Selatan, salah satu pilihan terbaik adalah LRT City Tebet.

Bagikan:
816 kali