kisah bos jne mualaf

Tahukah kamu, pendiri ekspedisi JNE ternyata adalah seorang mualaf, lo. Yuk, simak kisah bos JNE yang inspiratif berikut ini!

Djohari Zein lahir di Medan, Sumatera Utara pada tahun 1954.

Keluarganya merupakan kelompok pedagang Tionghoa yang menganut agama Buddha.

Namun, selama beranjak dewasa, Djohari menempuh pendidikan di sekolah Katolik.

Kemudian sekitar tahun 1982 ia memutuskan menjadi mualaf serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Bukan sembarang mualaf biasa, Djohari bahkan memiliki mimpi besar untuk membangun 99 masjid.

Ini karena ia meyakini bahwa kesuksesannya sekarang merupakan pemberian dari Allah Swt.

Untuk lebih jelasnya, simak kisah bos JNE yang inspiratif berikut ini, yuk.

Kisah Bos JNE Berhasil Meraih Kesuksesan

pemilik ekspedisi jne sumber: twitter.com/JNE_ID

Sedari kecil Djohari memang sudah memiliki jiwa bisnis alias wirausahawan.

Ia membuat bisnis majalah kecil-kecilan saat SMP dengan memanfaatkan mesin tik milik sang ayah.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Akademi Perhotelan Trisakti dan bekerja di Hilton International Hotel.

Sekitar tahun 1980 ia memutuskan untuk merubah karir menjadi karyawan di perusahaan pengiriman multinasional bernama TNT.

Dari sinilah ia belajar banyak hal mengenai ekspedisi hingga pada akhirnya mendirikan perusahaan sendiri bernama Worldpak.

Saham perusahaan yang berubah nama menjadi Pronto ini kemudian ia jual untuk mendirikan PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Perlahan tetapi pasti, ekspedisi JNE yang ia rintis mulai menunjukkan hasil hingga akhirnya menjadi sebesar saat ini.

Menariknya menurut Djohari, posisinya sebagai pengusaha sukses seperti sekarang merupakan hasil dari manajemen spiritual, lo.

"Iya saya rasa, banyak orang yang mengatakan seperti itu. Mengatakan JNE itu menggunakan manajemen spiritual," jelasnya dalam vlog YouTube milik Coach Yudi Chandra.

Tidak Pernah Melupakan Sedekah

kisah bos jne mualaf sumber: archabella.com

Sejak awal mendirikan bisnis miliknya, Djohari tidak pernah lupa untuk bersedekah.

Berapapun keuntungan perusahaan selalu ia sisihkan sebagian untuk anak yatim.

Mungkin inilah salah satu kunci rezeki terus mengalir ala Djohari yang patut kita tiru.

“Intinya mengajak mereka gembira. Bentuknya tidak harus selalu berupa santunan,” katanya menjelaskan.

Selain sedekah, Djohari juga memiliki proyek besar untuk membangun 99 masjid dengan nama dari Asmaul Husna di seluruh Indonesia, lo.

Seperti kamu tahu, membangun masjid merupakan amalan jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat.

Maka tidak heran jika rezeki Djohari pun terus mengalir dengan deras dari tahun ke tahun.

Bahkan perusahaannya mampu bertahan di tengah krisis menoter yang menimpa Indonesia di tahun 90-an.

Sangat inspiratif ‘kan kisah hidup pengusaha muslim satu ini?

Simak berita dan tips terbaru mengenai dunia properti lainnya di artikel Rumah123.com.

Kamu juga bisa memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti di situs properti Rumah123.com

Ada banyak pilihan menarik untukmu seperti proyek perumahan Parayasa.

Bagikan:
530 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia