OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

6 Jenis Makanan Burung Puyuh Terbaik agar Cepat Bertelur. Menyehatkan!

20 Februari 2023 · 3 min read Author: Gadis Saktika

makanan burung puyuh

Apa saja sih makanan burung puyuh yang bisa memberi kebutuhan nutrisi yang baik? Yuk, cari tahu informasinya pada artikel ini!

Burung puyuh adalah hewan unggas yang memiliki ukuran badan kecil dan gemuk.

Spesies burung ini memiliki badan yang agak besar daripada burung pada umumnya dan cenderung mirip dengan ayam.

Sama seperti burung hias, burung puyuh juga bisa dipelihara dalam kandang, meski aslinya burung puyuh merupakan burung liar yang hidup di alam bebas.

Burung puyuh menghasilkan telur dengan corak unik yang biasa dimasak menjadi berbagai jenis masakan.

Namun, meski begitu burung puyuh kini sudah banyak dipelihara untuk dibudidayakan dan dijual burung atau telurnya.

Kalau kamu tertarik memelihara burung puyuh di rumah, tentu harus tahu dong makanan terbaik yang bisa memberi kebutuhan gizi yang baik.

Nah, kali ini Rumah123.com telah menghimpun rekomendasi makanan burung puyuh tersebut.

Melansir dari berbagai sumber, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

6 Makanan Burung Puyuh

tepung tapioka

1. Tepung Tapioka

Rekomendasi makanan burung puyuh yang pertama adalah tepung tapioka.

Tapioka sendiri merupakan bahan baku lokal yang mudah didapatkan di pasaran.

Tepung tapioka diklaim dapat digunakan sebagai pengganti bahan perekat alami pada pakan buatan.

Ia bekerja sebagai perekat dalam pakan buatan karena mengandung 17 persen amilosa dan 83 amiloopektin.

Penggunaan tepung tapioka biasanya dipakai sebagai bahan tambahan untuk perekat pelet atau voer pakan burung puyuh.

2. Jagung

Jenis makanan burung puyuh terbaik yang selanjutnya adalah jagung.

Bahan makanan yang mengandung nutrisi tinggi ini mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi bagi burung.

Biasanya, penggunaan biji jagung ini juga dicampur dengan jenis pakan lain.

3. Sorgum

Sorgum merupakan jenis makanan pokok bagi burung puyuh sebagai pengganti beras.

Makanan ini mengandung protein yang lebih tinggi daripada jagung sehingga lebih direkomendasikan.

Namun, sorgum juga mengandung antinutrisi, yaitu tanin yang juga menyebabkan protein menjadi sulit dicerna.

Dengan demikian, pilihlah sorgum tidak berwarna dengan kandungan tanin lebih rendah, ya.

4. Singkong

singkong

Sebagai bahan makanan yang memiliki kandungan energi metabolisme, singkong juga baik dikonsumsi oleh burung puyuh.

Dengan begitu, kamu bisa memberikannya singkong setiap hari.

Namun, hindari pemberian jenis singkong pahit pada burung puyuh.

Pasalnya, singkong pahit mengandung antinutrisi yang disebut sianogenik glukosida.

5. Tepung Tulang

Tepung tulang juga bisa menjadi alternatif makanan burung puyuh.

Sesuai namanya, tepung tulang merupakan tepung yang terbuat dari sisa-sisa pemotongan hewan.

Cara membuatnya yaitu dengan merebus tulang sampai lunak dan matang.

Kemudian, keringkan dan giling hingga menjadi tepung.

Bagi burung puyuh petelur, tepung tulang adalah pakan yang paling baik karena kandungan kalsium dan fosfor di dalamnya.

Namun, pakan ini sifatnya hanya sebagai tambahan atau campuran, bukan pakan utama.

6. Dedak Padi

Sudah menjadi rahasia umum di kalangan peternak bahwa dedak padi mengandung nutrisi protein tinggi yang baik untuk hewan ternak, terutama burung puyuh.

Meski memiliki kandungan gizi yang baik dan menjadi salah satu sumber energi bagi burung puyuh, dedak padi tidak direkomendasikan untuk burung puyuh muda.

Pasalnya, serat kasar di dalam dedak padi akan sulit dicerna oleh burung puyuh muda.

***

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu ya, Property People.

Simak artikel lainnya seputar gaya hidup, rumah, dan properti hanya di artikel.rumah123.com.

Kunjungi pula Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impianmu.

Ada banyak pilihan properti menarik seperti perumahan Cluster Mississippi Kota Wisata.


Tag: , ,


Gadis Saktika

Content Writer

Gadis Saktika adalah Content Writer di 99 Group yang sudah berkarier sebagai penulis dan wartawan sejak tahun 2019. Lulusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI ini senang menulis tentang etnolinguistik, politik, HAM, gaya hidup, properti, dan arsitektur.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA